Media Vietnam Sesumbar Kim Sang-sik Bisa Bawa Vietnam Juara Piala AFF Lagi, Klaim Punya Senjata Rahasia
- tvonenews.com - Julio Tri Saputra
tvOnenews.com -Â Pelatih kepala Kim Sang-sik mendapat sorotan positif dari media Vietnam menjelang final Piala AFF 2026. Kemampuan melakukan rotasi pemain serta fleksibilitas taktik dinilai menjadi kekuatan utama Vietnam untuk menghadapi Thailand.
Media Vietnam, Thanh Nien, bahkan menilai Kim Sang-sik telah menyiapkan strategi sejak jauh-jauh hari untuk kembali membawa Golden Star Warriors menjadi juara.
Thanh Nien menulis bahwa Kim Sang-sik dan Vietnam memiliki cara untuk mengejutkan Thailand di final.
- VFF
"Pelatih Kim Sang-sik dan tim nasional Vietnam tahu bagaimana mengejutkan Thailand di final," tulis Thanh Nien.
Media tersebut juga menyoroti kemampuan Kim dalam menentukan pemain dan mengubah pendekatan taktik sesuai kebutuhan pertandingan.
"Berkat pemilihan pemain yang fleksibel dan perubahan taktik pelatih Kim, Vietnam adalah tim yang sulit diprediksi bahkan di final," lanjut laporan tersebut.
Vietnam Siap Hadapi Thailand
Vietnam memastikan tempat di final setelah tampil dominan pada semifinal melawan Malaysia. Mereka menang dengan agregat 4-0 dalam dua pertandingan.
Di partai puncak, Vietnam akan kembali berhadapan dengan Thailand. Final Piala AFF 2026 akan digelar dalam format dua leg.
Leg pertama berlangsung di kandang Thailand pada 22 Agustus, sedangkan leg kedua akan digelar di Vietnam pada 26 Agustus.
Vietnam datang sebagai juara bertahan setelah menjuarai edisi 2024. Mereka kini mengincar gelar kedua secara beruntun sekaligus trofi keempat sepanjang sejarah.
Thailand selama ini menjadi salah satu lawan yang paling sulit bagi Vietnam. Namun, catatan pertemuan terbaru menunjukkan persaingan yang semakin berimbang.
Dalam lima pertemuan terakhir, kedua tim sama-sama mengantongi dua kemenangan, sementara satu laga lainnya berakhir imbang.
Kim Sang-sik juga memiliki pengalaman positif ketika menghadapi Thailand. Pada final Piala AFF 2024, Vietnam asuhan Kim berhasil mengalahkan Thailand dalam dua leg dan mengangkat trofi di kandang sendiri.
Jika kembali mampu menaklukkan Thailand, Kim berpeluang membawa Vietnam menjadi juara dua edisi berturut-turut.
Prestasi tersebut akan menjadi pencapaian penting karena Park Hang-seo, salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola Vietnam, juga belum pernah membawa Vietnam mempertahankan gelar Piala ASEAN secara beruntun.
Park Hang-seo sebelumnya menjadi pahlawan Vietnam setelah membawa negaranya menjuarai Piala Suzuki 2018, mengakhiri penantian selama 10 tahun. Namun, Vietnam gagal mempertahankan gelar pada edisi berikutnya setelah terhenti oleh Thailand.
Rotasi Pemain Jadi Kunci
Kepercayaan diri Vietnam semakin tinggi karena Kim Sang-sik dinilai telah mempersiapkan skuadnya dengan baik untuk menghadapi final.
Salah satu indikatornya terlihat pada semifinal leg kedua melawan Malaysia, ketika Kim melakukan perubahan besar dalam susunan pemain.
Sebanyak lima pemain berbeda diturunkan dibandingkan dengan starting XI pada leg pertama. Meski melakukan rotasi cukup banyak, performa Vietnam tetap stabil dan mereka berhasil menang 2-0.
Strategi tersebut membuat Vietnam tidak hanya mengamankan tiket ke final, tetapi juga menjaga kebugaran sejumlah pemain utama.
Thanh Nien menilai keputusan tersebut menunjukkan kualitas manajemen skuad Kim Sang-sik.
"Skuad yang telah dibangun dan dipilih dengan susah payah oleh Pelatih Kepala Kim selama dua tahun terakhir mempertahankan stabilitas," tulis media tersebut.
"Saat ini ia memiliki skuad yang dalam dengan kekuatan yang seimbang. Ia mampu menghasilkan kemenangan sambil bebas menggunakan rotasi," lanjutnya.
Kedalaman skuad tersebut juga membuat Kim memiliki banyak pilihan dalam menentukan strategi.
Thanh Nien menilai Vietnam memiliki pemain dengan kualitas yang relatif merata di berbagai posisi sehingga sang pelatih bisa menerapkan pendekatan berbeda sesuai lawan.
"Vietnam memiliki susunan pemain yang seimbang dengan kaliber yang serupa," tulis Thanh Nien.
"Berkat ini, Pelatih Kim dapat menggunakan berbagai taktik ofensif, mulai dari penguasaan bola dan menekan lawan hingga serangan sayap dan serangan balik."
Selain kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik, Vietnam juga memiliki modal berupa konsistensi hasil.
Golden Star Warriors kini mencatatkan 24 pertandingan tanpa kekalahan, dengan rincian 21 kemenangan dan tiga hasil imbang.
Catatan tersebut sekaligus menjadi rekor baru Vietnam setelah melewati rekor sebelumnya yang bertahan di angka 18 pertandingan tanpa kekalahan.
- tvOnenews-Julio Tri Saputra
Situasi tersebut berbanding terbalik dengan Thailand yang tampil kurang konsisten di semifinal.
Thailand memang berhasil lolos ke final, tetapi mereka menelan kekalahan 1-2 dari Singapura pada leg kedua semifinal. Mereka tetap melaju karena unggul secara agregat.
Performa tersebut membuat muncul penilaian bahwa kekuatan Thailand tidak lagi sekuat ketika mereka mendominasi sepak bola Asia Tenggara.
Thanh Nien mengakui Thailand masih memiliki pengalaman dan kemampuan menguasai bola, tetapi menilai kualitas mereka mengalami penurunan.
"Thailand masih merupakan tim berpengalaman yang menguasai bola dengan baik, tetapi kekuatan mereka telah menurun secara signifikan dibandingkan ketika mereka memenangkan kejuaraan di masa lalu," tulis Thanh Nien.
Media tersebut bahkan melihat kondisi itu dapat menjadi celah yang dimanfaatkan Vietnam.
"Jika Vietnam menghadapi tim yang kuat dan gigih, kemungkinan pemain Thailand melakukan kesalahan bisa meningkat lebih banyak lagi," lanjutnya.
Dengan modal rekor tak terkalahkan, kedalaman skuad, serta fleksibilitas taktik Kim Sang-sik, Vietnam kini semakin percaya diri menatap dua pertandingan final melawan Thailand.
Load more