Wartawan Senior Karni Ilyas Nilai Sosok Anies Baswedan Potensial, Asal Tak Dihadang Ini
- Istimewa
Jakarta - Anies Baswedan dianggap berhasil membenahi Jakarta selama menjadi Gubernur DKI Jakarta. Di tangan dingin Anies, jakarta menjadi jauh lebih baik.
"Saya melihat perubahan-perubahan begitu luar biasa. Tahun 1977 saya ke Seoul, saya liat di sana trotoar lebar-lebar. Di Jepang juga lebar-lebar. Baru Pak Gubernur Anies menjadikan jalan yang sempit itu jadi trotoar yang lebar-lebar. Bukan hanya saya yang merasakan itu. Banyak sekali infrastruktur baru setelah pak Gubernur Anies pegang." Ungkap Karni Ilyas, saat menerima kunjungan Anies Baswedan ke tvOne, Senin (10/10/2022).
Tak hanya trotoar yang dibangun sangat manusiawi, Anies juga membuat gebrakan baru dengan berani menyelenggarkan balapan bertaraf internasional Formula E, meski tak sedikit banyak pihak yang menentangnya.
Selain itu, pembangunan Jakarta Internasional Stadium dan revitalisasi Taman Ismail Marzuki juga berhasil direalisasikan.
"Kita lihat lintasan balap Formula E, kita lihat juga Jakarta International JIS, Taman Ismail Marzuki," tambah Karni Ilyas.
Tak hanya membangun insfrastruktur, Anies juga dinilai berhasil dalam menangani masalah sampah di Jakarta.
"Selama ini masyarakat Jakarta ini masalahnya sampah. Nah sampah ini diubah jadi listrik cuma sayangnya ini diluncurkan di akhir-akhir jabatan," lanjutnya.
Menurut Karni Ilyas, sepak terjang Anies Baswedan dirasa memberi banyak perubahan positif bagi Jakarta.
"Kalau jadi Presiden, Pak Gubernur akan jauh lebih banyak amal ibadahnya, daripada jadi Gubernur," Lanjutnya.
Meski demikian, lanjut Karni, menuju ke sana tidak gampang.
Karni Ilyas juga menegaskan Anies memiliki peluang yang besar menjadi bakal calon Presiden 2024, asalkan tak ada yang menghadang di pertengahan jalan.
"Ada yang tanya ke saya siapa yang paling kuat jadi Presiden, saya bilang Anies, kecuali kalau dia dihadang oleh KPK," tambahnya.
Tapi, lanjut Karni, penghadangan oleh KPK ini juga tidak gampang, ada tiga unsur yang harus dipenuhi, yakni perbuatan melawan hukum, memperkaya diri sendiri, ada kerugian negara.
Karni juga sempat membuat sebuah poling twitter di Indonesial Lawyer Club (ILC) erkait pencalonan Anies Baswedan, hasilnya Anies yang menempati urutan teratas.
Load more