News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

7 Pemain Naturalisasi Ilegal Malaysia Bakal Tuntut FAM usai Resmi Disanksi FIFA hingga Kontraknya Diputus

Tujuh pemain naturalisasi ilegal Malaysia kabarnya siap menuntut kepada Federasi Sepak Bola (FAM). Hal ini seiring dengan hukuman FIFA terhadap ketujuhnya.
Senin, 10 November 2025 - 12:12 WIB
Ilustrasi pemain naturalisasi Malaysia.
Sumber :
  • instagram FAM Malaysia

Jakarta, tvOnenews.com - Tujuh pemain naturalisasi ilegal Malaysia kabarnya siap menuntut kepada Federasi Sepak Bola (FAM). Hal ini seiring dengan hukuman FIFA terhadap ketujuhnya.

Pada September lalu, FIFA mengambil keputusan atas temuan kasus pemalsuan dokumen yang dilakukan Malaysia. Sebanyak tujuh pemain didakwa karena hal tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka adalah Facundo Garces, Jon Irazabal, Hector Hevel, Joao Figueiredo, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, dan Gabriel Palmero. Hal ini telah berdampak panjang hingga ke klub.

Gabriel Palmero diputus kontrak klub imbas skandal naturalisasi ilegal Timnas Malaysia
Gabriel Palmero diputus kontrak klub imbas skandal naturalisasi ilegal Timnas Malaysia
Sumber :
  • FAM

 

Ketujuh pemain itu dilarang untuk tampil bersama klubnya masing-masing selama 12 bulan. Kontrak sejumlah pemain pun diakhiri.

Pada pekan lalu, Gabriel Palmero diputus kontrak oleh klub asal Spanyol Tenerife. Dia diputus kontrak ketika menjalani masa pinjaman bersama tim Unionistas de Salamanca.

Sebelumnya, nasib Rodrigo Holgado berada di ujung tanduk. Klub asal Kolombia, America de Cali, dilaporkan mempertimbangkan pemutusan kontraknya, menurut laporan dari The Star.

Para pemain juga dihukum denda sebesar CHF 2000 alias sekitar Rp41,8 juta. FAM juga didenda, yang mana senilai CHF 350 ribu atau Rp7,3 miliar.

Namun, pemutusan kontrak adalah hukuman yang paling merugikan. Sebab, para pemain kehilangan mata pencahariannya.

Kini, menurut laporan dari media Malaysia, My Metro, para pemain berencana untuk menuntut kepada FAM. Mereka berusaha untuk meminta kompensasi atas hukuman FIFA ini.

“Diketahui, ketujuh pilar tersebut tengah mempertimbangkan untuk mengajukan tuntutan ganti rugi kepada FAM yang sebelumnya telah mengakui adanya kesalahan teknis dalam proses penyerahan dokumen yang dilakukan oleh tenaga administrasi FAM,” demikian laporan dari My Metro.

“Menurut sumber, langkah tersebut sedang dipertimbangkan oleh para pemain yang bersangkutan menyusul kelalaian yang menyebabkan mereka diskors oleh FIFA selama 12 bulan,” tambahnya.

Pemain Naturalisasi Malaysia Tolak Klub Inggris yang Tawar 10 Juta Euro
Pemain Naturalisasi Malaysia Tolak Klub Inggris yang Tawar 10 Juta Euro
Sumber :
  • Malaysia NT

 

Sumber tersebut mengatakan bahwa para ketujuh pemain itu bisa melakukannya. Sebab, FAM telah mengakui adanya kesalahan teknis yang mereka buat.

“Diketahui bahwa pengacara di luar negeri sedang bernegosiasi dengan ketujuh pemain tersebut untuk mempertimbangkan gugatan terhadap FAM atas kesalahan teknis yang telah mereka konfirmasikan sendiri,” kata sumber tersebut kepada My Metro.

"Mereka [ketujuh pemain] dapat melakukan itu dan itu tidak mengejutkan karena mata pencaharian mereka hilang karena mereka diskors,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, langkah ini juga diperlukan untuk membersihkan nama ketujuh pemain tersebut. Ini bisa berdampak kepada pencarian klub baru nantinya.

“Langkah untuk menuntut kompensasi adalah agar mereka dapat membersihkan nama mereka. Ini penting bagi mereka untuk menemukan klub baru setelah masa skorsing berakhir," kata tukasnya. (rda)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Kasus dugaan rasisme Marc Klok memanas usai laporan Bhayangkara FC. Klok membantah keras dan ungkap kronologi sebenarnya versinya. Eks rekan Messi pasang badan
Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak tegas jika ada perusahaan tambang batu kapur pabrik semen di Karawang Selatan yang melanggar aturan lingkungan.
Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM merespons soal lintasan kereta Ampera Bekasi yang diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas).

Trending

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak tegas jika ada perusahaan tambang batu kapur pabrik semen di Karawang Selatan yang melanggar aturan lingkungan.
Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM merespons soal lintasan kereta Ampera Bekasi yang diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas).
Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Kasus dugaan rasisme Marc Klok memanas usai laporan Bhayangkara FC. Klok membantah keras dan ungkap kronologi sebenarnya versinya. Eks rekan Messi pasang badan
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kesal lintasan kareta Ampera Bekasi diduga kembali dikuasai oleh oknum Organisasi Masyarakarat (ormas) pasca terjadi kecelakaan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT