News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menjaga Persatuan, Menguatkan Ketangguhan, Menuju Produktivitas di Tengah Badai Ketidakpastian

Sejarah membuktikan kepada kita, “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, karena tidak dimungkinkan pada masa krisis sulit terprediksi ini kita hanya bergantung pada satu orang atau satu bidang saja. Orkestrasi seluruh SDM dalam perusahaan maupun SDM di NKRI seharusnya menjadi hero-hero bagi bangsa ini hingga kita tetap bisa bertahan dan tidak menjadi korban dalam ketidakstabilan ekonomi dan keamanan dunia.
Senin, 29 Juni 2026 - 19:34 WIB
Prof. Dr. Vivi Gusrini Rahmadani, MSc., MA., Psikolog. Guru Besar Fakultas Psikologi USU
Sumber :
  • Istimewa

Medan, tvOnenews.com - Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 salah satu yang menarik untuk dikaji yakni tentang tekanan-tekanan global. Secara nyata, kita melihat tekanan-tekanan meningkat di berbagai sektor, stres muncul, yang menunjukkan kita saat ini sedang dalam mode bertahan terhadap gelombang krisis tersebut. Kondisi saat ini memaksa kita untuk mengatur strategi agar bisa tetap hidup dan bertahan (survive dan sustain) dan memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage).

Sumber daya alam dan sumber daya manusia merupakan prediktor utama untuk kedua tujuan tersebut. Terkait sumber daya alam, retorika bahwa Indonesia adalah negara kaya dan memiliki SDA melimpah tidak lagi cukup. Kita perlu secara kritis dan inovatif mengelola dan memanfaatkan SDA untuk tujuan hidup dan bertahan serta mencapai keunggulan kompetitif tadi. Hilirisasi di bidang energi, pangan, dan teknologi adalah prioritas mencapai kemandirian dan kesejahteraan. Di sisi lain, pada masa-masa ketidakpastian ini, SDM merupakan faktor utama penggeraknya, yaitu SDM yang berintegritas, punya rasa kebangsaan yang tinggi, dan kompeten dalam setiap bidangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pandangan tersebut juga diperkuat dari berbagai gagasan yang berkembang dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Salah satu isu strategis yang mengemuka adalah perubahan iklim yang kini tidak lagi hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi tantangan multidimensi yang memengaruhi ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, keberlanjutan ekosistem, hingga kesejahteraan masyarakat. Karena itu, membangun ketangguhan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjaga keseimbangan antara pembangunan, kelestarian sumber daya alam, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Perubahan pola curah hujan, meningkatnya kejadian cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta degradasi ekosistem telah memberi dampak terhadap produktivitas sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari ketahanan lingkungan. Oleh karena itu, hilirisasi sumber daya alam, pengelolaan hutan secara berkelanjutan, rehabilitasi lahan, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, serta kebijakan yang berpijak pada sains perlu berjalan beriringan dengan pembangunan SDM yang berintegritas, adaptif, dan inovatif. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi berbagai krisis global, tetapi juga memiliki daya saing yang berkelanjutan.

Mengapa Makna Persatuan dan Berbangsa Perlu Dikuatkan Lagi?

Sejarah membuktikan kepada kita, “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, karena tidak dimungkinkan pada masa krisis sulit terprediksi ini kita hanya bergantung pada satu orang atau satu bidang saja. Orkestrasi seluruh SDM dalam perusahaan maupun SDM di NKRI seharusnya menjadi hero-hero bagi bangsa ini hingga kita tetap bisa bertahan dan tidak menjadi korban dalam ketidakstabilan ekonomi dan keamanan dunia.

Sejarah mengajarkan bahwa bangsa ini pernah jatuh bukan karena kurang sumber daya, tetapi karena retak dari dalam — dikoyak pengkhianatan, diadu domba, dan kehilangan kepercayaan. Maka peran penting yang perlu dilakukan, khususnya pada bidang Psikologi Pengembangan Sumber Daya Manusia adalah:

1. Membangun Produktivitas SDM untuk Kemandirian Ekonomi dengan Semangat Gotong Royong

Negara ini harus efisien namun tetap produktif, dan fokus pada yang esensial. Human capital dapat membantu memetakan peran kritikal, mendesain ulang kerja, mengelola skenario tenaga kerja, dan mendorong efisiensi. Targetnya tidak hanya memprioritaskan penghematan jangka pendek, tetapi menjaga kapabilitas manusia agar kita tetap bisa berlari bersama, bukan saling meninggalkan.
Bahu-membahu memberikan kontribusi terbaik sesuai kemampuan secara bergotong royong. Mindset yang positif dan optimis harus tetap dikuatkan dengan teladan para pemimpin bangsa di berbagai bidang. Kita harus mau mengakui masalah yang dihadapi, berani menghadapinya, bangkit, dan bahkan melenting untuk berinovasi lebih tinggi dari masalah-masalah tersebut. Tidak berbuat atau berpikir negatif dan pesimis hanya akan meruntuhkan kekuatan bangsa.
Kita pernah berada dalam posisi perjuangan ideologi dan berhasil melewatinya. Karena itu, dorongan untuk optimis dan percaya diri terhadap kemampuan sendiri menjadi sangat mutlak untuk tetap hidup, bertahan, mencapai produktivitas, dan mewujudkan kemandirian ekonomi.

2. Menjaga Kepercayaan dan Komunikasi dalam Krisis

Dalam keadaan ketidakpastian, dibutuhkan komunikasi yang jujur, proses yang adil, dan kepemimpinan yang kuat sehingga kepercayaan tetap terjaga. Saat keputusan-keputusan sulit tak terhindarkan, kepercayaan menjadi aset yang sangat penting. Komunikasi yang buruk merusak semangat, memicu resistensi, dan mendorong orang-orang terbaik pergi.
Integritas pemimpin adalah cermin integritas bangsa. Teladan pemimpin sebagai penjaga persatuan dan semangat kebangsaan perlu selalu diingatkan. Di sisi lain, informasi yang kita cari atau terima perlu diverifikasi kepada sumber-sumber yang sah agar kesimpangsiuran informasi atau bahkan hoaks tidak menjadi pemecah-belah kita dalam krisis. Kepercayaan membangun semangat dan daya juang sehingga harapan untuk masa depan yang lebih baik di negeri ini tetap terjaga.

3. Membangun Resiliensi dan Kesehatan Mental

Survival mode mudah berubah menjadi burnout mode dan SDM menjadi apatis. Masyarakat kita tidak hanya memikul tekanan kerja, tetapi juga tekanan keluarga, finansial, ketakutan kehilangan pekerjaan, dan masa depan yang terasa kabur.
Deteksi dini stres, desain ulang tempat kerja yang sehat dan layak, serta dukungan kesehatan mental perlu diperkuat agar seluruh lapisan masyarakat dan SDM kita dapat menjalani transisi krisis ini. Karena menjaga satu orang SDM hari ini sama dengan menjaga satu keluarga Indonesia. Menjaga satu perusahaan berarti menjaga satu simpul ekonomi bangsa.

Dalam krisis, efisiensi ekonomi memang penting. Namun tanpa kepercayaan dan perlindungan kapabilitas manusia, kita justru menggerogoti organisasi dari dalam. Sama seperti sejarah: penjajah tidak menang karena lebih kuat, tetapi karena kita mudah dipecah.

Karena itu, dalam keadaan survival, persoalannya bukan hanya memangkas biaya dan mengencangkan ikat pinggang, tetapi juga melindungi manusia, merawat kepercayaan, menjaga persatuan, dan menyiapkan seluruh masyarakat di NKRI untuk bangkit bersama menuju kesejahteraan.

Penulis: Prof. Dr. Vivi Gusrini Rahmadani, MSc., MA., Psikolog.
Guru Besar Fakultas Psikologi USU
Insight dari Sarasehan Kebangsaan Kovensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026.

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal

China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mengungkapkan bahwa China dan Dubai Uni Emirat Arab (UEA) diduga menjadi negara utama tujuan para sindikat dalam penyelundupan puluhan kilogram emas ilegal dari Indonesia.
504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya

504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya

Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu ditutup secara permanen setelah dinyatakan tidak layak dari sisi sanitasi yang dilaporkan dinas kesehatan.
Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks senayan akan mengalami kepadatan arus lalu lintas. 
10 Quotes Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Penuh Semangat dan Motivasi, Menarik untuk Dibagikan ke Medsos

10 Quotes Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Penuh Semangat dan Motivasi, Menarik untuk Dibagikan ke Medsos

Berikut 10 quotes Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 penuh semangat dan motivasi, menarik untuk dibagikan ke media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Thread, dan lainnya.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat berbahagia untuk 5 zodiak ini yang diprediksi paling hoki pada 15 Agustus 2026: Ada rezeki dan peluang baik mulai berdatangan.
Uang Pendaftaran Lomba Agustusan Hukumnya Haram? Begini Penjelasan MUI agar Tidak Salah Paham

Uang Pendaftaran Lomba Agustusan Hukumnya Haram? Begini Penjelasan MUI agar Tidak Salah Paham

Menjelang lomba agustusan 2026, muncul kabar di media sosial soal biaya pendaftaran lomba agustusan hukumnya haram. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Trending

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengelola wimas atlet, Pademangan, Jakarta Barat terkaiit kasus suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.
Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Tengah Malam KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni

Tengah Malam KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni

Rumah pribadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni jadi lokasi penggeledahan
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan  ESDM

Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan ESDM

Penyuplai para sindikat penyelundupan ekspor emas ke luar negeri diduga perusahaan penambangan emas tanpa izin (PETI)
Selengkapnya

Viral