GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tergeletak Di Kamar, Ternyata Ini Penyebab Kopda Muslimin Tewas Di Rumah Orang tuanya

Otak dari kasus penembakan istri anggota TNI di Semarang yaitu sang suami, Kopda Muslimin ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah
Kamis, 28 Juli 2022 - 13:57 WIB
Kopda Muslimin dan istrinya, Rina Wulandari
Sumber :
  • Tim tvOne

Kendal, Jawa Tengah - Otak dari kasus penembakan istri anggota TNI di Semarang, yaitu sang suami itu sendiri, Kopda Muslimin ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah pada Kamis (28/7/2022). 

Kopda M ditemukan tewas pada pukul 07.00 WIB, Prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI tersebut sebelumnya sempat meminta maaf kepada orang tuanya sebelum meregang nyawa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Lutfi pihaknya membenarkan kematian Kopda Muslimin tersebut. 

“Yang jelas, yang bersangkutan meninggal dunia di rumah orang tuanya,” ujar Luthfi kepada wartawan, pada Kamis (28/7/2022).

Jenazah Kopda Muslimin. (Ist)

Lutfi mengatakan setiba di rumah orang tuanya, Kopda Muslimin langsung meminta obat maag dan air manis untuk diminum. Setelahnya, ia muntah dan tertidur hingga sudah tidak bernyawa lagi. Kopda M ditemukan meninggal dunia. 

Menurut Irjen Pol Lutfi, dugaan sementara Kopda Muslimin telah meminum racun sebelum akhirnya meninggal dunia. Namun pihak kepolisian perlu melakukan autopsy dan visum untuk memastikan penyebab kematian sesungguhnya.

“Indikasi, ada tanda-tanda minum racun,” jelas Luthfi.

Diketahui menurut sumber yang diperoleh oleh tim tvOnenews.com, sebelumnya Kopda M sempat dikabarkan pulang ke rumahnya di Gang Adem Ayem, Kelurahan Trompo, Kecamatan Kenda, Kabupaten Kendal pada pagi ini pukul 05.30 WIB.

“Berdasarkan informasi dari Ibu Rusinah (Ibu Kandung Kopda Muslimin) bahwa tadi pagi pukul 05.30 WIB pulang ke rumah di Kelurahan Trompo, Gang Adem Ayem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal. Kemudian Kopda Muslimin diketahui muntah-muntah, lalu meninggal dunia,” ungkapnya.


Rumah Orang Tua Kopda Muslimin diberi garis polisi (Ist)

Kopda Muslimin ditemukan telah meninggal oleh ayahnya, Mustaqim, di dalam kamar. Untuk penyelidikan kematian Kopda Muslimin, lanjut Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi petugas Inafis telah mengamankan bekas muntahan untuk meneliti lebih lanjut. 

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman membenarkan bahwa Kopda Muslimin meninggal dunia. 

“Benar, Kopda M meninggal dunia, segera dilaksanakan otopsi dan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematian lebih jelasnya,” ungkap Dudung pada Kamis (28/7/2022).

Sebelumnya kasus penembakan terhadap Rina Wulandari (34) di Jalan Cemara III Banyumanik, Kota Semarang pada Senin (18/7/2022). Korban mengalami luka tembak di bagian perut dan sempat menjalani operasi pengambilan proyektil. 

Kini pelaku yang berjumlah 5 orang telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai tersangka. Kesaksian pelaku S alias Gondrong menceritakan dirinya diminta oleh Kopda M untuk menghabisi Rina yakni istrinya sendiri.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena merasa muak dan tak kuat dengan sifat korban, Kopda Muslimin meminta Gondrong untuk membunuh nyawa istrinya yaitu Rina Wulandari.

“Dia (Kopda Muslimin) cerita tentang keadaan keluarganya dan gak kuat tekanan dari istrinya yang selalu mengekang hingga minta dibunuh,” ujar Gondrong di Mapolrestabes Semarang, Rabu (27/7/2022). (Kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Band Korea Jannabi Donasikan Rp76,5 Juta untuk Korban Gempa NTT di Momen Konser Perdana Jakarta

Band Korea Jannabi Donasikan Rp76,5 Juta untuk Korban Gempa NTT di Momen Konser Perdana Jakarta

Band Korea Jannabi donasikan 6 juta won atau sekitar Rp76,5 juta untuk korban gempa NTT di momen konser perdananya di Jakarta.
Indonesia dan Vantara Luncurkan Kemitraan Besar untuk Kesehatan Satwa Liar dan Konservasi

Indonesia dan Vantara Luncurkan Kemitraan Besar untuk Kesehatan Satwa Liar dan Konservasi

Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, hari ini mengumumkan perluasan besar upaya kesehatan satwa liar dan konservasi in situ Indonesia.
81 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden Prabowo Puji Capaian Hilirisasi Mineral Nasional

81 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden Prabowo Puji Capaian Hilirisasi Mineral Nasional

Hilirisasi mineral dan batu bara menjadi suatu agenda utama pemerintah dalam membangun industri nasional bernilai tambah. Memasuki 81 tahun Indonesia merdeka,
Massa Gelar Aksi di Depan PN Jaksel, Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah hingga Dukung Independensi Hakim

Massa Gelar Aksi di Depan PN Jaksel, Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah hingga Dukung Independensi Hakim

Massa menolak praperadilan Febrie Adriansyah, mendukung independensi hakim, serta mendorong aparat penegak hukum mengusut secara tuntas setiap dugaan tindak pidana tersebut.
Heboh! Wanita Berambut Pirang Mengamuk di Jalan setelah Menabrak, Videonya Viral di Media Sosial

Heboh! Wanita Berambut Pirang Mengamuk di Jalan setelah Menabrak, Videonya Viral di Media Sosial

Viral di media sosial soal satu video, yang menampilkan seorang wanita berambut pirang marah-marah di Jalan Raya.
Tak Hanya Supriyono, Polisi Juga Akan Panggil OJK hingga Kemensos Terkait Rekening AMPB

Tak Hanya Supriyono, Polisi Juga Akan Panggil OJK hingga Kemensos Terkait Rekening AMPB

Polda Metro Jaya juga berencana memanggil Kementerian Sosial (Kemensos) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rekening Supriyono yang diblokir.

Trending

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Polisi menegaskan tindakan yang dilakukan penyelidik Ditreskrimsus bukan pemblokiran rekening, melainkan permohonan penundaan transaksi terkait penyelidikan dugaan penghimpunan dana yang dikaitkan dengan kegiatan AMPB.
Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Suami pedagang perabot & seragam sekolah di Pasar Bintara, Kota Bekasi, Mulyanto sedih puluhan lapak dan kios termasuk milik sang istri ludes akibat kebakaran.
Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Pencarian video viral kasir Minimarket 7 menit terus ramai. Simak fakta, pola penyebaran link, serta perbandingannya dengan isu “Yank Uwes Yank Part 2”.
Polisi Temukan Bukti 35 Korek Api, Bensin hingga Bibit Sawit, Hutan di Kalimantan Sengaja Dibakar?

Polisi Temukan Bukti 35 Korek Api, Bensin hingga Bibit Sawit, Hutan di Kalimantan Sengaja Dibakar?

Penyidik juga akan memeriksa transaksi keuangan para tersangka untuk melacak sumber dana yang digunakan dalam kegiatan pembukaan lahan di kalimantan
Ruben Onsu Resmi Gandeng JHONLBF Law Firm Hadapi Proses Hukum usai Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Ruben Onsu Resmi Gandeng JHONLBF Law Firm Hadapi Proses Hukum usai Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Ruben Onsu resmi gandeng JHONLBF Law Firm untuk hadapi proses hukum usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan.
Viral Calon Mahasiswi Kedokteran Unhan Mundur Usai Dilarang Pakai Hijab, Kemhan Klarifikasi

Viral Calon Mahasiswi Kedokteran Unhan Mundur Usai Dilarang Pakai Hijab, Kemhan Klarifikasi

Klarifikasi tersebut sebagai respons berita viral terkait calon mahasiswa kedokteran Unhan yang mengundurkan diri setelah adanya larangan penggunaan hijab.
Viral Lylia dan Link Video 7 Menit "Kasir Minimarket" di X-Telegram, Fakta Terbarunya Ternyata Begini

Viral Lylia dan Link Video 7 Menit "Kasir Minimarket" di X-Telegram, Fakta Terbarunya Ternyata Begini

Nama Lylia ramai dikaitkan dengan video viral kasir minimarket berdurasi 7 menit di TikTok, X, dan Telegram. Simak fakta terbaru dan risiko link palsu.
Selengkapnya

Viral