GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komnas HAM Desak Polri Segera Temukan Ponsel Brigadir J

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak Polri untuk segera mencari telepon seluler (ponsel) Brigadir J yang saat ini masih belum ditemukan.
Selasa, 23 Agustus 2022 - 12:20 WIB
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara
Sumber :
  • Komnas HAM

Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak Polri untuk segera mencari telepon seluler (ponsel) milik Brigadir J yang saat ini masih belum ditemukan.

Apabila ponsel tersebut ditemukan, maka dapat membuat kasus yang masih jadi misteri dugaan pembunuhan berencana itu terkuak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui terdapat perbedaan jenis ponsel dari hasil keterangan yang dikumpulkan Komnas HAM dengan hasil temuan pihak kepolisian.

Dari temuan Komnas HAM, ada dua ponsel Brigadir J, yakni yang bermerek Samsung dan yang bermerek asal China.

Sementara itu, ponsel Brigadir J yang diinformasikan pihak kepolisian pada Komnas HAM adalah ponsel bermerek iPhone 13 Pro Max Grey. Ponsel itu sendiri menurut Komnas HAM tidak dapat dibuka atau di-lock.

"Belum (ditemukan). Iya jadi itu yang kemudian kami sampaikan kemarin (dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR) supaya kepolisian harus bekerja keras lagi untuk menemukan barang bukti tersebut," papar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di kantornya, Selasa (23/8/2022).

Proses pencarian alat bukti vital tersebut menurut Beka juga perlu dilakukan sesegera mungkin karena hal itu dapat segera mengungkap mengenai alur peristiwa dari komunikasi Brigadir J dengan orang lain sebelum terjadinya pembunuhan.

"Apalagi kemudian HP Brigadir J ini jadi salah satu bukti vital yang itu bisa menerangkan alur komunikasi dan substansi komunikasi antar Brigadir J dengan Vera (pacar Brigadir J) dan kawan-kawan lain," imbuh Beka.

Beka juga mengungkap adanya indikasi yang semakin menguat mengenai adanya obstruction of justice atau dugaan pelanggaran HAM dalam kasus tersebut dari hasil temuan mereka.

"Iya jadi kan itu sudah mulai masuk ke kesimpulan bahwa ada obstruction of justice dan di situ ada soal penghilangan barang bukti baik itu HP atau rekaman, foto-foto dan pengrusakan TKP," paparnya.

Lebih lanjut, dia mengungkap bahwa Komnas HAM akan segera membuat laporan dan rekomendasi kepada timsus yang dibentuk Polri dan penyidik untuk menyelidiki kasus terbunuhnya anggota kepolisian itu sesuai hukum yang berlaku.

"Saya kira itu. Dari situlah kemudian nantinya kami akan memberikan rekomendasi kepada timsus maupun penyidik bagaimana menyikapi kasus ini dalam konstruksi hukum pidananya. Kalau kami kan dari sisi HAM-nya. Itu yang saya kira penting untuk disampaikan kepada publik maupun teman-teman polisi," jelas Beka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beka menjelaskan terkait hasil temuan Komnas HAM mengenai istilah skuad lama dan baru menurutnya itu bukan kumpulan, melainkan nama Kuat Ma'ruf yang saat ini telah menjadi salah satu tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Soal skuad lama itu nama Kuat Ma'ruf yang disebut sebagai Si Kuat. Ini didengar dalam situasi panik atau apa jadi 'skuad' gitu kan. Ini juga membuat clear. Membuat jelas apa yang dimaksud banyak indikasi skuad lama skuad baru," tandas Beka. (pag/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sambut Pahala Besar, Amalan Sunnah ini Dapat Dilakukan Sebelum Shalat Idul Fitri, Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Sambut Pahala Besar, Amalan Sunnah ini Dapat Dilakukan Sebelum Shalat Idul Fitri, Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Ada banyak amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan saat Idul Fitri. Apa saja amalan yang bisa dilakukan sebelum berangkat menunaikan shalat Idul Fitri?
Jasa Marga: 1,4 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek, Mayoritas Mudik ke Bandung dan Jawa

Jasa Marga: 1,4 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek, Mayoritas Mudik ke Bandung dan Jawa

Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.483.703 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek pada periode H-10 hingga H-3 libur Idul Fitri 1447 Hijriah atau
Jawab Pertanyaan Olla Ramlan, UAS Jelaskan Hukum Suami Istri Bercumbu di Malam Idul Fitri, Dosa atau Halal?

Jawab Pertanyaan Olla Ramlan, UAS Jelaskan Hukum Suami Istri Bercumbu di Malam Idul Fitri, Dosa atau Halal?

Ustaz Abdul Somad (UAS) menjawab pertanyaan dari Olla Romlan terkait hukum suami istri hubungan intim atau bercumbu di malam Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.
Warga Aceh Wajib Tahu! Sebanyak 50 Lokasi telah Ditetapkan Muhammadiyah jadi tempat Ibadah Shalat Id

Warga Aceh Wajib Tahu! Sebanyak 50 Lokasi telah Ditetapkan Muhammadiyah jadi tempat Ibadah Shalat Id

Berikut 50 titik tempat shalat Id di Aceh yang telah ditetapkan Muhammadiyah. Selamat merayakan Idul Fitri 2026.
Kesiangan Shalat Idul Fitri, Bolehkah Dikerjakan Sendiri di Rumah? Buya Yahya Beri Penjelasan

Kesiangan Shalat Idul Fitri, Bolehkah Dikerjakan Sendiri di Rumah? Buya Yahya Beri Penjelasan

Tak lama lagi umat Islam akan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Secara hukum, shalat Idul Fitri termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan atau sunnah muakkad
KAI Daop 1 Jakarta Catat Tingginya Angka Pemudik Pada 11 Hingga 20 Maret

KAI Daop 1 Jakarta Catat Tingginya Angka Pemudik Pada 11 Hingga 20 Maret

KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyebut periode 11 hingga 20 Maret 2026 merupakan masa penjualan tiket mudik tertinggi. Tercatat dalam kurun waktu tersebut

Trending

DPR Bocorkan Penyebab Utama Pengumuman Sidang Isbat Lebaran Terlalu Malam

DPR Bocorkan Penyebab Utama Pengumuman Sidang Isbat Lebaran Terlalu Malam

Untuk diketahui pemerintah mengumumkan hasil sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah usai azan salat Isya atau hampir pukul 20.00 WIB. Ihwal waktu yang dinilai
Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 21 Maret 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo. Simak peluang finansial, strategi, dan kondisi keuangan.
Presiden Prabowo Berkomentar Menohok soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Usut Bener Sampai Aktornya

Presiden Prabowo Berkomentar Menohok soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Usut Bener Sampai Aktornya

Presiden Prabowo Subianto meminta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus diusut hingga tuntas. Bahkan termasuk siapa aktor intelektual
Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 21 Maret 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces. Simak peluang finansial dan kondisi keuangan besok.
Presiden Prabowo Bocorkan Alasan Utama Indonesia Gabung BoP: Mungkin Kita Bisa Bantu Palestina

Presiden Prabowo Bocorkan Alasan Utama Indonesia Gabung BoP: Mungkin Kita Bisa Bantu Palestina

Presiden Prabowo Subianto bocorkan alasan utama Republik Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP). Bahkan kata dia, setelah melalui pertimbangan matang
Komnas HAM Bakal Panggil Panglima TNI, Minta Penjelasan Keterlibatan Anggota dalam Kasus Penyiraman Air Keras

Komnas HAM Bakal Panggil Panglima TNI, Minta Penjelasan Keterlibatan Anggota dalam Kasus Penyiraman Air Keras

Komnas HAM akan memanggil Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto terkait insiden penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Hal ini
MUI Tiba-tiba Beri Kartu Kuning untuk Anwar Sanjaya, Minta sang Presenter Dapat Sanksi Tegas, Ada Apa?

MUI Tiba-tiba Beri Kartu Kuning untuk Anwar Sanjaya, Minta sang Presenter Dapat Sanksi Tegas, Ada Apa?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti presenter Anwar Sanjaya (Anwar BAB). MUI desak KPI sanksi tegas imbas ada dugaan kekerasan dan erotis ke Kiky Saputri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT