GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Influencer Sayap Kanan Inggris Hina Batik Tenun Endek: Apakah yang digunakan idiot ini?

Cuitan Influencer Sayap Kanan Inggris Mahyar Tousi di Twitter jadi sorotan setelah menghina Batik Tenun Endek yang digunakan oleh petinggi negara di KTT G20
Kamis, 17 November 2022 - 13:56 WIB
Para petinggi menggunakan Kain Endek Bali pada KTT G20
Sumber :
  • Instagram @zul.hasan

Jakarta – Sebuah cuitan Influencer Sayap Kanan Inggris Mahyar Tousi di Twitter menjadi sorotan setelah menghina Batik Tenun Endek yang digunakan oleh petinggi negara saat mengikuti KTT G20 di Bali kemarin.
 
Melalui cuitan di Twitter pribadinya pada Rabu (16/11/2022), Mahyar Tousi terlihat dengan sadar dan sengaja menuliskan kalimat kasar berisi penghinaan terhadap busana tradisional Indonesia yakni batik.
 
“Apakah yang digunakan idiot ini?” tulisnya @MahyarTousi.
 
Dalam foto yang ia unggah terlihat beberapa pejabat dalam dan luar negeri yang sedang berbincang di antaranya Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dan pendiri World Economic Forum (WEF) Klaus Martin Schwab serta Mendag Zulkifli Hasan.
 
Usai mengunggah kritik dan penghinaan tersebut, akun Tousi langsung ramai hujatan dari warganet. Netizen Indonesia merasa terhina dan tidak terima atas postingan tersebut.
 
Tak lama setelah sejumlah kritik yang menghujani akunnya, Mahyar Tousi langsung menghapus cuitan tersebut. Namun cuitan problematiknya itu sudah banyak diabadikan oleh sejumlah akun salah satunya Max Walden.
 
Kini diketahui Tousi meminta maaf atas apa yang dia tuliskan dalam tweet tersebut. Permohonan maafnya ia tulis dalam sebuah utas panjang.
 
"Menyusul sejumlah ancaman pembunuhan dan pesan dari warga negara Indonesia dan pejabat pemerintah, saya ingin menyampaikan foto ini yang diposting di media sosial oleh banyak dari kita di Inggris yang telah menyebabkan pelanggaran di Indonesia," jelasnya dalam awal utas yang ditulis pada Rabu (16/11/2022).
 
Mahyar Tousi mengaku bahwa dirinya tidak hanya mendapat teguran, tetapi juga ancaman pembunuhan.
 
"Kami biasanya menemukan politisi kami menjadi kaki tangan kelompok dan budaya untuk tujuan PR (membua citra publik tertentu),menggelikan dan terlalu dibuat-buat. Tidak ada niat untuk menyinggung tradisi budaya mana pun. Kami akan mengkritik politisi bahkan jika mereka mengenakan hoodie London timur hanya untuk "berhubungan" dengan daerah tersebut."
 
"Semua budaya dan tradisi memiliki karakteristik uniknya masing-masing dan tidak boleh dihina secara asal-asalan, atau dimanfaatkan oleh politisi dan selebritas untuk tujuan mencari perhatian," pungkas Mahyar Tousi. (mg9/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Video Nenek Bertongkat Masuk Rumah Warga Tanpa Izin di Jatinegara Viral, Identitasnya Belum Diketahui

Video Nenek Bertongkat Masuk Rumah Warga Tanpa Izin di Jatinegara Viral, Identitasnya Belum Diketahui

Video nenek bertongkat masuk ke rumah warga tanpa izin di Jatinegara, Jakarta Timur, viral di media sosial.
Diremehkan hingga Dibully Habis-habisan, Bojan Hodak Prediksi Beckham Putra akan Cetak Gol di Laga Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis

Diremehkan hingga Dibully Habis-habisan, Bojan Hodak Prediksi Beckham Putra akan Cetak Gol di Laga Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis

Bojan Hodak pasang badan usai Beckham Putra dibully netizen. Pelatih Persib itu prediksi Beckham bakal cetak gol di laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts & Nevis
Elektrifikasi Ojol Jadi Kunci Hemat Subsidi BBM, Potensi Penghematan Capai Rp15 Triliun

Elektrifikasi Ojol Jadi Kunci Hemat Subsidi BBM, Potensi Penghematan Capai Rp15 Triliun

Elektrifikasi ojol dinilai mampu hemat subsidi BBM hingga Rp15 triliun per tahun, dorong efisiensi APBN dan tingkatkan kesejahteraan pengemudi.
Unair Resmi Umumkan 68 Kandidat Golden Ticket 2026 Menjadi Ksatria Airlangga

Unair Resmi Umumkan 68 Kandidat Golden Ticket 2026 Menjadi Ksatria Airlangga

Demi menjaga objektivitas seleksi, UNAIR menerapkan sistem pemetaan kuadran. Metode ini mengombinasikan capaian akademik dan prestasi non-akademik.
Bicara Pakai Bahasa, Akun Media Sosial Resmi FIFA Tak Sabar Nantikan Duel Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis

Bicara Pakai Bahasa, Akun Media Sosial Resmi FIFA Tak Sabar Nantikan Duel Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis

Pakai bahasa untuk berinteraksi dengan suporter Garuda, media sosial resmi FIFA ikut ramaikan laga FIFA Series antara Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis.
Letjen TNI Yudi Mundur dari Jabatan Kabais, Sorotan Tanggung Jawab Moral di Tengah Kasus Penyiraman Air Keras Andrie KontraS

Letjen TNI Yudi Mundur dari Jabatan Kabais, Sorotan Tanggung Jawab Moral di Tengah Kasus Penyiraman Air Keras Andrie KontraS

Letjen TNI Yudi mundur dari jabatan Kabais TNI usai kasus air keras, sorotan tanggung jawab moral dan integritas kepemimpinan di tengah publik.

Trending

FIFA Beri Restu! 4 Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Berpeluang Dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026

FIFA Beri Restu! 4 Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Berpeluang Dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026

PSSI dikabarkan telah menghubungi 4 pemain keturunan yang sudah mendapat restu FIFA untuk dinaturalisasi. Mereka berpotensi memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026.
Timnas Indonesia Main Nanti Malam! Ini Jadwal dan Jam Pertandingan FIFA Series 2026 Skuad Garuda vs Saint Kitts and Nevis

Timnas Indonesia Main Nanti Malam! Ini Jadwal dan Jam Pertandingan FIFA Series 2026 Skuad Garuda vs Saint Kitts and Nevis

Timnas Indonesia akan melakoni laga FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/03/2026) malam ini. Skuad Garuda pun membidik kemenangan.
Pelatih Bulgaria Blak-blakan soal 'Level' Timnas Indonesia, Sebut Skuad Garuda Lebih Kuat Era Tanpa Naturalisasi

Pelatih Bulgaria Blak-blakan soal 'Level' Timnas Indonesia, Sebut Skuad Garuda Lebih Kuat Era Tanpa Naturalisasi

Komentar mengejutkan datang dari pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, jelang keikutsertaan timnya di FIFA Series. Skuad Garuda lebih kuat tanpa naturalisasi.
Postingan Lebaran Megawati Hangestri Diserbu Fans Red Sparks, Megatron Diminta 'Mudik' ke Korea

Postingan Lebaran Megawati Hangestri Diserbu Fans Red Sparks, Megatron Diminta 'Mudik' ke Korea

Penggemar Red Sparks serentak serbu postingan terbaru Instagram Megawati Hangestri yang mengunggah momen lebaran bersama keluarganya di Jember, Jawa Timur.
Terima Kasih Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert! Kini Timnas Indonesia Era John Herdman Punya Fondasi Tangguh Jelang FIFA Series 2026

Terima Kasih Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert! Kini Timnas Indonesia Era John Herdman Punya Fondasi Tangguh Jelang FIFA Series 2026

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara khusus menyoroti peran Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, dalam membentuk wajah permainan skuad Garuda saat ini.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main usai Kasus Paspor Dean James Mencuat, Blak-blakan Bongkar Borok Naturalisasi Timnas Indonesia yang Rugikan Pemain

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main usai Kasus Paspor Dean James Mencuat, Blak-blakan Bongkar Borok Naturalisasi Timnas Indonesia yang Rugikan Pemain

Jurnalis Belanda kritik keras proyek naturalisasi Timnas Indonesia usai polemik paspor Dean James & Nathan Tjoe-A-On di Eredivisie. Mees Hilgers ikut terseret!
Timnas Indonesia Untung Besar! FIFA Siapkan Hadiah Spesial Jika Kalahkan Saint Kitts and Nevis, Garuda Berpeluang Kian Melejit

Timnas Indonesia Untung Besar! FIFA Siapkan Hadiah Spesial Jika Kalahkan Saint Kitts and Nevis, Garuda Berpeluang Kian Melejit

Timnas Indonesia berpeluang meraih tambahan poin penting dari FIFA jika mampu menumbangkan Saint Kitts and Nevis pada pertandingan FIFA Series 2025 malam ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT