GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita di Balik Tiga Gol yang Loloskan Liverpool ke 16 Besar Liga Champions

Kemenangan 3-0 atas tuan rumah Ajax memastikan Liverpool lolos ke 16 besar Liga Champions. Ada cerita di balik tiga gol The Reds, khususnya gol Darwin Nunez.
Kamis, 27 Oktober 2022 - 14:46 WIB
Darwin Nunez rayakan gol bersama Mohamed Salah dan rekan-rekannya.
Sumber :
  • @liverpoolfc

Liverpool, Inggris – Kemenangan 3-0 atas tuan rumah Ajax  memastikan Liverpool lolos ke 16 besar Liga Champions. Ada cerita di balik tiga gol The Reds, khususnya gol Darwin Nunez.

Liverpool berhasil meluncur ke putaran 16 Liga Champions setelah mengalahkan Ajax, 3-0, pada Rabu malam waktu Eropa atau Kamis (27/10/2022) dini hari WIB. The Reds menempati posisi runner up Grup A dan menemani Napoli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenangan atas Ajax di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Belanda, cukup untuk membawa Liverpool lolos ke babak 16 besar Liga Champions menemani Napoli yang memimpin dengan keunggulan tiga poin.

Kapten Jordan Henderson memimpin keunggulan Liverpool. Berkat umpan terobosan Henderson, Mohamed Salah mencetak gol yang kemudian menjadi catatan rekor pribadi Salah di klub Merseyside.

Sepanjang kariernya di Liverpool, pemain asal Mesir menjadi menjadi pencetak gol terbanyak kedua Liverpool di kompetisi Eropa dengan 40 gol. Mo Salah mendekati peringkat pertama dengan 41 gol milik kapten legendaris, Steven Gerrard.

Sejalan dengan langkah Liverpool yang berhasil melaju ke babak selanjutnya, Mo Salah kemungkinan besar akan berhasil melewati Stevie G. Butuh dua gol lagi bagi Salah untuk menjadi pencetak gol terbanyak The Reds sepanjang masa di kompetisi Eropa.

 

Robertson Redakan Amarah Nunez

Gol pembuka Mo Salah bertahan hingga babak pertama usai. Liverpool sebenarnya mendapat banyak peluang tapi tak kunjung menambah skor hingga memasuki masa istirahat. Kesulitan The Reds membuat kesal tandem Salah di lini depan, Darwin Nunez.

Sebagai striker, Darwin Nunez kesal karena tidak berhasil memanfaatkan sejumlah peluang. Pemain bernomor punggung 27 Liverpool marah saat jeda antarbabak.

"Darwin pertama benar-benar marah pada dirinya sendiri dan kecewa karena melewatkan kesempatan itu,” ungkap bek kiri Liverpool, Andrew Robertson.

"Saya duduk di sebelah ia di ruang ganti. Saya tidak tahu apakah dia mengerti apa yang saya katakan, tetapi saya berkata, 'Saya akan memberi umpan silang di kepala Anda dan Anda akan mencetak gol, tidak masalah'.”

Memasuki babak kedua, Andy Robertson mewujudkan janjinya. Bek asal Skotlandia memberikan umpan dari sepak pojok, dan Nunez berhasil mengubah bola dari Robertson menjadi gol kedua bagi Liverpool.

Dua menit kemudian, Harvey Elliot menuntaskan perjuangan Liverpool menjadi rekan Napoli lolos ke fase knockout lewat golnya. Gelandang muda memetik gol keduanya di Liga Champions berkat sodoran mentornya, Mohamed Salah. Elliot menutup laga dengan kemenangan 0-3 bagi Liverpool.

Atas kemenangan di markas Ajax, manajer Juergen Kloop memuji penampilan para pemainnya, hingga berhasil membawa The Reds menuju fase knockout.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kualifikasi untuk babak sistem gugur, saya kira tidak ada yang dapat meraih dengan mudah – ini benar-benar sulit. Tapi kami berhasil melakukan lagi, dan ini merupakan pencapaian besar tersendiri bagi saya dan juga tim.”

“Kami menekan Ajax denga caran yang sedikit berbeda dan kami harus terbiasa dengan itu. Normal, ini pertandingan tandang di Liga Champions yang sulit, jadi kami melewati satu situasi dengan faktor keberuntungan dan situasi lain saat kami memiliki pertahanan yang bagus,” ungkap Klopp. (wis/raw)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai fenomena pemain diaspora yang merapat ke klub-klub Super League Indonesia sebagai proses yang wajar.
DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR mendesak agar akses menuju kolam ikonik Pancuran 13 dikembalikan menjadi gratis demi memulihkan ekonomi warga dan menarik kembali kunjungan wisatawan yang sempat merosot drastis.
Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ressa Rossano disebut mengalami perubahan sikap usai diakui anak kandung oleh Denada.
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, wonderkid Arsenal berdarah Jakarta, Indonesia yang tengah mencuri perhatian lewat performa gemilang. Simak profilnya hingga peluangnya bela Timnas Indonesia.
Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang dimulainya gelaran MotoGp 2026 dalam waktu dekat, Tim Ducati Lenovo kini tengah diselimuti optimisme tinggi terkait performa dari Francesco Bagnaia.
Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Seorang balita perempuan berusia 4 tahun di Kota Surabaya diduga menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya di sebuah kamar kos kawasan Bangkingan Timur. 
background

Pekan ke-22

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT