GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Capres Alternatif Pemilu 2024, Pengamat: Perlu Muncul Guna Atasi Kejenuhan Publik

Atasi kejenuhan publik pada figur yang sudah lebih dulu populer saat ini, Direktur Eksekutif Lembaga Riset menegaskan perlunya Capres Alternatif pada pemilu 2024
Rabu, 7 September 2022 - 12:43 WIB
Logo pemilu serentak
Sumber :
  • (ANTARA/Foto: istimewa)

Depok, Jawa Barat - Wacana calon presiden (capres) alternatif untuk Pemilu 2024 harus dimunculkan karena adanya kejenuhan publik terhadap nama-nama figur yang sudah lebih dulu populer saat ini, Direktur Eksekutif Lembaga Riset dan Konsultasi Publik Algoritma Aditya Perdana.

Direktur Eksekutif Lembaga Riset dan Konsultasi Publik Algoritma Aditya Perdana dalam keterangannya di Depok, Rabu mengatakan masyarakat sejatinya tak sepenuhnya yakin dengan calon presiden yang populer saat ini yang selalu menghiasi seluruh media di tanah air.

Dari survei yang dilakukan Algoritma, Aditya menjelaskan, meskipun beberapa bakal capres tersebut memiliki kesukaan dan elektabilitas tinggi, masyarakat belum yakin para bakal calon presiden Indonesia itu mampu mengatasi persoalan bangsa dan negara yang saat ini tengah dihadapi.

"Di situlah kami punya keyakinan bahwa masih ada peluang bagi para capres lain yang sebenarnya mau mengatasi problem yang kita hadapi, seperti polarisasi masyarakat, pemberantasan korupsi, hukum, pemulihan ekonomi, kalau itu semua bisa dipenuhi, curilah ruang itu," kata Aditya.

Menurutnya, masih ada ruang bagi para capres alternatif untuk muncul dan mengambil peran dan menjawab kegelisahan responden di atas serta peluang mengkapitalisasi kemampuan dan kapasitasnya sebagai capres.

"Maka saya berpikir seharusnya para capres alternatif ini perlu membuat skenario yang komprehensif dan sistematis untuk menantang calon yang ada sehingga dampaknya dapat dimonitor dengan baik. Tentu tantangannya tidak mudah, tapi perlu ada gerakan perlawanan," jelasnya.

Koordinator Komite Pemilih (Tepi Indonesia), Jeirry Sumampow mengemukakan bahwa masyarakat sudah mengenal calon-calon presiden yang saat ini tinggi elektabilitasnya sejak 5 tahun silam. Maka, tokoh-tokoh tersebut sama seperti yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu dan tidak ada perbedaan signifikan.

“Itu tentu memperlihatkan ada kebosanan publik. Problemnya begini, media terlalu mempopulerkan nama tokoh, jadi publik ke arah sana, dan seolah-olah tak punya pilihan lain. Membuat figur-figur ini populer, dan populernya ini berpengaruh pada elektabilitasnya," ujarnya.

Menurutnya, figur atau nama-nama capres yang lalu-lalang sekarang paling banyak adalah kepala daerah, militer, atau petugas partai. Orang-orang yang tampil sekarang memang orang-orang yang memegang jabatan publik, ada yang juga sengaja di-branding untuk maju sebagai calon presiden.

Menariknya bahwa survei Algoritma beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa publik tak yakin para calon teratas itu mampu menyelesaikan persoalan kebangsaan, seperti pembelahan dalam masyarakat, persoalan ekonomi, korupsi, dan lain-lain. "Itu menunjukkan bahwa masyarakat mengharapkan adanya calon alternatif atau figur baru, bukan figur yang selama ini sudah muncul," harapnya.

Beberapa figur alternatif yang bisa ditawarkan karena memiliki kemampuan dan kapasitas, seperti mantan Ketua MK Prof. Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, Mendagri Tito Karnavian, dan Cendekiawan Ilham Habibie.

Ilham Habibie merupakan putra pertama dari Presiden Indonesia periode 1998–1999 B. J. Habibie, di mana Ilham memiliki background kepakaran bidang teknologi.

"Nama-nama ini sebetulnya cukup ok, tapi kurang mendapat perhatian media. Sehingga tak muncul ke permukaan. Kami berharap publik juga sebaiknya mengusulkan atau memunculkan nama-nama lain, dianggap punya kemampuan memimpin bangsa ini dan punya kapasitas untuk menyelesaikan persoalan yang ada," terangnya.

Peneliti Formappi, Lucius Karus menyebut sudah sewajarnya publik merasa jenuh lantaran dominasi capres masih dipegang oleh nama-nama besar, yang selama ini aktif berkeliling menjajakan diri untuk menaikan elektabilitasnya.

"Belum lepas dari sini, banyak muncul figur lain, tapi sejauh ini tidak ada kenaikan signifikan dalam tingkat elektabilitas mereka menurut potret dalam survei," katanya. (ant/mii)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Singgung Shin Tae-yong, John Herdman Targetkan Cetak Rekor Baru di Piala Asia 2027

Singgung Shin Tae-yong, John Herdman Targetkan Cetak Rekor Baru di Piala Asia 2027

Shin Tae-yong berhasil membawa Timnas Indonesia lolos dari fase grup untuk pertama kalinya di gelaran Piala Asia
Ratusan WNA Pekerja Markas Judi Online di Jakarta Baik Akui Tahu Pekerjaannya

Ratusan WNA Pekerja Markas Judi Online di Jakarta Baik Akui Tahu Pekerjaannya

Bareskrim Polri menggerebek Gedung Hayam Wuruk, Jakarta Barat yang merupakan markas operasi judi online.
Reaksi John Herdman Lihat Hasil Drawing Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Terjebak di Grup Neraka

Reaksi John Herdman Lihat Hasil Drawing Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Terjebak di Grup Neraka

Alih-alih pesimis dengan hasil tersebut, John Herdman justru mengakui ekspektasi tinggi suporter Garuda atas penampilan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027. 
Qatar Tak Ragu Patok Target Juara Piala Asia 2027 Setelah Satu Grup dengan Timnas Indonesia

Qatar Tak Ragu Patok Target Juara Piala Asia 2027 Setelah Satu Grup dengan Timnas Indonesia

Pelatih Qatar, Julen Lopetegui bahkan tak ragu menargetkan gelar juara hattrick untuk Piala Asia 2027 setelah melihat hasil drawing tersebut.
Lihat Langsung Megawati Hangestri Habiskan Makanan Korea Sampai Dua Mangkuk, Pelatih Hillstate Tak Mampu Berucap

Lihat Langsung Megawati Hangestri Habiskan Makanan Korea Sampai Dua Mangkuk, Pelatih Hillstate Tak Mampu Berucap

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sampai tidak percaya lihat Megawati Hangestri bisa habiskan sampai dua mangkuk makanan khas Korea saat kedua pihak bertemu.
Klasemen Grup B Piala Asia U-17 2026: Timnas Indonesia di Ujung Tanduk Menuju Piala Dunia U-17

Klasemen Grup B Piala Asia U-17 2026: Timnas Indonesia di Ujung Tanduk Menuju Piala Dunia U-17

Timnas Indonesia U-17 baru saja kalah dari Qatar dengan skor 2-0 di Jeddah, pada Sabtu (9/5/2026). Hasil ini membuat langkah Timnas Indonesia U-17 ke Piala Dunia U-17 semakin sulit. 

Trending

Hasil Drawing Piala Asia 2027: John Herdman Dibuat Pusing, Timnas Indonesia Langsung Lawan Ini di Babak Grup

Hasil Drawing Piala Asia 2027: John Herdman Dibuat Pusing, Timnas Indonesia Langsung Lawan Ini di Babak Grup

Timnas Indonesia berada di Grup F dan terpaksa menghadapi Jepang, Qatar dan Thailand pada babak penyisihan grup Piala Asia 2027.
Jadwal Drawing Piala Asia 2027 Jam 1 Dini Hari, Suporter Timnas Indonesia Wajib Begadang! Cek Link Live Streaming Gratis

Jadwal Drawing Piala Asia 2027 Jam 1 Dini Hari, Suporter Timnas Indonesia Wajib Begadang! Cek Link Live Streaming Gratis

Drawing dijadwalkan berlangsung pukul 01.00 WIB dan akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi AFC.
Hasil Piala Asia U-17 2026: Langkah Timnas Indonesia U-17 ke Piala Dunia U-17 Tertunda Usai Kalah dari Qatar

Hasil Piala Asia U-17 2026: Langkah Timnas Indonesia U-17 ke Piala Dunia U-17 Tertunda Usai Kalah dari Qatar

Tampil di laga pekan kedua babak penyisihan Grup B, Timnas Indonesia U-17 kalah 0-2 dari Qatar di Lapangan A King Abdullah Sport City, Jeddah, Sabtu (9/5/2026) malam WIB. 
Terlibat Aktivitas Markas Judi Online di Jakarta Barat, Bareskrim Polri Ungkap Ratusan WNA Miliki Berbagai Peran

Terlibat Aktivitas Markas Judi Online di Jakarta Barat, Bareskrim Polri Ungkap Ratusan WNA Miliki Berbagai Peran

Ratusan Warga Negara Asing (WNA) ditangkap Bareskrim Polri usai terlibat dalam jaringan internasional judi online yang berpusat di Jakarta Barat.
Klasemen Grup B Piala Asia U-17 2026: Timnas Indonesia di Ujung Tanduk Menuju Piala Dunia U-17

Klasemen Grup B Piala Asia U-17 2026: Timnas Indonesia di Ujung Tanduk Menuju Piala Dunia U-17

Timnas Indonesia U-17 baru saja kalah dari Qatar dengan skor 2-0 di Jeddah, pada Sabtu (9/5/2026). Hasil ini membuat langkah Timnas Indonesia U-17 ke Piala Dunia U-17 semakin sulit. 
KPK Bantah Open Donasi untuk Anak Yatim yang Beredar di WhatsApp

KPK Bantah Open Donasi untuk Anak Yatim yang Beredar di WhatsApp

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah melakukan permintaan donasi yang mencatut nama pimpinan atau deputi serta menggunakan logo KPK.
Reaksi John Herdman Lihat Hasil Drawing Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Terjebak di Grup Neraka

Reaksi John Herdman Lihat Hasil Drawing Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Terjebak di Grup Neraka

Alih-alih pesimis dengan hasil tersebut, John Herdman justru mengakui ekspektasi tinggi suporter Garuda atas penampilan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027. 
Selengkapnya

Viral