News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

‘Sang Tokoh Utama’ Irjen Ferdy Sambo Belum Dipanggil, Ini Alasan Komnas HAM Panggil Ajudan Lebih Dahulu

Komnas HAM telah memanggil dan memeriksa 6 orang ajudan Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo dan saksikan 20 rekaman video CCTV perjalanan Brigadir J
Senin, 1 Agustus 2022 - 09:09 WIB
Irjen Ferdy Sambo dan Istri, Putri Candrawathi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta - Sebelumnya Komnas HAM telah memanggil dan memeriksa 6 orang ajudan atau ADC (aide de camp) Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo. Kemudian 20 rekaman video CCTV di 27 titik memperlihatkan perjalanan dari Magelang ke Jakarta yang dilalui oleh Brigadir J bersama rombongan telah disaksikan.

Berdasarkan dari penyidikan tersebut dapat memperjelas penyelidikan dari kasus penembakan ajudan Irjen Ferdy Sambo, bahwa secara langsung terbukti Brigadir J masih hidup saat tiba di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik, hadir sebagai narasumber di Acara TvOne Apa Kabar Indonesia Malam yang menjelaskan alasan mengapa Irjen Pol Ferdy Sambo dipanggil terakhir atau belakangan oleh Komnas HAM. 

Ahmad Taufan Damanik mengatakan bahwa ini terkait dengan metode yang dijalankan oleh lembaganya dalam proses penyidikan. 

Publik tak perlu memperdebatkan, karena arah penyidikan akan tetap sama untuk mengungkap kasus ini lebih terang benderang sesuai dengan himbauan Presiden Joko Widodo untuk diusut tuntas secara terbuka kepada publik.

“Itu hanya metode saja, supaya kami tidak tersesat dalam mengumpulkan fakta dan informasi,” ungkap Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.

Sementara itu, pihak Kompolnas yang hadir dalam acara tersebut diwakilkan oleh Albertus Wahyurudhanto sebagai Komisioner Kompolnas dari unsur pakar kepolisian. Dirinya mengaku sejauh ini proses penyidikan masih berjalan sesuai dengan semestinya dan akan tetap mengawasi.

“Kami kan Kompolnas posisinya mengawasi, karena itu dalam pandangan kami, sekarang masih on the track, penyidik punya strategi, Komnas HAM yang punya kewenangan untuk penyidikan punya strategi, pihak kuasa hukum yang punya legalitas dan punya cara, silahkan,” ungkapnya.

Komnas HAM, beri alasan Irjen Ferdy Sambo dipanggil terakhir. (Ist)

Ahmad Taufan juga menjelaskan pihaknya masih akan memeriksa satu lagi ajudan Irjen Ferdy Sambo yang berhalangan hadir beberapa waktu lalu. Ajudan tersebut juga menjadi salah satu anggota dalam perjalanan tersebut.

Selain ADC, Komnas HAM juga akan memeriksa semua orang lainnya yang bekerja di rumah Ferdy Sambo, baik security, asisten rumah tangga, dan sopir.

“Yang kemudian akan meneruskan lagi ini soal jejak digital tidak digital, yang tempo hari saya katakan baru sesi pertama, komunikasi di antara para pihak itu Pak Sambo, istrinya, Almarhum Yosua, Bharada E dan lain-lain itu semua kan baru dikasih seldamnya, belum apa isinya. Kalau itu tidak bisa dibuka memang kesulitan yang tadi saya katakan titik hitam karena tidak ada CCTV yang bekerja di rumah dinas itu,” ujarnya.

Kini Komnas HAM mengaku hanya tinggal memanggil Irjen Ferdy Sambo, tetapi untuk Putri Candrawathi harus mengikuti prosedur karena mendapatkan informasi, ada penasihat psikologinya. 

Oleh karena itu, Komnas HAM harus terlebih dahulu mengumpulkan bahan dan data informasi yang kuat.

“Tapi kita kumpulkan ini barang-barang bukti informasi baru kami masuk ke titik yang menurut kami krusial, tanpa didukung oleh data informasi yang kuat, kami akan sulit untuk membuka masalah ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengaku pihaknya lebih ke pertanyaan terbuka dengan jawaban yang deskriptif dan hasil jawaban dari para ajudan tersebut yang nantinya akan muncul di laporan akhir. 

Pertanyaan yang diajukan bukan hanya menanyakan konteks waktu dari masing-masing keterangan ajudan yang dicocokkan dengan informasi yang muncul ke publik. 

Namun begitu juga pertanyaan mengenai hubungan masing-masing ADC dan kenapa para atasannya yakni Irjen Ferdy Sambo dan Istrinya.

“Yang berikutnya yang penting juga ingin kami sampaikan adalah kami juga menanyakan soal bagaimana sekuen hubungan ADC satu dengan yang lain, termasuk juga karakter masing-masing ADC. Kami tanya di masing-masing orang itu, kami tanya pertanyaan yang sama.,” ungkap Choirul Anam.

“Pertanyaan sama ini untuk melihat sebenarnya, apa sebenarnya yang terjadi dan background apa ang terjadi di sekuen itu, jadi misalnya ADC A kami tanya bagaimana soal apa perilaku kehidupan sehari-hari ADC yang lain, itu kami tanya semuanya,” lanjutnya.

Kini kasus tewasnya Brigadir J masih dalam penyidikan oleh pihak yang berwenang. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo juga menerangkan tim khusus yang dibentuk Kapolri telah bekerja untuk menjaga objektivitas kasus tersebut. Dirinya menekan kepada tim khusus untuk menjaga amanat Kapolri untuk tetap transparansi dan independensi. (Ind/Kmr)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di depan FIFA, Thom Haye menyebut langkah Timnas Indonesia untuk mengalahkan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak berjalan mudah. Laga melawan Malaysia jadi fokus berikutnya.
Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Asri Welas mengenang Guruh Soekarnoputra yang meninggal dunia. Selama 11 tahun belajar seni, ia menyimpan banyak ilmu dan pesan dari sang maestro.
Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul kembali menegaskan somasi bukan langkah akhir. Namun, jika tidak ada klarifikasi atau dinilai tidak sesuai fakta, PBNU akan meneruskan perkara ke proses hukum.
Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo mengakui bahwa PSI mulai mendapat perhatian dari pihak lain walapun masih tergolong baru
Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Wakil Indonesia di cabang olahraga Skateboard nomor Street Putra Asian Games 2026, Basral Graito, sukses mengunci satu tempat di babak final.
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Thailand mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 4-0 atas Pakistan. Teerasak Poeiphimai tampil gemilang dengan mencetak dua gol untuk Gajah Perang.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 27 September 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Bebera
Selengkapnya

Viral