News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita Cinta Kapten Pierre Tendean yang Terungkap Dalam Surat Pada Kakaknya Mitzi, Tapi PKI Menggagalkan Semuanya

Kepada Mitzi kakaknya, Kapten Pierre Andrias Tendean mengirim sepucuk surat, ceritakan tentang cintanya pada kekasihnya Rukmini. Ia telah menemukan jodohnya.
Sabtu, 10 September 2022 - 02:23 WIB
Rukmini dan Kapten Pierre Tendean
Sumber :
  • IG @vz_pierre

Kepada Mitzi kakaknya, Kapten Pierre Tendean mengirim sepucuk surat. Pierre menceritakan tentang cintanya kepada kekasihnya RukminiĀ atau yang akrab disapa Mimin. Dalam surat itu Ia mengatakan telah menemukan jodohnya.

"Mitz, aku wis ketemu jodoku. Wis yo Mitz, dongak ake wae, mugo-mugo kelakon.(Mitz, aku sudah ketemu jodohku. sudah ya Mitz, doakan saja mudah-mudahan tercapai.)" tulis Pierre Tendean, dikutip dari penuturan Masykuri dalam bukunya "Pierre Tendean" terbitan 1983/1984.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Membalas surat adiknya yang menyatakan bahwa ia telah mempunyai tambatan hati itu, Mitzi Farre menulis,

"Pierre, kalau orang mau berumah tangga yang penting adalah restu dari orang tua". kata Mitzi

Foto: Kakak Pierre Tendean, Mitzi dan Bonnie putranya disamping makam Piere. (Masykuri, "Pierre Tendean" - 1983/1984)

Hal yang dibayangkan Mitzi, adalah untuk kedua kalinya terdapat perbedaan antara Pierre dengan orang tuanya, terutama dengan ibunya. Dahulu tentang pilihannya untuk memasuki Akademi Militer, sekarang tentang pilihannya untuk mendapatkan jodoh.

Ini terjadi karena besarnya rasa kasih sayang orang tuanya terhadap Pierre. Orang tuanya khawatir kalau-kalau dengan pilihannya itu, kelak Pierre tidak akan memperoleh kebahagiaan.Ā 

Demikian cintanya Pierre terhadap kekasihnya Rukmini, sehingga setiap ada waktu senggang dalam tugasnya selalu dipergunakan untuk menemui kekasihnya itu.Ā 

Foto: Kapten Pierre Tendean dan Keluarga (IG @vz_pierre)

Pierre yang memiliki kepercayaan besar terhadap dirinya itu telah mempertimbangkan pilihannya dengan masak-masak.Ā 

Pierre berusaha keras untuk meyakinkan orang tuanya bahwa Mimin memang cocok baginya dan diantara dirinya dengan Mimin telah ada ikatan perjanjian.Ā 

Akhimya setelah mengenal lebih banyak tentang Mimin yang telah menjadi pilihan anaknya itu, seluruh keluarga Dr. Tendean dapat menyetujuinya.Ā 

Rencana Menikah dan Firasat Ibu Nasution

Dalam penuturan Masykuri, rencana berumah tangga membuat Pierre mulai memikirkan keadaan ekonominya secara sungguh-sungguh. Ia menyadari bahwa sebagai Letnan Satu, gajinya tidak seberapa.Ā 

"Karena itu dicarinya jalan untuk menambah penghasilan, yaitu ikut mengemudikan traktor dalam pembuatan jalan di Silang Monas, pada waktu malam hari, ketika sedang tidak bertugas." tulis Masykuri dalam bukunya.

Pada tanggal 31 Juli 1965, sebagai ajudan, Pierre mengikuti perjalanan tugas Jenderal Nasution ke Medan, yang juga diikuti ibu Nasution. Kesempatan ini dipergunakannya untuk menemui Mimin dan orang tuanya.

Foto: Jenderal Nasution dan keluarga (Wikipedia)

Dalam pertemuan tersebut, diputuskan bahwa pernikahan antara Lettu Tendean dengan Mimin direncanakan berlangsung pada bulan November 1965.

Sekembalinya dari Medan, Lettu Pierre membicarakan rencana pernikahannya dengan Ibu Nasution. Dengan rasa keibuan, Ibu Nasution menasehatinya:

"Jangan terlalu memuja acalon istrimu. Jangan sekali-kali mempunyai anggapan bahwa cintamu terhadap calon istrimu tak dapat dipisahkan oleh siapapun.Ā 

Aku telah cukup melihat peristiwa-peristiwa sedih mengenai hal itu, sebagaimana halnya dengan istri Kolonel Suryo Sumarno yang pernah kuceritakan padamu itu.

Foto: Pemakaman Pahlawan Revolusi, korban G30S PKI (Dok.Film Pengkhianatan G30S PKI).

Kedua suami istri ini sangat berbahagia, karena merupakan pasangan yang sangat cocok sekali. Mereka merasa tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, dan keduanya selalu mengagung-agungkan cinta mereka.

Akan tetapi apa yang terjadi kemudian? Overste Suryo Sumarno telah dibunuh PKI dengan kejam pada waktu bergerilya di Merbabu - Merapi Kompleks, ketika clash ke II, tahun 1949.

"Kuharap hal ini tidak akan terjadi padamu Pierre. Oleh karena itu wajarlah saja dalam bercinta. Jangan terlalu mengagung-agungkan kekasihmu, Mimin." nasehat Ibu Johanna Sunarti Nasution.

Nasehat Johanna Nasution pada Lettu Pierre Tendean itu seolah menjadi firasat tentang akhir perjalana sang Ajudan. Nasehat lbu Nasution kepada Lettu Pierre Tendean itu diucapkan dua hari sebelum Pierre direnggut nyawanya oleh G30S PKI.Ā 

Gugurnya Sang Ajudan, Terkubur Bersama Cintanya

Pada pagi hari, 4 Oktober 1965, usai daerah Lubang Buaya direbut oleh pasukan RPKAD pimpinan Sarwo Edhie Wibowo, dilakukan proses pengangkatan jenazah yang ditemukan terkubur dalam sebuah sumur tua.

Sumur tua itu dalamnya 12 meter dan garis tengahnya hanya lebih kurang 0,75 meter, ditimbuj dengan sampah-sampah kering, batang-batang pohon pisang, daun singkong dan tanah secara belselang-seling.Ā 

Pelaksanaan teknis penggalian dilakukan oleh anggota-anggota Kesatuan Intai Para Amphibi (KJPAM) dari KKO Angkatan Laut dengan memakai alat-alat seperti tabung zat-zat asam dan lain sebagainya.

Foto: Cuplikan Film Pengkhianatan G30S PKI, suasana di Lubang Buaya.

Pada pukul 12.00, pertama kali berhasil dinaikkan jenazah Lettu. Pierre Tendean, Ajudan Jenderal Nasution. Pada jam 13.40 menyusul jenazah Mayor Jenderal Suprapto dan Mayor Jenderal S. Parman.Ā 

Pada jam 13 .50, jenazah Letjen. A. Yani yang diikat menjadi satu dengan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, serta jenazah Mayor Jenderal Haryono MT. Dan akhirnya, pada jam 14.10 berhasil diangkat jenazah Brigadir Jenderal DJ. Panjaitan.Ā 

Dari urut-urutan pengangkatan jenazah itu tampaklah bahwa Lettu. Pierre Tendean merupakan perwira yang paling akhir dilemparkan ke dalam sumur maut itu oleh pelaku G30 S PKI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada hari Angkatan Bersenjata, tanggal 5 Oktober 1 965, rakyat Jakarta, tanpa anjuran atau seruan apa pun, sejak pagi telah berjejer-jejer sepanjang jalan, sejak dari sudut timur laut Medan Merdeka sampai ke Kalibata, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tujuh Pahlawan Revolusi itu. (Buz)

Ikuti perkembangan berita terbaru lainnya melalui channel YouTube tvOneNews:

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Namanya Menggema di GBK, Shin Tae-yong Pernah Ungkap Siap Comeback ke Timnas Indonesia

Namanya Menggema di GBK, Shin Tae-yong Pernah Ungkap Siap Comeback ke Timnas Indonesia

Nama Shin Tae-yong kembali mencuat setelah Timnas Indonesia ditahan Malaysia. STY pernah menegaskan dirinya terbuka kembali melatih Garuda jika ditawari PSSI.
Sekalipun Timnas Indonesia Menang Atas Bangladesh, Skuad Garuda Berpotensi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Hal Ini

Sekalipun Timnas Indonesia Menang Atas Bangladesh, Skuad Garuda Berpotensi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Hal Ini

Timnas Indonesia belum aman untuk ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Kemenangan atas Bangladesh pada laga terakhir belum cukup mengantar Garuda ke partai puncak.
Ternyata Ini Alasan KM Virgo Belum Juga Diangkat ke Permukaan, Kemenhub Tegur Keras Pihak Asuransi P&I

Ternyata Ini Alasan KM Virgo Belum Juga Diangkat ke Permukaan, Kemenhub Tegur Keras Pihak Asuransi P&I

Media sosial beberapa waktu lalu diramaikan dengan kabar duka, atas tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Kini kabar terbarunya dari Kemenhub.
Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Oknum Guru yang Viral Diduga Rekam Bawah Rok Siswi di Subang, Desak Pelaku Diberi Efek Jera

Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Oknum Guru yang Viral Diduga Rekam Bawah Rok Siswi di Subang, Desak Pelaku Diberi Efek Jera

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) murka hingga minta polisi hukum oknum guru SMPN 2 Pagaden, Subang yang viral diduga merekam bawah rok siswi SMAN 1 Pagaden.
Diharapkan Bisa Sehebat Megawati Hangestri, Zhong Hui Bicara Jujur soal Target Besarnya Bersama Red Sparks

Diharapkan Bisa Sehebat Megawati Hangestri, Zhong Hui Bicara Jujur soal Target Besarnya Bersama Red Sparks

Red Sparks memasuki musim baru Liga Voli Korea 2026/2027 dengan sosok berbeda di slot pemain kuota Asia tanpa Megawati Hangestri. Ini target besar Zhong Hui.
Kartu Merah Thom Haye saat Timnas Indonesia vs Malaysia Disorot Media Belanda

Kartu Merah Thom Haye saat Timnas Indonesia vs Malaysia Disorot Media Belanda

Media Belanda soroti kartu merah yang diterima Thom Haye ketika Timnas Indonesia ditahan imbang Malaysia dalam laga kedua fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 semalam.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral