Memburu Perempuan Reformis di Jantung Organisasi Dunia
- ANTARA/REUTERS/Eduardo Munoz
Mengutip unctad.org, keahlian Rebeca pada bidang arsitektur keuangan internasional (global financial architecture), ekonomi makro dan pengurangan kemiskinan, diplomasi perdagangan multilateral, manajemen krisis rantai pasok pangan, serta advokasi paritas gender, membuatnya didapuk sebagai Sekretaris Jenderal UNCTAD / UN Trade and Development (2021-Sekarang). Pada tahap ini ia adalah wanita pertama dalam sejarah yang memimpin badan perdagangan dan pembangunan PBB. Itu adalah capaian yang luar biasa.
Rebeca juga banyak merain penghargaan internasional bergengsi. Beberapa diantaranya adalah: Pertama Grand Cross of the Order of Civil Merit dari Spanyol pada 2021; Forbes Most Powerful Women in Latin America (berbagai edisi) dan; ECLAC Outstanding Service Award atas kontribusinya pada pemikiran ekonomi pembangunan Latin Amerika.
Dengan sepak terjangnya yang begitu matang, melansir Mengutip unctad.org, Rebeca mengusung empat pilar reformasi. Pertama reformasi arsitektur keuangan dunia. Rebeca menilai sistem keuangan Bretton Woods saat ini mendiskriminasi negara berkembang. Ia menegaskan bahwa dunia saat ini membutuhkan arsitektur keuangan global yang tidak menghukum negara-negara berkembang dengan suku bunga tinggi di saat mereka mengalami bencana iklim atau krisis yang tidak mereka ciptakan.
Kedua, perdagangan sebagai alat perdamaian. Rebeca menggeser fokus PBB dari sekadar penanganan krisis militer ke akar masalah ekonomi geopolitik. Bagi Rebeca, tidak akan ada perdamaian tanpa keamanan pangan dan stabilitas ekonomi. Perdagangan yang adil bukan sekadar transaksi komersial; itu adalah instrumen pencegahan perang paling ampuh.
Ketiga modernisasi PBB dan paritas gender. Rebeca juga mendesak birokrasi PBB yang lebih mengakomodir serta menghapus ketimpangan representasi gender dan wilayah di level eksekutif. Ia menilai paritas gender dan keterwakilan kawasan berkembang bukan sekadar simbol inklusi, melainkan syarat mutlak agar keputusan PBB memiliki legitimasi moral dan politik di mata dunia.”
Keempat multilateralisme pragmatis. Sebagai ekonom, Rebeca mendorong diplomasi PBB yang berfokus pada hasil konkrit daripada sekadar deklarasi politik. Rebeca menyatakan, dunia tidak membutuhkan lebih banyak pidato atau resolusi yang tidak bergigi. Dunia membutuhkan PBB yang mampu bernegosiasi di tengah konflik paling rumit untuk menyelamatkan perut rakyat miskin.”
Load more