Malah Curhat, Kuat Maruf Bilang ke Ahli Psikologi Forensik: "Saya Sakit dengan Bahasa Itu, Ibuk"
- Kolase tvonenews.com
Masih mencoba meyakinkan diri, Kuat Maruf menanyakan ulang pada ahli psikologi forensik apakah dia aslinya orang yang jujur atau tidak.
“Terima kasih, Ibuk. Padahal aslinya jujur ya, Ibuk,” ungkap Kuat Maruf.
“Kami tidak bilang bohong Pak, ya. Tidak ada indikasi manipulatif,” ungkap Reni Kusumowardhani.
Selain Kuat Maruf dalam persidangan ini juga dibacakan hasil dari terdakwa lain seperti Putri Candrawathi, Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, dan Ricky Rizal Wibowo.
Ahli forensik meminta maaf
Sebelumnya, momen pertemuan Kuat Maruf dan ahli psikologi forensik Reni Kusumowardhani ini juga diwarnai dengan tawa. Pasalnya, ahli psikolog forensik diketahui sampai meminta maaf sebelum membacakan hasil tes psikologi milik Kuat Maruf. Hal ini sontak menimbulkan gelak tawa dari peserta sidang.
“Saya harus menyampaikan ya, Pak. Mohon maaf ini bisa dibuka. Izin Pak Kuat,” sebut psikolog Forensik terhadap Kuat Maruf.
Diketahui hasil tes psikologi menunjukkan bahwa Kuat Maruf cenderung lebih lambat untuk memahami informasi dan menyesuaikan diri dari tuntutan lingkungan. Namun Kuat Maruf tetap memiliki potensi untuk memahami keadaan di lingkungan sekitarnya.
“Jadi lebih lambat di dalam memahami informasi dan menyesuaikan diri dari tuntutan lingkungan. Tetapi memiliki potensi untuk memahami keadaan di lingkungan sekitarnya melalui nilai-nilai moral yang dia yakini dan melalui kebiasaan-kebiasaan yang dia alami,” ungkap psikolog forensik.
Bukan itu saja, psikolog forensik Rini Kusumowardhani juga mengatakan bahwa Kuat Maruf memiliki kecerdasan di bawah rata-rata.
“Kecerdasannya tergolong di bawah rata-rata dibandingkan populasi orang seusianya. Jadi Bapak Kuat Maruf ini agak lebih lambat dalam memahami informasi,” terang psikolog forensik.
Sementara itu, psikolog forensik juga menilai bahwa Kuat Maruf memiliki kepatuhan moral yang tergolong baik. Jaksa pun lantar bertanya pada psikolog mengenai kepatuhan Kuat Maruf terhadap otoritas.
Dalam kesempatan tersebut psikolog menjawab bahwa kepatuhan terhadap otorita yang dimiliki Kuat Maruf tergolong cukup tinggi.
“Jadi pada Bapak Kuat Maruf ini tidak mudah disugesti, kepatuhannya tinggi, tetapi tidak mudah disugesti. Dan dari hasil kepura-puraan tidak didapatkan kepura-puraan,” ungkap Rini Kusumowardhani. (Lsn)
Load more