Belum Ada Pemodal Dekati NasDem, Surya Paloh: Saya Terbuka Siapa Saja yang Mau Mendanai
- tim tvOnenews/Syifa Aulia
Selain itu, Paloh juga tidak mempermasalahkan soal ada pihak yang meremehkan partainya akibat deklarasi Anies.
"Anggap aja ini partai main-main. Enggak akan dapat apa-apa. Parliamentary threshold juga enggak dapat," imbuhnya.
Sebagai informasi, dalam hasil survei SMRC yang dirilis pada 30 Oktober 2022 lalu menunjukkan suara NasDem ada di angka 5,4 persen. Jumlah tersebut diambil dari 1.027 responden.
Angka itu lebih kecil daripada perolehan suara nasional NasDem pada 2019 yang mencapai 9,1 persen.
Padahal, hasil survei SMRC pada 6 Oktober 2022 lalu, jumlah suara NasDem menunjukkan berhasil menggaet pemilih Anies.
Surya Paloh Pasrah
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bicara soal nasib hubungan partainya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai deklarasi capres Anies Baswedan.
Dia menepis isu hubungan partainya retak dengan Jokowi. Namun, kini dia pasrahkan nasib hubungan itu di tangan Jokowi.
"Sekarang terserah. Bola ini ada di tangan Presiden Jokowi," ujar Surya Paloh di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2022).
Lebih lanjut, dia menegaskan partainya tetap berada di barisan koalisi pemerintah. Paloh juga masih menganggap Jokowi sebagai presiden dari NasDem.
"Ada yang nyatakan ke saya apa hubungan Bung Surya dengan Jokowi retak? Apa memang NasDem bukan koalisi pemerintah?"
"Jawaban jujur adalah saya masih anggap Presiden Jokowi adalah presiden Partai NasDem. Presiden Jokowi sahabat yang saya harapkan," tegas dia.
Dia menjelaskan pihaknya menerima segala kekurangan Jokowi sebagai sahabat.
"Jadi kalau ada yang coba usik, frame kita, Jokowi emoh pada NasDem, itulah frame yang dilakukan Jokowi itu tak suka NasDem. Itu pasti menurut saya upaya yang dilakukan secara sistemik dan sengaja untuk merusak hubungan yang sudah terjaga sedemikian rupa," ungkapnya.
Meskipun partainya telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres 2024, Surya Paloh menyatakan bukan berarti partainya ingin keluar dari koalisi pemerintah.
"Ini perlu saya tegaskan, bukan berarti karena kita calonkan Bung Anies Baswedan, hubungan kita harus retak, hubungan kita harus berpisah," kata dia.
Surya Paloh Buka Suara Soal Jokowi Tak Beri Selamat
Load more