GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanpa Sosok Ini Cristiano Ronaldo Tak akan Jadi Siapa-siapa, Begini Kisahnya

Ternyata ini sosok penentu karir Cristiano Ronaldo. Tanpanya mungkin Ronaldo hari ini bukan siapa-siapa. Ada kisah haru dan heroik di balik kesuksesan sang mega
Senin, 8 Mei 2023 - 20:07 WIB
Tanpa Sosok Ini Cristiano Ronaldo Tak akan Jadi Siapa-siapa, Begini Kisahnya
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Tidak diragukan lagi, Cristiano Ronaldo adalah salah satu pemain sepak bola terbaik dunia di era modern. 

Ronaldo telah mencatatkan banyak prestasi selama karirnya. Umumnya orang tahu, periode suksesnya dimulai saat dia bermain untuk Manchester United (2003-2009). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bersama Setan Merah, Ronaldo telah mengukir banyak prestasi mulai dari menjuarai tiga gelar Liga Premier berturut-turut (2007, 2008, dan 2009). 

Pemain Terbaik Liga Premier dan Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tahun 2008 sekaligus menjuarai Liga Champions pada tahun yang sama. 

Sukses di MU, Cristiano Ronaldo diboyong Real Madrid dengan harga fantastis mengalahkan pembelian termahal Zinedine Zidane.

Bersama Los Galacticos, Ronaldo tampil semakin memesona. Dia tiga kali memenangkan Liga Champions tiga kali berturut-turut (2016, 2017, dan 2018).

Ronaldo juga membantu Real Madrid meraih gelar La Liga pada 2012, 2017, 2018, dan 2020.

Pria Portugal itu juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Real Madrid, yakni 450 gol dalam 438 penampilan. 

Selama berseragam El Real, Ronaldo memenangkan empat kali Ballon d'Or pada 2013, 2014, 2016, dan 2017.

Dan masih banyak lagi prestasi Ronaldo yang akan memakan waktu bila dituliskan dengan lengkap di sini.

Namun tahukah Anda di balik kesuksesan Ronaldo itu, ternyata ada sosok berpengaruh yang menentukan masa depannya kala itu.

Ronaldo lahir di Madeira Portugal 38 tahun silam. Sejak kecil ia mulai menekuni hobi sepak bola sebagai sayap kiri atau kanan hingga penyerang. 

Ronaldo mengawali karir profesionalnya bersama klub lokal Sporting Lisbon pada tahun 2001. 

Dua musim berseragam hijau-putih, bakat Ronaldo mulai tercium oleh klub raksasa Inggris Manchester United.

Namun jauh sebelum itu, Ronaldo kecil telah serius menekuni bola bersama teman main di kampungnya.

Meski bukan berasal dari keluarga kaya, kedua orang tua Ronaldo sangat mendukung hobi anaknya itu.

Pemilik nama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro kemudian dimasukkan ke sebuah klub pembinaan. 

Di sana ia bersama rekannya Albert Fantrau merupakan duet maut yang sama-sama jago mengolah si kulit bundar.

Suatu hari, seorang pencari bakat dari Sporting Lisbon mendatangi lapangan tempat Ronaldo biasa berlatih.

Sang pencari bakat tersebut tengah mencari seorang kandidat untuk dimasukkan ke tim junior Sporting Lisbon. 

Sayang hanya satu slot yang tersedia saat itu. Dia menjanjikan bagi siapapun yang bisa mencetak gol paling banyak akan mendapat kesempatan tersebut.

Ronaldo dan Fantrau pun bersama-sama menunjukkan kebolehan mereka mengolah bola. 

Hingga pada akhirnya pertandingan dimenangkan oleh klub Ronaldo dengan skor 3-0. 

Ronaldo mencetak gol pertama untuk timnya. Sementara gol kedua dicetak lewat sundulan oleh Fantrau.

Lantas siapakah pencetak gol ketiga? Di sinilah kisah heroik itu terjadi.

Gol ketiga tercipta saat Fantrau sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Fantrau kemudian juga berhasil melewati kiper. 

Ia hanya butuh sentuhan kecil untuk menceploskan bola ke gawang lawan. Namun apa yang terjadi?

Fantrau justru mengoper bola ke sisi kiri di mana ada Ronaldo yang sedang berlari. Akhirnya CR-lah yang menuntaskan kesempatan itu.

Praktis Ronaldo menjadi pencetak gol terbanyak dan berhak diterima masuk Akademi Sporting Lisbon. 

Pasca pertandingan Ronaldo bertanya kepada Fantrau, mengapa ia melakukan itu? 

Fantrau pun menjawab bahwa Ronaldo lebih bagus darinya. Fantrau yakin temannya itu bisa menjadi bintang di masa depan, mengingat kemampuannya yang menawan dalam mengolah bola. 

Dalam sebuah kesempatan pasca final Liga Champions 2014 melawan Atletico Madrid, Ronaldo mengatakan bahwa dirinya tak akan sampai di titik ini tanpa kebesaran hati temannya itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Aku sangat berterima kasih kepada Albert fantrau untuk semua kesuksesan yang telah aku raih selama ini,” katanya haru. 

Ronaldo dikabarkan pernah memberikan sahabatnya itu jutaan uang hasil keringatnya bermain sepak bola.

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Anak Aniaya ibu Kandung Jalani Observasi di RS Jiwa, Ini Penjelasan Kapolres Sambas dan Wadir RSJ

Anak Aniaya ibu Kandung Jalani Observasi di RS Jiwa, Ini Penjelasan Kapolres Sambas dan Wadir RSJ

Polres Sambas menggelar konferensi pers perkembangan kasus penganiayaan terhadap seorang ibu yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.

Trending

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.
Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan jelaskan, tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT