GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ratu Adil

Usai penetapan hasil Pilpres, Pileg DPR RI, dan Pileg DPD RI 2024, hal yang paling serius dalam politik Indonesia hari ini selanjutnya adalah mewujudkan harapan
Senin, 25 Maret 2024 - 14:30 WIB
Pojok KC - Kolase Foto Prabowo Subianto
Sumber :
  • tim tvonenews

SETELAH Pembacaan Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 tentang penetapan hasil Pilpres, Pileg DPR RI, dan Pileg DPD RI 2024, hal yang paling serius dalam politik Indonesia hari ini selanjutnya adalah mewujudkan harapan.

Inilah saatnya membuktikan bahwa kemenangan politik bukan sebuah pergulatan yang subyektif atau sepihak. Perjuangan politik yang kemarin dipraktikan secara keras oleh ketiga poros kekuatan politik—bahkan mungkin menjurus brutal—hanyalah berangkat dari perjuangan mewujudkan kebenaran dan keadilan yang sama. Sebuah kebenaran dan keadilan untuk siapa saja. Rumusannya mestilah sederhana: kemenangan politik bukan lah kemenangan bendera atau kelompok, tapi kemenangan pada yang universal, nilai-nilai, yakni kebenaran dan keadilan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah kemenangan politik, selanjutnya bukan soal yang mudah. Menavigasi bangsa ini sendirian, meski mendapatkan mandat lewat pemilu bukan perkara sepele. Apalagi setelah kemenangan, tak selamanya yang datang adalah ketulusan. Prabowo Subianto yang dinyatakan Komisi Pemilihan Umum unggul dalam perolehan suara Pemilu 2024 menyatakan sendiri hal tersebut. 

“Kawan sejati itu di saat susah. Kalau di saat baik, senang itu banyak. Tidak pernah nongol akan nongol semua dan kadang bawa titipan lagi,” ujar Prabowo saat berkunjung ke mitra koalisinya Partai Amanat Nasional. 

Apa boleh buat, the winner takes it all nyatanya tak berlaku. Pemenang justru harus berbagi, agar pemerintahannya efektif. Kita tahu, Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo-Gibran Rakabuming hanya mendapatkan 43,18 persen. Belum aman untuk memuluskan program pemerintah di parlemen. Apalagi, sudah jelas, kursi strategis Ketua DPR, menurut UU MD3 pasal 427D akan dipegang oleh PDI Perjuangan. Penguasaan kursi Ketua DPR oleh PDIP bisa menyulitkan pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara, empat Wakil Ketua DPR akan diperoleh Golkar, Gerindra, Nasdem dan PKB.

Dalam konteks itulah Prabowo Subianto pekan lalu menemui Surya Paloh, Ketua Umum NasDem, partai yang sebelumnya mendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dalam Pemilu 2024. NasDem memperoleh suara cukup signifikan: bertengger di lima besar pemenang pemilu, perannya sangat dibutuhkan untuk memuluskan program-program pemerintah berikutnya di Dewan Perwakilan Rakyat.  

Pertemuan pertemuan antar tokoh politik ke depannya pastilah akan lebih sering dilakukan. Seperti gunung es yang perlahan mencair, kebekuan-kebekuan, polarisasi antarelit politik perlahan juga bakal meluruh. Bukankah politik adalah seni mengelola kemungkinan-kemungkinan, termasuk ke batas yang muskil sekalipun. 

Barangkali karena itu Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir, orang yang selama ini menempatkan diri sebagai guru bangsa menyebut kemenangan dalam kontestasi politik, sebenarnya bukan kegembiraan melainkan justru menjadi sebuah kewajiban, tanggung jawab dan beban yang berat. Pemenang harus punya kerendahan hati, jiwa negarawan untuk merangkul semua.

"Hal yang terbesar dari agenda para pemegang mandat itu adalah menjalankan konstitusi dan membawa Indonesia menjadi negara yang betul-betul merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Artinya negara yang progresif maju," kata Haedar. 

Apa yang disebut Haedar tentang negara yang betul-betul merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, dalam masyarakat Jawa disebut zaman Ratu Adil.

Sastrawan dan rohaniawan Sindhunata belum lama merilis edisi bahasa Indonesia dari buku disertasinya pada di Hochschule fur Philosophie, Philosophische Fakultat SJ di Munchen, Jerman tentang sejarah wong cilik (rakyat kecil) mendamba ratu adil dalam kosmologi Jawa. 

Menurut Sindhunata, Ratu Adil adalah tradisi mesianisme Jawa yang laten. Lahir dari sejarah perlawanan rakyat terhadap penindasan kolonialisme dan imperialisme penjajah, mereka ingin bebaskan diri dari penderitaan dengan caranya sendiri. Harapan akan datangnya zaman Ratu Adil jadi semangat, elan vital dalam hidup rakyat dari zaman ke zaman.

Dari sejarah kita tahu perlawanan dan pemberontakan rakyat kecil itu pada kesewenangan kolonial memang kerap berakhir dengan kegagalan. Namun, kegagalan ini tak menghilangkan dan meniadakan harapan yang tersimpan dalam perlawanan mereka. Harapan itulah yang harus kita rawat terus sampai kini. 

Soekarno muda, ujar Sindhunata, misalnya adalah seorang intelektual yang bisa menangkap ide Ratu Adil itu sebagai harapan seluruh rakyat Indonesia. Sebelum diasingkan ke pembuangan, di hadapan sidang hakim-hakim kolonial, ia memaparkan pidato pembelaannya yang terkenal berjudul ”Indonesia Menggugat” (18 Agustus 1930).

Di sana tampak Soekarno menangkap Ratu Adil bukan sebagai mitos atau khayalan, tapi sebagai ”harapan” yang riil ada di dalam hati wong cilik yang menderita dan mencita-citakan pembebasan.

”Kalau rakyat mengira Ratu Adil itu telah muncul, itu tak lain tak bukan karena hati rakyat yang menangis itu, tak henti-hentinya, tak habis-habisnya menunggu-nunggu atau mengharap-harapkan datangnya pertolongan, sebagaimana orang yang berada dalam kegelapan tak henti-hentinya pula saban jam, saban menit, saban detik, menunggu-nunggu dan mengharap-harap: 'kapan, kapankah matahari terbit?'”

Nah, Prabowo yang unggul dengan 96.214.691 suara, menang tebal di 36 provinsi dari 38 provinsi yang ada di Indonesia, punya peluang menjawab pertanyaan laten soal “kapan matahari terbit?” Kapan ratu adil yang membawa masyarakat adil dan makmur akan tiba?” 

Agaknya rakyat sudah bosan mengalami zaman edan. Jika zaman edan di masa lampau adalah saat penderitaan rakyat begitu tak tertanggungkan akibat penjajahan Belanda, zaman edan saat ini adalah kemiskinan hidup rakyat kecil yang digerogoti oleh budaya korupsi kaum elit dan priyayi.

Rakyat ingin kekacauan segera hilang digantikan zaman baru yang penuh dengan kenormalan.

Demikian, untuk para pemenang negeri ini selalu memanggil manggil untuk terus didefinisikan ulang. Saatnya para pemenang menulis sejarah Indonesia yang lebih adil terbuka dan demokratis. Sebab. menjadi Indonesia adalah sesuatu yang belum selesai atau tak pernah selesai. Ia adalah kata kerja. 

Sebab, saya yakin, bagi Prabowo---juga sebenarnya bagi kita semua—tanah air ini bukan sekedar sebuah tempat tinggal, Indonesia adalah sebuah amanat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dan amanat tersebut adalah mewujudkan harapan rakyat kecil yang telah lama terlunta lunta. Harapan untuk lepas dari penderitaan dan kemiskinan. Karena telah begitu banyak orang yang sudah berkorban memperjuangkan cita cita dan harapan itu. 

Bagi rakyat kecil harapan itu sebenarnya tidak terlampau muluk. Ia juga bukanlah emosi yang datang dan pergi sesaat.  Bagi rakyat kecil, memelihara harapan adalah energi untuk hidup, semangat untuk terus berjuang di dunia yang fana ini. Ia nafas optimisme, bukan keluhan pesimisme. Jadi, seandainya kemenangan politik ini bisa menjauhkan wong cilik ini dari penindasan, penderitaan, kemiskinannya sudah cukup lah dikatakan ”Politik Ratu Adil” sudah terwujud. (Ecep Suwardaniyasa Muslimin)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemprov Jatim Salurkan 64 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Pemprov Jatim Salurkan 64 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelindo dan BNN Jawa Timur Edukasi Pelajar Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Pelindo dan BNN Jawa Timur Edukasi Pelajar Cegah Penyalahgunaan Narkoba

PT PTP bersama Pelindo Regional 3 dan BNN Provinsi Jatim gelar sosialisasi anti narkoba bertajuk “Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Bersama Sobat Ananda Bersinar” di SMAN 8 Surabaya.
Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Singkirkan Tuan Rumah, Alwi Farhan Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Perempat Final

Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Singkirkan Tuan Rumah, Alwi Farhan Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Perempat Final

Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang mempertemukan pertandingan di sektor tunggal putra antara Alwi Farhan vs wakil tuan rumah Ayush Shetty.
Indonesia Bidik Investasi Jerman, Proyek Energi Surya 100 GW Jadi Magnet Baru

Indonesia Bidik Investasi Jerman, Proyek Energi Surya 100 GW Jadi Magnet Baru

Indonesia membuka lebar pintu investasi Jerman untuk menggarap proyek energi hijau hingga rantai pasok industri semikonduktor. Pemerintah bahkan menyiapkan proyek pembangkit energi surya berkapasitas sekitar 100 gigawatt dalam dua hingga tiga tahun ke depan sebagai salah satu peluang investasi strategis.
Deretan Gurita Bisnis Ruben Onsu yang Kini jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Profitnya Ada yang Capai Miliaran Per Bulan

Deretan Gurita Bisnis Ruben Onsu yang Kini jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Profitnya Ada yang Capai Miliaran Per Bulan

Berikut daftar 6 gurita bisnis penting mantan suami Sarwendah, Ruben Onsu yang ditetapkan tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan jual beli produk.
Timo Scheunemann Tak Cuma Kejar Garuda Pertiwi untuk Jadi Juara, Punya Misi Besar untuk Timnas Indonesia Putri U-16 

Timo Scheunemann Tak Cuma Kejar Garuda Pertiwi untuk Jadi Juara, Punya Misi Besar untuk Timnas Indonesia Putri U-16 

Timo Scheunemann justru menjadikan turnamen tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk mempersiapkan para Timnas Indonesia Putri menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.

Trending

Link Live Streaming Hyundai Hillstate Vs Wonder Dogs Sore Ini: Menanti Reuni Megawati Hangestri dengan Kim Yeon-koung

Link Live Streaming Hyundai Hillstate Vs Wonder Dogs Sore Ini: Menanti Reuni Megawati Hangestri dengan Kim Yeon-koung

Link live streaming Hyundai Hillstate vs Wonder Dogs di acara Rookie Coach Kim Yeon-koung 2 hari ini, Kamis (20/8/2026). Megawati Hangestri akan reuni dengan idola sekaligus mantan rivalnya yakni Kim Yeon-koung.
Link Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Diburu, Sebenarnya Apa Isinya? Waspada Hoaks dan Link Phishing

Link Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Diburu, Sebenarnya Apa Isinya? Waspada Hoaks dan Link Phishing

Video viral kasir Indomar*t yang disebut berdurasi 7 menit ramai dicari di TikTok dan X. Ini fakta isi video dan alasan warganet diminta waspada hoaks serta link phishing.
KPK Dikabarkan OTT di Kabupaten Bogor, Tiga Orang Dibawa ke Jakarta

KPK Dikabarkan OTT di Kabupaten Bogor, Tiga Orang Dibawa ke Jakarta

KPK dikabarkan menggelar OTT di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejumlah orang dan uang diamankan, tiga orang disebut telah dibawa ke Jakarta.
Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Ketua Umum FGI Ita Yuliati mengatakan kedua atlet tersebut berhak tampil setelah melewati persyaratan kualifikasi pada kejuaraan tingkat Asia
Viral “Kasir Minimarket” dan Video 7 Menit di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Syur?

Viral “Kasir Minimarket” dan Video 7 Menit di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Syur?

Isu video syur “kasir Indomaret” berdurasi 7 menit ramai di TikTok dan X. Penelusuran menunjukkan klaim tersebut belum terbukti. Waspadai link phishing.
Siap-Siap Dapat Kejutan, 5 Zodiak Ini Diprediksi Punya Karier Makin Cemerlang Mulai Besok 21 Agustus 2026

Siap-Siap Dapat Kejutan, 5 Zodiak Ini Diprediksi Punya Karier Makin Cemerlang Mulai Besok 21 Agustus 2026

Karier lima zodiak ini diprediksi makin bersinar! Scorpio, Cancer, Virgo, Capricorn, dan Aquarius berpeluang mendapat kesempatan emas dan pengakuan.
Plot Twist Kasus Kematian Anak 11 Tahun Penyandang Disabilitas di Merauke, Sang Ayah Kini Malah Jadi Tersangka

Plot Twist Kasus Kematian Anak 11 Tahun Penyandang Disabilitas di Merauke, Sang Ayah Kini Malah Jadi Tersangka

Plot twist kasus kematian Julia Risky Ramadiana di Merauke. Hampir 9 bulan berlalu, ayah korban MRP ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti.
Selengkapnya

Viral