News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Malaysia Tuduh Serangan Siber Suporter Timnas Indonesia ke Harimau Malaya Rugikan Sepak Bola ASEAN, Bawa-Bawa AFC dan FIFA

Media Malaysia, Makan Bola, menuduh serangan siber suporter Timnas Indonesia ke skuad Harimau Malaya merugikan sepak bola ASEAN (Asia Tenggara).
Senin, 8 September 2025 - 14:00 WIB
Media Malaysia Tuduh Serangan Siber Suporter Timnas Indonesia ke Harimau Malaya Rugikan Sepak Bola ASEAN
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

Surabaya, tvOnenews.com - Media Malaysia, Makan Bola, menuduh serangan siber suporter Timnas Indonesia ke skuad Harimau Malaya merugikan sepak bola ASEAN (Asia Tenggara).

Menurut media Malaysia itu, sejumlah netizen Tanah Air yang melancarkan serangan terhadap Malaysia di media sosial, membuat hubungan kedua kelompok suporter tersebut mengalami keretakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suporter Timnas Indonesia
Suporter Timnas Indonesia
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

 

"Serangan Suporter Indonesia ke Malaysia Rugikan Sepak Bola ASEAN," tulis Makan Bola dalam artikelnya.

"Hubungan sepak bola antara Malaysia dan Indonesia kembali rusak ketika segelintir pendukung (Indonesia) melancarkan serangan terhadap Malaysia di media sosial," tambahnya.

Namun, Makan Bola tidak menyebutkan serangan suporter Garuda yang mana yang dianggap telah merugikan sepak bola ASEAN dan skuad Harimau Malaya -julukan Timnas Malaysia- itu.

Disinyalir munculnya serangan itu, salah satunya karena adanya sejumlah pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang diduga janggal asal usulnya. Sebut saja seperti Rodrigo Holgado hingga Facundo Garces.

pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Facundo Garces
pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Facundo Garces
Sumber :
  • Instagram/@facundogarces

 

Kemudian Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sempat menolak ajakan tanding Timnas Indonesia. Sejumlah insiden itu membuat para netizen Indonesia pun memberikan komentar negatif di media sosial.

Namun menurut Makan Bola, komentar itu menjelma menjadi ladang kebencian di dunia maya yang melibatkan sejumlah pihak yang termakan provokasi ekstrem. Hal ini yang dinilai merugikan mereka.

"Yang lebih mengkhawatirkan, serangan-serangan tersebut bukan sekadar provokasi biasa. Serangan-serangan tersebut juga disertai dengan penyebaran berita palsu yang mengklaim bahwa Malaysia menerima campur tangan dari FIFA," tulis Makan Bola.

"Narasi ini hanya mengobarkan api kebencian, menciptakan persepsi negatif terhadap Malaysia. Situasi ini menimbulkan persoalan besar," tambah media Malaysia itu.

Lebih lanjut, Makan Bola heran mengapa konflik di media sosial itu tampak begitu terencana, dengan narasi yang sama terus diulang-ulang di berbagai platform.

Mereka menduga ada pihak-pihak tertentu yang dapat memastikan permusuhan ini berlanjut demi keuntungan pribadi. Makan Bola juga mempertanyakan peran Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang menjadi perhatian. 

Mereka menilai pengaruh besar yang dimilikinya dipandang belum cukup ampuh untuk meredakan ketegangan dan menenangkan antar pendukung kedua negara.

"Ironisnya, hubungan antar pemain kedua tim di lapangan justru baik dan saling menghormati. 
Permusuhan ini sebagian besar dipicu oleh para suporter yang terjebak dalam hasutan dan propaganda di media sosial," tulis Makan Bola.

Menurut Makan Bola, jika permusuhan di media sosial antar suporter kedua negara dibiarkan berlarut-larut, konflik seperti itu akan merugikan sepak bola regional. 

Bahkan, media Malaysia tersebut menilai insiden semacam itu berpotensi menarik perhatian FIFA dan AFC untuk mengambil tindakan tegas.

Jika masalah ini memengaruhi integritas kompetisi, kecil kemungkinan tindakan tegas FIFA dan AFC akan diambil terhadap kedua belah pihak (PSSI dan FAM).

"Malaysia dan Indonesia adalah dua kekuatan besar ASEAN dan setiap pertemuan seharusnya dirayakan sebagai pesta sepak bola, bukan dirusak oleh permusuhan yang tak berkesudahan," tulis Makan Bola.

"Lebih serius lagi, insiden semacam itu berpotensi menarik perhatian FIFA dan AFC," tulisnya lagi.

Masih menurut anggapan Media Malaysia itu, sepak bola Asia Tenggara tidak akan maju selama masih dibayangi kebencian dan hasutan ekstrem. 

"Bukan hanya Malaysia yang kalah, tetapi juga Indonesia sendiri, karena nilai olahraga sebagai jembatan persahabatan dihancurkan oleh emosi yang tak terkendali," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlepas dari hal itu, kedua negara akan sama-sama menjalani FIFA Matchday malam ini, Senin (8/9/2025). Timnas Indonesia bersua Lebanon, sementara Malaysia menantang Palestina.

(yus)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bupati Tulungagung dan Belasan Pejabat Pemkab Diboyong KPK ke Jakarta

Bupati Tulungagung dan Belasan Pejabat Pemkab Diboyong KPK ke Jakarta

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo akhirnya dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Sabtu (11/4/2026).
Meski Unggul dari Thailand & Vietnam, Media Vietnam Tetap Sebut Timnas Indonesia Tak Akan Menang di Piala Asia 2027

Meski Unggul dari Thailand & Vietnam, Media Vietnam Tetap Sebut Timnas Indonesia Tak Akan Menang di Piala Asia 2027

Meski dinilai unggul dari Timnas Thailand dan Timnas Vietnam, media Vietnam meragukan Timnas Indonesia mampu bersaing dan meraih hasil besar di Piala Asia 2027.
Mauricio Souza Bela Cyrus Margono Usai Kebobolan 3 Gol bersama Persija: Dia Punya Potensi

Mauricio Souza Bela Cyrus Margono Usai Kebobolan 3 Gol bersama Persija: Dia Punya Potensi

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memilih pasang badan terkait kritik tajam yang mengarah kepada penjaga gawang muda Macan Kemayoran, Cyrus Margono.
Antam Nyaris Rp3 Juta! Harga Emas Pegadaian Kompak 'Terbang'

Antam Nyaris Rp3 Juta! Harga Emas Pegadaian Kompak 'Terbang'

Berikut rincian harga terbaru masing-masing produk pada Sabtu 11 April 2026
Gertak Thailand di Final AFF Futsal 2026, Hector Souto: Timnas Indonesia Tidak Pernah Merasa Inferior

Gertak Thailand di Final AFF Futsal 2026, Hector Souto: Timnas Indonesia Tidak Pernah Merasa Inferior

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyampaikan keyakinannya jelang laga puncak Piala AFF Futsal 2026. Ia tegaskan bahwa skuad Garuda tidak merasa.
Begini Reaksi Mantan Pelatih Timnas Indonesia Setelah Diperdengarkan Lagu 'Mengapa Harus Shin Tae-yong'

Begini Reaksi Mantan Pelatih Timnas Indonesia Setelah Diperdengarkan Lagu 'Mengapa Harus Shin Tae-yong'

Mantan pelatih Timnas Indonesia STY bereaksi kocak ketika dirinya diperdengarkan lagu berjudul 'Mengapa Harus Shin Tae-yong' yang sempat viral usai pemecatannya

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT