News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rumah Masih Tertutup Rapat, Tapi Sekitar Mayat Keluarga Tewas di Kalideres Sudah Ada Penghilang Bau

Ditemukan 4 jasad tersebut berawal dari laporan warga yang bau tidak sedap dan sangat menyengat berasal dari kediaman di Perum Citra Garden, Kalideres, Jakbar
Senin, 14 November 2022 - 06:05 WIB
Rumah Keluarga tewas di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat
Sumber :
  • Tim tvOne - Arif Budiman

Jakarta - Masyarakat telah digegerkan dengan pemberitaan keluarga yang beranggotakan 4 orang tewas di dalam kediamannya di perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat.

Rumah Masih Tertutup Rapat, Tapi Sekitar Mayat Keluarga Tewas di Kalideres Sudah Ada Penghilang Bau

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditemukan 4 jasad tersebut berawal dari laporan warga yang bau yang tidak sedap dan sangat menyengat berasal dari dalam rumah.


Lokasi Penemuan Jasad keluarga yang tewas di Citra Garden, Kalideres, Jakbar. (Tim tvOne)

Dengan kondisi rumah yang masih tertutup rapat, pihak kepolisian memeriksa kedalam rumah dengan membobol paksa.

Terdapat 4 orang yang telah tewas dalam beberapa hari. Namun, polisi menemukan beberapa bekas kapur barus dan bedak bayi di sekitar jasad korban.

Saksi mengatakan keluarga tersebut memiliki sebuah mobil, polisi menduga mobil tersebut hilang. Berikut beberapa informasi yang membuat timbulnya kecurigaan pada kasus kematian keluarga di perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat.

Dugaan Mobil Milik Keluarga yang Tewas Telah Hilang

Polisi selidiki dugaan hilangnya mobil milik keluarga yang ditemukan tewas dalam rumah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Selain itu Polres Metro Jakarta Barat dan jajarannya juga masih selidiki penyebab pasti kematian satu keluarga di Kalideres yang berjumlah empat orang tersebut. 

Sebelumnya menurut keterangan warga, keluarga tersebut memiliki sebuah mobil semasa hidupnya, namun beberapa hari sebelum satu keluarga tersebut ditemukan tewas, mobilnya pun sudah tidak ada.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki dugaan mobil milik satu keluarga tersebut yang diduga hilang. 

"Untuk mobil yang hilang masih dalam penyelidikan, pendalaman, karena kan ini tidak ada yang mengetahui," ujar Pasma dikonfirmasi, Jumat 11 November 2022 


Temuan Jasad di dalam rumah di Kalideres, Jakbar. (Tim tvOne)

Pasma menduga hanya pihak keluarga korban yang mengetahui keberadaan mobil tersebut, pihaknya pun hingga kini berupaya berkomunikasi dengan pihak sanak saudara keluarga yang ditemukan tewas itu. 

Disisi lain, penyidik Polres Metro Jakarta Barat juga masih periksa percakapan korban di ponsel masing-masing. 

"Kita masih menanyakan kepada saksi-saksi, ada mungkin keluarga yang ada, juga termasuk isi percakapan dari HP yang mungkin jadi petunjuk buat kami," ujarnya. 

Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Jakarta Barat Kompol Taufik, penemuan jenazah empat orang dari satu keluarga tersebut berawal dari laporan warga dan juga ketua RT yang mencium bau busuk sangat menyengat yang berasal dari sebuah rumah di Perum Citra I Extension Blok AC5 RT 7 RW 7 Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis 10 November 2022 Pengurus RT pun melapor ke polisi yang kemudian dengan cepat tiba di lokasi. 

Anggota polisi yang datang pertama kali, mendapati pintu pagar dan rumah dalam keadaan terkunci, petugas terpaksa membobol kunci pintu dan pagar rumah tersebut untuk dilakukan penyelidikan. 

"Itu rumah terkunci, jadi rumah dibuka, terus dibongkar pintu besi, pagar, dan pintu utama, ternyata dalam rumah itu ada empat mayat," ujarnya. 

Sementara itu, hasil autopsi terhadap empat jasad tersebut tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. 

Tapi keempat korban diduga tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman yang cukup lama. 

"Jadi berdasarkan dari pemeriksaan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan. Jadi bisa diduga berdasarkan dari pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena ditemukan dari otot-otot sudah mengecil," ujarnya. 

Hasil autopsi yang dilakukan di RS Polri Kramat Jati juga diketahui keempat jenazah, tewas dalam waktu yang berbeda, keempat korban diperkirakan meninggal sejak 3 minggu yang lalu. 

"Ini dari bapaknya, ibunya, serta dari iparnya ini waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda," ujarnya.

Kepolisian Menemukan Bedak Bayi dan Kapur Barus

Kapolsek Metro Kalideres, AKP Syafri Wasdar mengatakan bahwa pihak kepolisian mendapatkan adanya bedak bayi dan kapur barus pada sekitar jasad yang ditemukan di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11/2022). 

Menurutnya, usai pemeriksaan tim Forensik kapur barus dan bedak bayi itu ditujukan untuk menghilangkan bau pada jasad yang tewas terlebih dahulu.  

"Itu ditemukan ada beberapa bekas bedak bayi dan kapur barus, menurut dokter itu untuk menghilangkan bau," ungkapnya. 


4 orang tewas di dalam rumah di Kalideres. Jakbar. (Tim tvOne)

pihak Dokter Forensik Polri sempat menyebutkan jika jasad satu keluarga terus tewas tidak dalam waktu yang bersamaan. 

"Jadi itu dari bapaknya, ibunya, iparnya semuanya di waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda-beda," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pasma Royce, Jumat (11/11/2022).

Sementara itu, pihak Dokter Forensik Polri masih melakukan pendalaman pada jasad satu keluarga tersebut guna mengungkap teka-teki kematiannya.  

Hasil sementara didapati bahwa organ lambung pada keempat jasad tersebut tak memiliki asupan makanan.  

"Kemarin disampaikan sisa atau bekas makanan itu keterangan sementara tapi belum tentu menjadi penyebab kematian. Menurut dokter bahwa jenazah yang dilakukan pemeriksaan dalam keadaan begitu memang tidak ada masuk makanan dua hari atau lebih," katanya.  

Polisi Masih Menunggu Hasil Uji Toksikologi

Setelah hasil autopsi terhadap keempat jenazah yang ditemukan di dalam rumahnya, Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat menjelaskan bahwa tidak ditemukan sisa makanan di dalam organ pencernaannya, kini polisi lakukan uji toksikologi.

“Sedang diambil sampel hati untuk toksikologi, kami menunggu hasil toksikologinya,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Haris Kurniawan, Jumat (11/11/2022).

Satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia itu masing-masing beridentitas Rudianto (71), Margaret (58), Dian (40) dan Budianto (69). 

Menurutnya para jasad satu keluarga tersebut dinyatakan meninggal dalam waktu yang  berbeda. 

"Betul. Jadi itu dari bapaknya, ibunya, iparnya semuanya di waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda-beda," ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Temuan jasad satu keluarga di perumahan elit tersebut terjadi pada Kamis (10/11/2022) sekitar pukul 18.00 WIB.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mencoba menemukan bukti-bukti dari keterangan saksi dan percakapan terakhir dari ponsel masing-masing korban. (Muu/kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mengevakuasi 16 korban meninggal dunia akibat tabrakan maut antara bus ALS dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Rabu siang (6/5/2026).
Sambil Mengusap Air Mata, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Memeluk Ibu Rani Penerima Bantuan RTLH 2026: Gimana Rasanya?

Sambil Mengusap Air Mata, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Memeluk Ibu Rani Penerima Bantuan RTLH 2026: Gimana Rasanya?

Momen paling emosional terjadi saat Gubernur Malut Sherly Tjoanda tiba dan melihat langsung hasil perubahan rumah ibu Rani, penerima program RTLH 2026
Indonesia Akan Terbitkan “Panda Bond” Bulan Depan, Purbaya Tak Mau Bergantung pada Negara Barat

Indonesia Akan Terbitkan “Panda Bond” Bulan Depan, Purbaya Tak Mau Bergantung pada Negara Barat

Instrumen utang Panda Bond akan menyasar langsung pasar domestik China, demi mengurangi eksposur terhadap kebijakan suku bunga dan arah ekonomi negara-negara Barat, khususnya AS.
KAI Ungkap 17 Orang Korban Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur Masih Jalani Perawatan

KAI Ungkap 17 Orang Korban Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur Masih Jalani Perawatan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) membeberkan kondisi korban yang dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur.
Masih Ingat Muchlis Hadi, Eks Wonderkid Persib yang Hilang Ditelan Bumi? Ternyata Terlibat Skandal Tendangan Kungfu Bhayangkara U-20 Hingga Komdis PSSI Turun Tangan

Masih Ingat Muchlis Hadi, Eks Wonderkid Persib yang Hilang Ditelan Bumi? Ternyata Terlibat Skandal Tendangan Kungfu Bhayangkara U-20 Hingga Komdis PSSI Turun Tangan

Komite Disiplin PSSI resmi memberikan hukuman pada setiap yang terlibat dalam skandal tendangan kungfu yang terjadi di laga Bhayangkara FC melawan Dewa United di Elite Pro Academy U-20. 
Orang Dekat Marc Marquez ini Ragu Mereka Bisa Reuni di Honda, Ia Yakin Sang Juara Bertahan akan...

Orang Dekat Marc Marquez ini Ragu Mereka Bisa Reuni di Honda, Ia Yakin Sang Juara Bertahan akan...

Mantan kepala kru Honda, Santi Hernandez, meragukan peluang kembali bekerja dengan Marc Marquez di pabrikan Jepang itu.

Trending

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025 tak hanya mengakhiri masa kepemimpinannya, tetapi juga menghentikan sejumlah rencana.
Kata-Kata Berkelas Kurniawan Dwi Yulianto usai Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China di Piala Asia U-17 2026

Kata-Kata Berkelas Kurniawan Dwi Yulianto usai Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China di Piala Asia U-17 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyampaikan pernyataannya setelah berhasil meraih kemenangan 1-0 atas China. Garuda Asia berhasil merengkuh tiga poin penuh dalam pertandingan di Piala Asia U-17 2026.
Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Direktur I.League, Ferry Paulus, resmi mengumumkan perpindahan venue Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Duel bertajuk El Clasico Indonesia itu gagal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Selengkapnya

Viral