News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Thailand Frustrasi Negaranya Kehilangan Singgasana di ASEAN usai Hegemoni Timnas Indonesia Tak Terbantahkan: Gajah Perang Benar-Benar Tumbang 

Media Thailand dibuat frustrasi karena negaranya kehilangan singgasana sebagai tim terkuat di ASEAN usai hegemoni Timnas Indonesia tak terbantahkan.
Jumat, 22 November 2024 - 16:18 WIB
Timnas Indonesia dan Thailand di Piala Asia 2023
Sumber :
  • Changsuek & PSSI

Jakarta, tvOnenews.com - Media Thailand dibuat frustrasi karena negaranya kehilangan singgasana sebagai tim terkuat di ASEAN usai hegemoni Timnas Indonesia tak terbantahkan.

Bagaimana tidak, Timnas Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang mentas di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Saat Thailand hingga Vietnam absen dari ajang tersebut, skuad Garuda justru mempertontonkan dominasinya sebagai wakil ASEAN yang diperhitungkan.

Bahkan, Timnas Indonesia sukses mencatatkan kemenangan bersejarah atas Arab Saudi di matchday ke-6 Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Pasukan Garuda menaklukkan Arab Saudi dengan skor 2-0 berkat brace Marselino Ferdinan pada menit ke-32 dan menit ke-57.

Marselino Ferdinan merayakan golnya saat Timnas Indonesia kalahkan Arab Saudi 2-0
Marselino Ferdinan merayakan golnya saat Timnas Indonesia kalahkan Arab Saudi 2-0
Sumber :
  • tvonenews.com - Julio Tri Saputra

 

Kemenangan itu membuat Timnas Indonesia menduduki peringkat ketiga di klasemen sementara Grup C dengan perolehan enam poin.

Kemenangan itu juga sekaligus menasbihkan pasukan Garuda sebagai negara ASEAN pertama yang menorehkan 6 poin di putaran ketiga kualifikasi.

Jay Idzes dkk mengungguli pencapaian yang pernah diraih oleh Thailand dan Vietnam yang sebelumnya dikenal sebagai negara terkuat di Asia Tenggara.

Tercatat, Thailand hanya mampu meraih 2 poin dari total 10 laga di putaran ketiga kualifikasi pada edisi Piala Dunia 2018. 

Pun demikian dengan Vietnam yang hanya memperoleh 4 poin dari 10 pertandingan di babak ini pada edisi Piala Dunia 2022.

Bukan hanya di sepak bola, Timnas Indonesia juga berjaya di ajang futsal dengan sukses menjuarai ASEAN Futsal Championship 2024 kemarin.

Ketika Timnas Indonesia menunjukkan hegemoninya, Thailand justru mencatatkan penurunan prestasi baik di sepak bola maupun futsal.

Mulai dari Timnas Thailand U-17 yang hanya menjadi runner-up Piala AFF U-17 2024 (kalah adu penalti dari Australia 8-9, imbang 1-1).

Kemudian Timnas Thailand U-20 juga gagal meraih gelar juara usai kalah dari Timnas Indonesia U-20 dengan skor 0-1 di final Piala AFF U-19 2024.

Bukan hanya di sepak bola, Timnas Futsal Thailand juga hanya finis ke-3 di ASEAN Futsal Championship 2024 (usai kalah dari Indonesia 1-5 di semifinal).

Bahkan yang terbaru, performa Timnas Thailand putra harus puas bermain imbang dengan tim sekelas Laos dengan skor 1-1 di kandang sendiri.

Grafik penurunan performa di atas membuat media Thailand, Thairath dibuat frustrasi dengan apa yang terjadi di sepak bola dan futsal negaranya.

Media Thailand itu tak menampik bahwa Gajah Perang saat ini benar-benar mengalami penurunan dan kalah kualitasnya dari para pesaing termasuk Timnas Indonesia.

"Apa yang terjadi? "Timnas Thailand" turun dari singgasana hampir seluruh tim ASEAN," tulis Thairath dalam artikelnya.

"Industri sepak bola Thailand, baik sepak bola maupun futsal sudah benar-benar tumbang dari singgasana ASEAN tanpa harus menunggu “timnas besar Thailand” berlaga di Piala ASEAN 2024," tambahnya.

"Harus diterima bahwa negara-negara di ASEAN sedang melakukan upaya untuk mengembangkan industri sepak bola mereka sendiri dengan cara apa pun yang memberikan manfaat maksimal bagi tim nasional mereka," tulisnya lagi.

Dalam waktu dekat, Thailand akan mentas di Piala AFF 2024, namun mereka tergabung di Grup A dan tak segrup dengan Timnas Indonesia yang masuk Grup B.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sedangkan Timnas Thailand masih belum bisa melintasi ASEAN karena masih menganggap dirinya nomor 1 di ASEAN selama ini. Apalagi Asosiasi Sepak Bola Masih ada kepentingan yang tidak setara yang diberikan kepada masing-masing tim. Fokus utamanya adalah “sepak bola putra” menjadi fokus utama," tandas media Thailand itu.

(yus)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kontroversi Wasit Rugikan Timnas Indonesia saat Lawan Malaysia, Justin Hubner: Walau 10 Pemain, Gawang Kami Masih Clean Sheet

Kontroversi Wasit Rugikan Timnas Indonesia saat Lawan Malaysia, Justin Hubner: Walau 10 Pemain, Gawang Kami Masih Clean Sheet

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia usai sejumlah keputusan kontroversial wasit rugikan Garuda. Tetapi, Justin Hubner tegaskan skuad Garuda tetap kuat.
Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia "Dikit-Dikit Kursi, Dikit-Dikit Sakit", Wamenhaj: Seharusnya Membimbing

Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia "Dikit-Dikit Kursi, Dikit-Dikit Sakit", Wamenhaj: Seharusnya Membimbing

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan pembimbing umrah diduga menghina jemaah lansia. 
Gagal Kalahkan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Malaysia Justru Merasa Puas dengan Hasil Imbang

Gagal Kalahkan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Malaysia Justru Merasa Puas dengan Hasil Imbang

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, merasa puas untuk bisa memetik satu poin dari Timnas Indonesia. Padahal, mereka unggul jumlah pemain sejak pengujung babak pertama.
Pelatih Malaysia Bicara Jujur soal Kartu Merah Thom Haye usai Main Imbang Tanpa Gol Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Malaysia Bicara Jujur soal Kartu Merah Thom Haye usai Main Imbang Tanpa Gol Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, berbicara jujur soal kartu merah yang diberikan kepada Thom Haye. Dia mengakui bahwa itu mengubah jalannya permainan melawan Timnas Indonesia.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Yakin Bisa Raih Medali Emas di Asian Games 2026

Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Yakin Bisa Raih Medali Emas di Asian Games 2026

Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia, Deni Fianda mengaku optimistis bahwa tim Merah Putih bisa meraih medali emas di Asian Games 2026. Rasa percaya diri ini ditunjukkan usai skuad Garuda mampu tampil apik.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT