GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dana Otsus Papua Capai Rp1.000 Triliun, Lebih dari Setengahnya Diterima di Masa Lukas Enembe dan Dikorupsi

Pada masa Lukas Enembe, lebih dari Rp500 triliun digelontorkan untuk dana otsus Papua. Namun, menurut Mahfud MD, rakyat tetap miskin, tapi pejabatnya foya-foya
Sabtu, 24 September 2022 - 08:34 WIB
Gubernur Papua yang jadi tersangka korupsi, Lukas Enembe
Sumber :
  • Antara

Malang, Jawa Timur - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, selama ini pemerintah telah memberikan dana otonomi khusus atau dana otsus mencapai Rp1.000,7 triliun sejak 2001. 

Menurut Mahfud MD, dari jumlah dana otsus yang diterima Papua selama 21 tahun sebanyak Rp1.000,7 triliun, Lukas Enembe menerima lebih dari Rp500 triliun di masa kepemimpinannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rp1.000,7 triliun itu sejak 2001 (hingga saat ini). Sementara pada masa Lukas Enembe, lebih dari Rp500 triliun, tidak jadi apa-apa, rakyat tetap miskin dan pejabatnya foya-foya," ujarnya, Jumat (23/9/2022).

Menko Polhukam Mahfud M (kanan)

Sejumlah infrastruktur yang saat ini ada di Papua, seperti jalan tol, kata Mahfud, merupakan proyek pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ia merasa kecewa sebagian besar dana otsus tidak jelas peruntukannya.

"Di Papua memang sudah ada infrastruktur jalan tol, tapi itu adalah proyek PUPR dari pusat, saya sudah cek. Untuk dana otsus, itu banyak dikorupsi," ujarnya.

Ia menegaskan selama ini pemerintah pusat telah memberikan banyak pendanaan untuk wilayah Papua. Namun, besarnya dana yang digelontorkan pemerintah pusat tersebut tidak dirasakan masyarakat.

"Jadi untuk Papua, negara menurunkan (memberikan dana) banyak sekali, tapi rakyatnya tetap seperti itu. Oleh karena itu, kita ambil korupsinya. Jangan main-main, ini penegakan hukum. Kalau negara ini ingin baik, hukum harus ditegakkan," katanya.

Murni Kasus Hukum

Mahfud MD menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe murni kasus hukum.

Mahfud MD, di Kota Malang, Jawa Timur, mengatakan bahwa penegakan hukum kasus dugaan korupsi yang dilakukan Lukas Enembe merupakan perintah undang-undang dan aspirasi masyarakat Papua dan bukan merupakan kasus politik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tegaskan kasus Lukas Enembe itu adalah kasus hukum, bukan kasus politik. Itu adalah perintah undang-undang dan aspirasi masyarakat Papua
agar Lukas Enembe diproses hukum," kata Mahfud.

Mahfud menjelaskan, aspirasi masyarakat Papua yang menginginkan agar Gubernur Papua Lukas Enembe diproses secara hukum karena adanya dugaan tindak pidana korupsi sudah mencukupi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Teknologi Bikin Panen Cabai Rawit Naik 15 Persen, Begini Cara Pertanian Modern Mengubah Cara Petani Bekerja

Teknologi Bikin Panen Cabai Rawit Naik 15 Persen, Begini Cara Pertanian Modern Mengubah Cara Petani Bekerja

Pertanian modern kini mengandalkan data, AI, dan pemupukan presisi. Program Pestani Rawit Groo Festival menunjukkan penerapannya pada petani cabai
Jawab Polri-Kejagung Jadi Celah Perkuat Gugatan Praperadilan Kubu Febrie Adriansyah

Jawab Polri-Kejagung Jadi Celah Perkuat Gugatan Praperadilan Kubu Febrie Adriansyah

Tim Kuasa Hukum mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah menilai bahwa jawaban Polri dan Kejagung memperkuat gugatan praperadilan yang diajukannya.
Mendagri Tito Karnavian Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue, Dorong Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat

Mendagri Tito Karnavian Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue, Dorong Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan peninjauan ke posko pengungsian di Gedung Olahraga (GOR) Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, pada Rabu (19/8).
Ekspedisi Hutan Merdeka Bentangkan Spanduk Raksasa di Jembatan Trikora Batang Toru

Ekspedisi Hutan Merdeka Bentangkan Spanduk Raksasa di Jembatan Trikora Batang Toru

Spanduk raksasa bertuliskan “No Second Home, Restore their Forest” terbentang di Jembatan Trikora, Batang Toru, Sumatera Utara (19/08/2026). Pemasangan spanduk
Challenge Hafalan Surah Al-Quran Berhadiah Miras? Begini Tanggapan Buya Yahya

Challenge Hafalan Surah Al-Quran Berhadiah Miras? Begini Tanggapan Buya Yahya

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menyoroti kasus penistaan agama lewat challenge surah Al-Quran (Surah Ad-Dhuha) ditukar sebotol minuman keras (miras).
3 Shio Mendadak Bergetar pada 20 Agustus 2026, Macan di Luar Dugaan

3 Shio Mendadak Bergetar pada 20 Agustus 2026, Macan di Luar Dugaan

Ramalan cinta shio 20 Agustus 2026, Kamis besok, mengungkap 3 shio mendadak bergetar. Simak kisah asmara 12 shio dan peluang cinta tak terduga.

Trending

Habib Bahar bin Smith Geruduk Pabrik Miras di Bogor: Kalau Nggak Tutup, Saya Bakar!

Habib Bahar bin Smith Geruduk Pabrik Miras di Bogor: Kalau Nggak Tutup, Saya Bakar!

Habib Bahar bin Smith geruduk pabrik miras di Bogor dan desak penutupan. Simak aksi, ultimatum, serta kesepakatan penghentian produksi selama tujuh hari.
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun

Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun

Kapolri bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Menteri Pertanian RI, groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB.
Hati Berbunga-bunga, 5 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Kabar Bahagia soal Cinta Besok 20 Agustus 2026

Hati Berbunga-bunga, 5 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Kabar Bahagia soal Cinta Besok 20 Agustus 2026

Kabar manis soal asmara diprediksi menghampiri 5 zodiak besok 20 Agustus 2026. Siapa saja yang bakal dibuat berbunga-bunga?
Garuda Indonesia Ungkap Alasan Direktur Niaga Reza Aulia Hakim Diberhentikan Sementara

Garuda Indonesia Ungkap Alasan Direktur Niaga Reza Aulia Hakim Diberhentikan Sementara

Garuda Indonesia menjelaskan alasan pemberhentian sementara Direktur Niaga Reza Aulia Hakim dan menegaskan keputusan akhir menunggu RUPS.
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 Kg Ganja dari PNG, Tujuh WN Papua Nugini Kabur

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 Kg Ganja dari PNG, Tujuh WN Papua Nugini Kabur

TNI AL menggagalkan penyelundupan 14 kilogram ganja dari Papua Nugini menuju Jayapura di perairan Skouw Sae. Tujuh WN PNG melarikan diri.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 20 Agustus 2026: Libra Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 20 Agustus 2026: Libra Panen Uang Kaget

Ramalan keuangan zodiak pada Kamis, 20 Agustus 2026, membawa kabar menarik bagi sejumlah pemilik zodiak. Siapa saja zodiak yang bakal berlimpah cuan besok?
Update Kondisi Pria yang Pukuli Pengendara Motor di Lenteng Agung: Bukan ODGJ tapi Mabuk

Update Kondisi Pria yang Pukuli Pengendara Motor di Lenteng Agung: Bukan ODGJ tapi Mabuk

Pria yang pukuli pengendara motor secara acak di sekitar stasiun Lenteng Agung semalam berhasil diamankan. Menurut laporan, ia bukan ODGJ, melainkan mabuk.
Selengkapnya

Viral