News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sosiolog Ungkap Misteri Penyebab Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Kriminolog Ikut Berkomentar

tewasnya satu keluarga di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat, masih menjadi misteri. Pasalnya, sampai saat ini, motif dari kasus tersebut masih
Rabu, 16 November 2022 - 17:35 WIB
Personel Polisi sedang Menyelidiki Kasus Kematian Satu Keluarga di Citra Garden, Kalideres
Sumber :
  • tim tvone/tim tvone

Jakarta - Penyebab kasus tewasnya satu keluarga di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat, masih menjadi misteri. Pasalnya, sampai saat ini, motif dari kasus tersebut masih terus diselidiki pihak kepolisian.

Bahkan isu yang beredar, bahwasanya penyebab tewasnya satu keluarga di Kalideres itu karena diduga paham sekte apokaliptik. Namun isu itu tertepiskan oleh pernyataan Pakar Sosiolog. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab Pakar Sosiolog, Trubus Rahardiansyah mengukapkan misteri penyebab tewasnya satu keluarga di Kalideras, Perumahan Citra Garden. 

Pakar Sosiolog, Trubus Rahardiansyah mengukapkan misteri penyebab tewasnya satu keluarga di Kalideras, Perumahan Citra Garden

Trubus Rahardiansyah jelaskan, bila tewasnya satu keluarga merupakan tindakan bunuh diri tidak masuk akal.
 
"Karena kalau bunuh diri itu kan tindakan individual, itu persoalan ada harapan yang dinyatakan sama keinginan dan kenyataannya tidak sesuai, itu orang melakukan bunuh diri," kata Pakar Sosiolog, Trubus Rahardiansyah kepada tvone, Selasa (15/11/2022) malam.

Menurutnya, kalau teori bunuh diri Emile Durkheim, mejelaskan secara jelas bunuh diri dilakuka secara induvidu. Sementara, dia sebutkan, kejadian di Kalideres ini bukan sendiri melainkan kolektif, berarti dugaan bunuh diri itu terbantahkan.

"Nah, berangkat dari situ lah bahwasanya kejadian di Kalideres ini ada suatu perencanaanya atau pembunuhan yang terencana. Karena nggak ada sesuatu yang kemudian tiba-tiba empat orang mati secara bersama, itu nggak ada," ungkapnya. 

"Terkecuali ada faktor, misalnya eks faktor interpensi kayak racun atau faktor apa atau gas apa, itu bisa dinyatakan mati bersama, tetapi ini kan tidak ada, berarti di situ ada proses kemudian, ntah itu ada proses kemudian, ntah itu yang pertama, berikutnya dan terakhir kemudian bunuh diri, bisa teori itu dipakai," jelasnya.

Tempat Kejadian Tewasnya Satu Keluarga di dalam Rumah, Perumahan Citra Garden, Kalideres.

Namun, ia juga menduga tewasnya satu keluarga ini bisa jadi penyebabnya datang dari orang luar. Kemudian, ia katakan, bila orang luar masuk, berarti ada indikasinya ada telepon gemgam. 

"Nah, telepon gengam yang untuk pesan makanan selama ini apa? kan ada telepon gemgam. Kemudian, di situ juga motornya tidak ada, kendaraan juga tidak ada, nah itu kan bisa menguatkan ada orang luar, ntah itu jaringan keluarganya juga kita nggak tau kan," pungkasnya. 

Bahkan, ia juga menduga, bila ada jaringan keluarga yang sering masuk ke rumah itu, juga bisa saja melakukan tindakan pembunuhan. Oleh sebab itu, para tetangga pun tidak curiga. 

"Nah, sehingga saya juga melihat penyebab kematian ini karena adanya orang luar, bukan karena mati satu-satu, justru ini ada orang luar yang melakukan perencanaan, karena apa? sebab di lihat di situ ada macem-macemnya juga (bukti bedak)," ungkapnya. 

Rumah Satu Keluarga yang Tewas Membusuk di dalam Rumah, Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat.

Selanjutnya, di saat disinggung soal hasil outopsi yang tidak ada bekas kekerasan di 4 mayat satu keluarga tesebut. Dia malah menjelaskan, bahwa kasus tewasnya satu keluarga itu sama halnya dengan kasus pembunuhan di Kolam UI. Di mana pelakunya sampai saat ini belum ditemukan.

"Seperti kematian di danau UI itu, itu sampai sekarang tidak diketahui pelakunya, bahkan dikatakan tidak ada bukti-bukti soal pembunuhan, lantas bagaiaman dia bisa mati terjun sampai ke danau itu, kalau tidak ada indikasi pembunuhan," jelasnya. 

Sementara, Kriminologi Adrianus Meliala menduga empat anggota keluarga yang tewas di Kalideres tersebut memiliki keyakinan apokaliptik atau keyakinan terhadap akhir dunia. 

Sekte apokaliptik disangkut-pautkan dengan kasus ini lantaran hasil otopsi menyebut bahwa tidak ditemukan makanan dalam waktu yang lama pada tubuh satu keluarga di Perumahan Citra Garden Kalideres tersebut. 

Apokaliptik merupakan aliran yang percaya akan datangnya penghakiman Tuhan karena dunia ini sudah rusak dan akan digantikan oleh dunia baru. 

Dalam dunia baru tersebut, yang baik akan dianugerahi kebaikan, sedangkan yang jahat akan dihukum. Kejadian ini tidak hanya terjadi di indonesia, di luar sana ada kejadian yang serupa. 

Hingga kini, penyabab kematian satu keluarga yang ditemukan tewas mengering di rumah berlokasi di Kalideres, Jakarta Barat, masih misterius.

Sebelumnya diberitakan, tewasnya keluarga yang beranggotakan 4 orang di perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat kini sedang ramai dibicarakan publik.

Diduga Mobil Hilang, Percakapan Terakhir pada Ponsel Keluarga Tewas di Kalideres Bisa Jadi Petunjuk

Korban ditemukan setelah mendapat laporan dari warga yang mencium aroma bau yang tidak sedap dan sangat menyengat berasal dari dalam rumah.

Dalam keadaan rumah yang masih tertutup rapat, pihak kepolisian sempat memeriksa kedalam rumah dengan membobol paksa.

Terdapat 4 orang yang telah tewas dalam beberapa hari. Korban tersebut yakni RD (71) Suami/Kepala Keluarga, RM (68) Istri, DF (42) Anak, dan BG (69) Ipar.

Namun, polisi menemukan beberapa bekas kapur barus dan bedak bayi di sekitar jasad korban.

Saksi mengatakan keluarga tersebut memiliki sebuah mobil, polisi menduga mobil tersebut hilang. Berikut beberapa informasi yang membuat timbulnya kecurigaan pada kasus kematian keluarga di perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat. 

- Dugaan Mobil Hilang

Polisi selidiki dugaan hilangnya mobil milik keluarga yang ditemukan tewas dalam rumah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Selain itu Polres Metro Jakarta Barat dan jajarannya juga masih selidiki penyebab pasti kematian satu keluarga di Kalideres yang berjumlah empat orang tersebut. 

Sebelumnya menurut keterangan warga, keluarga tersebut memiliki sebuah mobil semasa hidupnya, namun beberapa hari sebelum satu keluarga tersebut ditemukan tewas, mobilnya pun sudah tidak ada.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki dugaan mobil milik satu keluarga tersebut yang diduga hilang. 

"Untuk mobil yang hilang masih dalam penyelidikan, pendalaman, karena kan ini tidak ada yang mengetahui," ujar Pasma dikonfirmasi, Jumat 11 November 2022 

Pasma menduga hanya pihak keluarga korban yang mengetahui keberadaan mobil tersebut, pihaknya pun hingga kini berupaya berkomunikasi dengan pihak sanak saudara keluarga yang ditemukan tewas itu. 

Disisi lain, penyidik Polres Metro Jakarta Barat juga masih periksa percakapan korban di ponsel masing-masing. 

"Kita masih menanyakan kepada saksi-saksi, ada mungkin keluarga yang ada, juga termasuk isi percakapan dari HP yang mungkin jadi petunjuk buat kami," ujarnya. 

Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Jakarta Barat Kompol Taufik, penemuan jenazah empat orang dari satu keluarga tersebut berawal dari laporan warga dan juga ketua RT yang mencium bau busuk sangat menyengat yang berasal dari sebuah rumah di Perum Citra I Extension Blok AC5 RT 7 RW 7 Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis 10 November 2022 Pengurus RT pun melapor ke polisi yang kemudian dengan cepat tiba di lokasi. 

Anggota polisi yang datang pertama kali, mendapati pintu pagar dan rumah dalam keadaan terkunci, petugas terpaksa membobol kunci pintu dan pagar rumah tersebut untuk dilakukan penyelidikan. 

"Itu rumah terkunci, jadi rumah dibuka, terus dibongkar pintu besi, pagar, dan pintu utama, ternyata dalam rumah itu ada empat mayat," ujarnya. 

Sementara itu, hasil autopsi terhadap empat jasad tersebut tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi keempat korban diduga tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman yang cukup lama. 

"Jadi berdasarkan dari pemeriksaan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan. Jadi bisa diduga berdasarkan dari pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena ditemukan dari otot-otot sudah mengecil," ujarnya. (tvone/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BEI Ubah Aturan Papan Pemantauan Khusus, 92 Saham Keluar Mulai Hari Ini

BEI Ubah Aturan Papan Pemantauan Khusus, 92 Saham Keluar Mulai Hari Ini

BEI menyempurnakan aturan Papan Pemantauan Khusus. Sebanyak 92 efek keluar, sementara 42 efek tetap karena masih memenuhi kriteria fundamental.
3 Shio Paling Hoki Besok, 29 September 2026: Rezeki dan Peluang Baru Terbuka

3 Shio Paling Hoki Besok, 29 September 2026: Rezeki dan Peluang Baru Terbuka

Berikut 3 shio yang diprediksi paling hoki besok, 29 September 2026: Rezeki dan peluang baru terbuka.
Dari Eksportir Bijih Jadi Raja Nikel, Indonesia Kini Kuasai 41 Persen Produksi Dunia

Dari Eksportir Bijih Jadi Raja Nikel, Indonesia Kini Kuasai 41 Persen Produksi Dunia

Dalam satu dekade terakhir, posisi Indonesia telah berubah menjadi salah satu kekuatan utama dalam rantai industri nikel global. Pangsa produksi nikel olahan
Update Cedera Liverpool: Iraola Harap-harap Cemas, Alexander Isak dan Cody Gakpo Berpotensi Absen Lawan Manchester City

Update Cedera Liverpool: Iraola Harap-harap Cemas, Alexander Isak dan Cody Gakpo Berpotensi Absen Lawan Manchester City

Klub Liga Inggris, Liverpool dapat kabar kurang menyenangkan saat jeda internasional. Alexander Isak alami cedera dan harus meninggalkan skuad Timnas Swedia.
Ariawan: MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Ariawan: MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Ariawan menilai MPR RI memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi di tengah
6 Fakta Jelang Laga Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

6 Fakta Jelang Laga Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Simak fakta menarik jelang laga Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Mulai dari rekor head-to-head, sejarah pertemuan, hingga perang bintang di SUGBK!

Trending

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 shio diprediksi hoki soal karier besok 29 September 2026. Ada peluang kerja baru, kepercayaan dari atasan, hingga kesempatan menunjukkan kemampuan.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Siap-siap ketiban hoki! 5 zodiak ini diprediksi beruntung soal karier besok, 29 September 2026. Ada yang dapat peluang, perhatian, hingga kepercayaan!
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Selengkapnya

Viral