Gula Darah Tinggi Belum Tentu Diabetes, Ini Penjelasannya!
- ChatGPT
tvOnenews.com - Gula darah tinggi sering kali langsung dianggap sebagai tanda seseorang mengidap Diabetes.
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Faktanya, kadar gula darah yang meningkat belum tentu menandakan adanya penyakit kronis, terutama jika terjadi dalam kondisi tertentu.
Gula darah tinggi bisa dialami siapa saja
- Pixabay
Melansir dari program Hidup Sehat tvOne, secara medis, gula darah tinggi atau hiperglikemia bisa dialami oleh siapa saja, termasuk orang yang tidak memiliki riwayat diabetes.
Beberapa kondisi seperti stres berat, infeksi, demam, atau sedang sakit dapat memicu lonjakan gula darah.
Hal ini terjadi karena tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah secara sementara.
Pola makan pengaruhi kondisi gula darah
Pola makan juga berperan besar pada kadar gula darah seseorang.
Konsumsi karbohidrat sederhana dan minuman manis secara berlebihan dapat menyebabkan kenaikan gula darah dalam waktu singkat.
Namun, kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama dan akan kembali normal setelah tubuh memproses gula tersebut.
Perbedaan gula darah tinggi dengan diabetes
- Gemini AI
Perbedaan utama antara gula darah tinggi biasa dan diabetes terletak pada durasi serta konsistensinya.
Gula darah tinggi yang bersifat sementara umumnya akan turun kembali setelah penyebabnya teratasi.
Sementara itu, diabetes ditandai dengan kadar gula darah yang terus-menerus tinggi dan berlangsung dalam jangka panjang.
Pada kondisi ini, tubuh mengalami gangguan dalam mengatur kadar gula darah, baik karena kekurangan insulin maupun resistensi insulin.
Untuk memastikan kondisi tersebut, pemeriksaan gula darah menjadi langkah penting.
Pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes gula darah puasa, gula darah dua jam setelah makan, serta gula darah sewaktu.
Secara umum, kadar gula darah puasa normal berada di kisaran 70-99 mg/dL, prediabetes 100-125 mg/dL, dan diabetes jika mencapai atau melebihi 126 mg/dL.
Gula darah tinggi bisa picu penyakit serius
Meski belum tentu mengarah pada diabetes, kondisi gula darah tinggi tetap tidak boleh diabaikan.
Jika dibiarkan terus-menerus, kadar gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko kerusakan organ tubuh seperti ginjal, pembuluh darah, dan saraf.
Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga pola hidup sehat, mengatur asupan makanan, serta rutin memantau kadar gula darah.
Memahami perbedaan antara gula darah tinggi dengan diabetes penting diketahui agar tidak salah tafsir sekaligus tetap waspada.
Dengan penanganan yang tepat, gula darah tinggi dapat dikontrol sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
(nka)
Load more