GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sambil Menunjuk-nunjuk Wajah Bharada E, Ferdy Sambo: Kita Berdua yang Bertanggung Jawab!

Sidang kasus pembunuhan Brigadir J memasuki babak baru. Dalam momen kesaksiannya Ferdy Sambo menunjuk-nunjuk wajah Bharada E serta memintanya untuk ikut....
Rabu, 14 Desember 2022 - 17:20 WIB
Ferdy Sambo mengajak Bharada E untuk bertanggung jawab
Sumber :
  • Kolase tvonenews.com

Jakarta – Sidang kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terus berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Pada Selasa, 13 Desember 2022 lalu dilaksanakan sidang terhadap terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dengan agenda pemeriksaan saksi.

Bharada E menjadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam persidangan tanggal 13 Desember tersebut. Dalam kesempatan itu, Bharada E memberikan beragam kesaksian yang cukup kontroversial bagi pihak Ferdy Sambo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesaksian tersebut menyangkut perintah “Hajar, Chad!” yang dilontarkan oleh Ferdy Sambo dan akhirnya menjadi gerbang awal penembakan Brigadir J. Selain itu, Bharada E juga mengungkapkan mengenai hadiah uang yang diberikan Ferdy Sambo pasca menembak Brigadir J.

Menanggapi kesaksian Bharada E tersebut, Ferdy Sambo memberikan beberapa bantahan. Dirinya mengatakan tidak pernah menjanjikan uang terhadap Bharada E.

“Yang di tanggal 10 juga itu tidak pernah saya janjikan uang dan handphone itu saya yang berikan karena handphone itu berada di meja depan ruangan saya,” jelas Ferdy Sambo.

Bukan itu saja, Ferdy Sambo juga menyayangkan kebohongan yang dilakukan dalam berita acara pemeriksaan Bharada Richard Eliezer pada 5 Agustus. Pasalnya, karena kebohongan tersebut dirinya harus dibawa ke Mabes Polri.

“Saya sampai bahwa ternyata keterangan kebohongan tanggal 5 itulah yang kemudian saya dijemput bintang dua dibawa ke Mabes Polri kemudian saya di patsus. Tanggal 8 setelah istri saya diancam akan ditersangkakan saya sampaikan tapi apa nyatanya ternyata juga ditersangkakan, tapi apa nyatanya ternyata juga ditersangkakan dan diterdakwakan,”sebut Ferdy Sambo.

Bukan itu saja, Ferdy Sambo juga mengatakan bahwa dirinya mau bertanggung jawab untuk kasus kematian Brigadir J ini. Namun dengan catatan Bharada E harus ikur untuk bertanggung jawab bersamanya.

"Yang terakhir, Yang Mulia, kalaulah saksi menyampaikan bahwa saya minta menghajar kemudian saksi menerjemahkan perintah penembakan dari saya, saya akan bertanggung jawab, tapi kita berdua yang bertanggung jawab," terang Ferdy Sambo pada persidangan lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua di PN Jaksel, Selasa (13/12/2022).

Selain itu, Ferdy Sambo juga meminta agar Bharada E tidak melibatkan istrinya, Putri Candrawathi dan Ricky Rizal dalam kasus ini. Karena Ferdy Sambo sendiri akan turun tangan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya.

"Janganlah Ricky, istri saya kau libatkan, saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang saya lakukan, tapi tidak saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang tidak saya lakukan," ungkap Ferdy Sambo.

Ketika memberikan keterangan ini Ferdy Sambo menunjuk-nujuk ke arah Bharada E yang duduk di kursi saksi.

Putri Candrawathi dipaksa Ferdy Sambo

Bukan itu saja, dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir J, ditemukan satu fakta baru yang diungkapkan oleh terdakwa Putri Candrawathi.

Istri Ferdy Sambo tersebut mengatakan bahwa laporan polisi (LP) mengenai kasus dugaan pelecehan seksual oleh Brigadir J dibuatnya atas suruhan orang lain.

Putri Candrawathi mengaku dipaksa oleh Ferdy Sambo dalam pembuatan laporan kasus tersebut di Polres Metro Jakarta Selatan. Putri Candrawathi mengaku bahwa dirinya hanya mengikuti perintah suaminya untuk melapor karena takut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Putri Candrawathi ketika bersaksi di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Bharada E, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (12/12/2022).

Kesaksian ini bermula ketika tim kuasa hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Stella Masengi mengonfirmasi hal tersebut pada Putri Candrawathi.

“Saudara Saksi, Saudara Saksi tadi menyampaikan pada saat Saudara Saksi membuat laporan mengenai pelecehan itu disuruh dan dipaksa oleh Ferdy Sambo atau suami Saudara Saksi, betul?” tanya tim kuasa hukum Bharada E.

“Betul,” ucap Putri Candrawathi dengan lirih.

Mendengar jawaban tersebut, kuasa hukum Bharada E lantas mengonfirmasi kembali mengenai alasan Putri Candrawathi menuruti perintah tersebut.

“Saudara saksi mengatakan saudara saksi disuruh dan dipaksa karena Saudara takut dengan suami Saudara?” tanya Stella Masengi.

“Iya,” jawab Putri Candrawathi dengan sangat lirih.

Selanjutnya, tim kuasa hukum Bharada E pun lantas bertanya lagi apakah Ferdy Sambo merupakan sosok yang sulit untuk dibantah, bahkan oleh Putri Candrawathi yang secara status merupakan sang istri.

Menanggapi pertanyaan tersebut Putri Candrawathi menjawab dengan diplomatis bahwa hal tersebut adalah karakter Ferdy Sambo selaku anggota kepolisian.

“Apakah Saudara Ferdy Sambo ini memang orangnya tidak bisa dibantah atas apa yang diperintah bahkan oleh Saudara sendiri sebagai istrinya?” tanya tim kuasa hukum Bharada E.

“Karena karakter seorang polisi, orang yang tegas,” jelas Putri Candrawathi dengan nada suara yang sangat lirih.

Menimpali hal ini kuasa hukum Bharada E terus menanyakan apakah sosok Ferdy Sambo ini cukup sulit untuk dibantah atau tidak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karakternya, karakter Ferdy Sambo? Tegas memang tidak bisa dibantah?” konfirmasi dari tim kuasa hukum Bharada E.

“Dalam hal kemarin iya,” jawab Putri Candrawathi. (Lsn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Investasi Masa Depan AC Milan pada Sosok Alphadjo Cisse, Berlian Tersembunyi yang Bikin Manajemen Rossoneri Rela Bakar Uang

Investasi Masa Depan AC Milan pada Sosok Alphadjo Cisse, Berlian Tersembunyi yang Bikin Manajemen Rossoneri Rela Bakar Uang

AC Milan mulai serius menyiapkan proyek jangka panjang di masa depan. Salah satu nama yang mendapat perhatian besar manajemen Rossoneri adalah Alphadjo Cisse.
Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah lepas 1790 murid program magang kerja luar negeri, serta alumni sebagai pekerja migran dari SMK wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Jepang dan Qatar Ketar-ketir? John Herdman Klaim Timnas Indonesia Jadi Momok di Piala Asia 2027

Jepang dan Qatar Ketar-ketir? John Herdman Klaim Timnas Indonesia Jadi Momok di Piala Asia 2027

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, optimistis skuad Garuda mampu lolos dari fase grup Piala Asia 2027 meski tergabung bersama lawan-lawan berat.
‎John Herdman Beberkan Alasan Mau Menetap di Jakarta Selama Latih Timnas Indonesia, Singgung Budaya hingga Suporter

‎John Herdman Beberkan Alasan Mau Menetap di Jakarta Selama Latih Timnas Indonesia, Singgung Budaya hingga Suporter

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap alasan di balik keputusannya menetap di Indonesia selama menangani skuad Garuda.
Pemuda dari Berbagai Provinsi Gotong Royong Bersihkan Aksi Vandalisme di Sejumlah Fasilitas Publik Kota Yogyakarta

Pemuda dari Berbagai Provinsi Gotong Royong Bersihkan Aksi Vandalisme di Sejumlah Fasilitas Publik Kota Yogyakarta

Gerakan gotong royong di era modern mulai bergeser maknanya. Namun, sebuah inisiatif unik muncul dari sekumpulan anak muda yang tergabung dalam Komunitas Gotong Royong Indonesia.
Prabowo: Tragedi Marsinah yang Dibunuh dengan Keji Tidak Seharusnya Terjadi

Prabowo: Tragedi Marsinah yang Dibunuh dengan Keji Tidak Seharusnya Terjadi

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral