Pentingnya Budgeting dan Financial Planning, Ketua Fraksi Demokrat Ibas Yudhoyono Minta Kaum Perempuan Kelola Keuangan
- Istimewa
"Pengeluaran itu harus sesuai dengan kebutuhan utama, sesuaikan prioritas. Hindari pengeluaran keinginan tapi gunakan pengeluaran kebutuhan," sambungnya.
"Ini hanya cerita ya, di negeri dongeng, katanya kalau ibu-ibu sudah pada kumpul semua, mereka bergosip, ngerumpi, kongko-kongko, arisan itu semua nggak papa, sih. Tapi, waduh, terkadang toko-toko semua bisa datang menghampiri. Ada yang jualan tas, Ada yang jualan jam tangan, berlian, Masya Allah.." cerita Ibas sambil menepuk jidat yang diikuti gelak tawa para peserta.
"Keinginan besar sih, itu, ya. Hiburan ya, kan? Bukan kebutuhan? Hahahaha. Kalau dananya lebih sih ya nggak papa juga, beli saja untuk investasi aset. Tapi kalau tidak, please, tidak perlu keren tapi kalau kita hutang. Lebih baik siapkan dana darurat untuk misal tiba-tiba ada krisis keuangan atau biaya kebutuhan penting tak terduga datang," pesan Ibas.
“Tidak ada yang melarang Indonesia ini orang-orangnya kaya raya, untuk mencari uang, kita juga bukan manusia yang munafik. Semua orang perlu dan bisa mendapatkan uang, tetapi dengan cara yang baik dan benar. Setuju ya?” kata Ibas yang langsung dijawab “setuju” oleh ibu-ibu.
Financial planner sekaligus narasumber pada pelatihan tersebut, Widya Prima sangat setuju dengan tips-tips yang disampaikan Ibas. Pada piramida finansial, pondasi utama dalam mengelola akumulasi aset dan investasi adalah keamanan keuangan, atau dalam hal ini catatan pemasukan dan pengeluaran.
“Kita harus mengelola aset dengan baik, yaitu dengan cara mengontrol pengeluaran. Seperti yang Mas Ibas sampaikan tadi, kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan,” terang Widya saat menyampaikan materinya.(ito/ppk)
Load more