News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gara-gara Sanksi FIFA, Peringkat Timnas Malaysia Terjun Bebas di Ranking Dunia

Pengajuan banding yang dilakukan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tidak serta-merta menangguhkan sanksi yang dijatuhkan FIFA.
Jumat, 26 Desember 2025 - 00:45 WIB
Pemain naturalisasi Malaysia dinilai lebih baik ketimbang Indonesia
Sumber :
  • FA Malaysia

Jakarta, tvOnenews.com - Pengajuan banding yang dilakukan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tidak serta-merta menangguhkan sanksi yang dijatuhkan FIFA

Hal inilah yang menjelaskan mengapa FIFA tetap memberikan hukuman berupa tiga kekalahan walk over (WO) kepada tim nasional Malaysia, yang berdampak langsung pada anjloknya posisi Harimau Malaya di peringkat dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keputusan terbaru FIFA, tiga laga uji coba internasional Malaysia resmi dibatalkan.

Pertandingan melawan Tanjung Verde yang sebelumnya berakhir imbang 1-1, kemenangan 2-1 atas Singapura, serta kemenangan 1-0 kontra Palestina, seluruhnya dianulir dan diubah menjadi kekalahan 0-3.

Konsekuensi dari keputusan tersebut cukup signifikan. Tim nasional Malaysia harus menerima penurunan tajam di peringkat FIFA, dari posisi 116 dunia merosot ke peringkat 121.

Permasalahan ini bermula dari temuan FIFA yang menyatakan bahwa FAM melanggar regulasi disiplin dengan mengonfirmasi kelayakan tujuh pemain naturalisasi yang dinilai tidak sah. 

FIFA menilai proses naturalisasi tersebut melanggar ketentuan kelayakan pemain internasional, sehingga menjatuhkan sanksi berupa denda, skorsing, serta pembatalan hasil pertandingan terkait.

Meski FAM telah membawa kasus ini ke CAS, sejumlah pakar hukum olahraga menegaskan bahwa sanksi FIFA tetap berlaku selama tidak ada keputusan penangguhan pelaksanaan.

Pengacara olahraga Hairul Vaiyron Othman menegaskan bahwa pengajuan banding saja tidak cukup untuk menghentikan hukuman.

“Pengajuan banding tidak secara otomatis menangguhkan hukuman. Jika tidak ada permohonan penangguhan pelaksanaan yang dikabulkan, FIFA berhak melanjutkan keputusan tersebut,” ujar Hairul dilansir dari thethao, Jumat (26/12/2025).

Ia menambahkan, seluruh keputusan disiplin FIFA tetap efektif hingga CAS memutuskan untuk membatalkan atau mengubahnya.

Bahkan, proses banding di CAS juga mengandung risiko, karena putusan bisa saja menguatkan, meringankan, atau justru memperberat hukuman, tergantung pada tingkat pelanggaran dan bukti yang diajukan.

Hairul juga menekankan perbedaan mendasar antara status kewarganegaraan dan kelayakan membela tim nasional berdasarkan regulasi FIFA.

Menurutnya, seorang pemain yang telah memperoleh kewarganegaraan belum tentu otomatis berhak membela tim nasional, apabila tidak memenuhi syarat asal-usul dan masa tinggal yang diatur dalam Statuta FIFA.

Kasus ini pertama kali mencuat pada September lalu, ketika Komite Disiplin FIFA menuduh FAM terlibat dalam pemalsuan atau pengubahan dokumen, termasuk akta kelahiran, guna melegitimasi asal-usul pemain. Tindakan tersebut dinilai melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.

Pada November, Komite Banding FIFA memperkuat sanksi tersebut, sehingga memaksa FAM membawa perkara ini ke CAS sebagai jalur hukum terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam perkembangan terbaru, FAM juga telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian serta mengonfirmasi adanya investigasi internal untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Namun, hingga CAS mengeluarkan putusan resmi, seluruh sanksi FIFA tetap berlaku. Kondisi ini menimbulkan kerugian besar bagi sepak bola Malaysia, baik dari sisi performa tim nasional, kerugian finansial, maupun menurunnya prestise di kancah internasional.

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Apa-apa, Media Vietnam Sudah Bayangkan 'Grup Neraka' Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Belum Apa-apa, Media Vietnam Sudah Bayangkan 'Grup Neraka' Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Media Vietnam khawatir hadapi “grup neraka” di Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Timnas Indonesia yang dinilai makin kuat.
Info BMKG: Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Sepanjang Hari Ini 3 April 2026

Info BMKG: Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Sepanjang Hari Ini 3 April 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Jumat (3/4). 
Aprilia Dominasi Tiga Seri Awal MotoGP 2026, Massimo Rivola Ceritakan Momen Jatuh Bangun Timnya di Tes Pramusim

Aprilia Dominasi Tiga Seri Awal MotoGP 2026, Massimo Rivola Ceritakan Momen Jatuh Bangun Timnya di Tes Pramusim

Massimo Rivola sebut timnya berjuang keras hingga harus kejar-kejaran waktu untuk menemukan set up yang tepat di tes pramusim MotoGP 2026.
Bawa-bawa Ranking FIFA, Media Thailand Soroti Nasib 4 Pemain Timnas Indonesia yang 'Bermasalah' di Liga Belanda

Bawa-bawa Ranking FIFA, Media Thailand Soroti Nasib 4 Pemain Timnas Indonesia yang 'Bermasalah' di Liga Belanda

Media Thailand ikut menyoroti kabar mengejutkan yang datang dari Liga Belanda terkait sejumlah pemain Timnas Indonesia. Sebut tak akan pengaruhi ranking FIFA.
Tolak Klub Belanda Demi Persipura, Wonderkid Timnas Indonesia Ini Justru Nikmati Hidup Jadi PNS

Tolak Klub Belanda Demi Persipura, Wonderkid Timnas Indonesia Ini Justru Nikmati Hidup Jadi PNS

Bagi para pencinta sepak bola tanah air, khususnya Timnas Indonesia dan Persipura Jayapura, pemain yang akrab disapa Bochi ini sudah menjadi legenda sejak lama.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.

Trending

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Tolak Klub Belanda Demi Persipura, Wonderkid Timnas Indonesia Ini Justru Nikmati Hidup Jadi PNS

Tolak Klub Belanda Demi Persipura, Wonderkid Timnas Indonesia Ini Justru Nikmati Hidup Jadi PNS

Bagi para pencinta sepak bola tanah air, khususnya Timnas Indonesia dan Persipura Jayapura, pemain yang akrab disapa Bochi ini sudah menjadi legenda sejak lama.
Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Kegagalan Timnas Indonesia jadi juara di FIFA Series 2026 justru memicu sorotan luas dari berbagai media luar negeri. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Terungkap, Alasan Terbesar Dedi Mulyadi Gencar Sidak Sekolah di Jawa Barat Sampai Marah-Marah

Terungkap, Alasan Terbesar Dedi Mulyadi Gencar Sidak Sekolah di Jawa Barat Sampai Marah-Marah

Terungkap alasan Dedi Mulyadi gencar sidak sekolah di Jawa Barat. Soroti fasilitas, kebersihan, hingga pendidikan demi masa depan generasi bangsa yang baik.
Dedi Mulyadi Suruh Siswa Jalan Kaki dan ASN WFH Sebelum Instruksi dari Pusat, Hasilnya Bikin Geleng-geleng

Dedi Mulyadi Suruh Siswa Jalan Kaki dan ASN WFH Sebelum Instruksi dari Pusat, Hasilnya Bikin Geleng-geleng

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) membeberkan keuntungan besar di balik kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur di lingkungan Pemprov Jabar. 
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT