Dipuja-puja di Vietnam, Park Hang-seo Justru Jadi Sasaran Hinaan Rasis di Liga Thailand
- vff.org.vn
tvOnenews.com - Pelatih asal Korea Selatan, Park Hang-seo, yang dikenal dengan julukan "Guus Hiddink of Vietnam", kembali menjadi sorotan setelah terlibat dalam sejumlah kontroversi di sepak bola Thailand. Kali ini, mantan pelatih tim nasional Vietnam tersebut menjadi sasaran tindakan rasis yang diduga dilakukan oleh dua penonton asing saat pertandingan Kanchanaburi FC melawan Pattaya United.
Park Hang-seo merupakan sosok yang sangat dihormati di Vietnam berkat kontribusinya dalam meningkatkan prestasi sepak bola negara tersebut di level Asia maupun internasional.
Di bawah kepemimpinannya, Vietnam berhasil menjuarai Piala AFF, mencatatkan pencapaian membanggakan di Piala Asia, serta mengukir sejarah dengan lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.
- antara
Sebelumnya, mantan rival Shin Tae-yong itu juga sempat melontarkan kritik keras terhadap kualitas kepemimpinan wasit di Thailand. Pernyataannya bahkan memicu kegaduhan di kalangan sepak bola setempat setelah ia mempertanyakan keputusan pengadil lapangan dalam beberapa pertandingan yang dipimpin timnya.
Kontroversi pertama bermula setelah Kanchanaburi FC bermain imbang 1-1 melawan Nakhon Pathom pada 16 September. Park Hang-seo menunjukkan ketidakpuasannya terhadap sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.
Dalam situasi tersebut, Park melontarkan pernyataan yang langsung menarik perhatian publik sepak bola Thailand.
"Sekarang saya mengerti mengapa Thailand terus kalah dari Vietnam. Itu karena keputusan wasit seperti ini."
Pernyataan tersebut memicu reaksi luas karena dianggap menyentuh rivalitas sepak bola antara Thailand dan Vietnam. Namun, Park kemudian menyampaikan permintaan maaf secara resmi melalui klub Kanchanaburi FC pada hari berikutnya. Ia menegaskan bahwa ucapannya tidak dimaksudkan untuk merendahkan tim nasional Thailand.
Meski telah meminta maaf, ketegangan Park dengan perangkat pertandingan belum berakhir. Dalam laga pekan ketujuh melawan Muang Loi United, ia kembali mempermasalahkan keputusan wasit, terutama terkait tambahan waktu babak kedua.
Waktu tambahan yang semula diumumkan selama lima menit diperpanjang menjadi enam menit. Pada periode tersebut, tim lawan berhasil mencetak gol penyeimbang sehingga memicu kemarahan Park.
Pelatih asal Korea Selatan itu bahkan masuk ke lapangan untuk memprotes wasit utama. Situasi sempat memanas, tetapi bentrokan berhasil dihindari setelah staf pelatih dan wasit keempat berupaya menahan Park.
Usai pertandingan, Park kembali menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Ia menilai keputusan yang tidak konsisten dapat merugikan kerja keras seluruh pemain.
"Jika wasit bekerja seperti ini, semuanya akan hancur. Semua keringat, usaha, dan semangat yang dicurahkan para pemain akan sia-sia."
Park Hang-seo Jadi Sasaran Pelecehan Rasis di Thailand
Di tengah berbagai kontroversi tersebut, sepak bola Thailand kini menghadapi persoalan yang lebih serius setelah muncul dugaan tindakan rasis terhadap Park Hang-seo dan sejumlah anggota Kanchanaburi FC.
Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) berencana memanggil serta memeriksa dua penonton asing yang diduga melontarkan hinaan bernada rasis kepada Park, staf pelatih asal Korea Selatan, dan para pemain Kanchanaburi.
Komite Etika dan Disiplin FAT akan mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat beserta bukti pendukung sebelum menentukan bentuk sanksi. Keputusan terkait hukuman diperkirakan akan diumumkan dalam rentang tujuh hingga 14 hari sejak penyelidikan dimulai.
Insiden tersebut terjadi ketika Kanchanaburi menghadapi Pattaya United di Stadion Nong Phru pada malam tanggal 1. Dalam pertandingan itu, dua penonton asing yang mendukung Pattaya United diduga berulang kali melontarkan ucapan menghina kepada kubu lawan.
Beberapa hinaan yang dilaporkan terdengar bahkan mengandung unsur rasis. Striker John Baggio disebut menjadi sasaran dengan sebutan "monyet" dan "kurcaci". Sementara itu, Park Hang-seo bersama staf pelatih asal Korea Selatan diduga menerima hinaan berupa kata "kimchi".
Peristiwa tersebut membuat suasana stadion memanas. Park, asisten pelatih Noh Young-soo, Baggio, dan sejumlah anggota tim lainnya langsung melayangkan protes keras kepada para penonton yang diduga melakukan tindakan tersebut.
Situasi bahkan sempat memicu konfrontasi verbal. Beberapa anggota Kanchanaburi dilaporkan menantang para penonton untuk turun ke lapangan dan menyampaikan hinaan mereka secara langsung.
Wasit serta petugas keamanan kemudian turun tangan untuk mencegah terjadinya bentrokan. Pemilik klub Kanchanaburi FC juga mendatangi lokasi kejadian guna membantu meredakan ketegangan dan menyelesaikan persoalan tersebut.
Setelah insiden tersebut menjadi perhatian publik, kantor Liga Thailand bersama kedua klub mengeluarkan pernyataan yang mengecam segala bentuk tindakan rasis di lingkungan sepak bola.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand, Nualpan Lamsam, turut menilai kejadian tersebut sebagai persoalan serius. Ia memerintahkan pengumpulan bukti sekaligus dimulainya proses disipliner resmi untuk mengusut dugaan pelecehan tersebut.
Langkah penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab sekaligus memastikan adanya konsekuensi terhadap tindakan diskriminatif di stadion.
Sementara itu, Park Hang-seo masih menjalankan tugasnya sebagai pelatih Kanchanaburi FC. Ia mulai menangani klub tersebut sejak Juli lalu dengan kontrak berdurasi dua tahun.
Saat ini, Kanchanaburi menempati posisi keenam klasemen sementara Liga Thailand 2 dengan koleksi 14 poin.
Load more