Persib Bandung Hadapi Ketidakpastian Usai Federico Barba Masuk Radar Klub Serie B Italia
- tvOnenews.com - Dwi R Belva
tvOnenews.com - Nama Federico Barba kembali menjadi perbincangan hangat di bursa transfer setelah sejumlah media Italia mengaitkannya dengan beberapa klub Serie B. Bek asal Italia yang kini memperkuat Persib Bandung itu disebut-sebut berpeluang pulang ke negaranya, menyusul munculnya klausul kontrak yang memungkinkan kepindahan lebih cepat.
Situasi ini membuat masa depan Barba di Bandung menjadi sorotan, terutama di tengah performa solidnya bersama Maung Bandung musim ini.
Media Italia La Repubblica menjadi salah satu yang pertama mengangkat isu tersebut. Dalam laporannya, media itu menyebut bahwa kontrak Barba bersama Persib berdurasi satu musim.
Namun memiliki klausul khusus yang membuka peluang sang pemain hengkang secara gratis jika menerima tawaran dari klub Italia. “Barba memiliki kontrak yang memungkinkannya untuk pergi secara gratis jika ada tawaran dari Italia,” tulis La Repubblica, membuka ruang spekulasi yang semakin luas.
Profil dan Rekam Jejak Federico Barba
Federico Barba merupakan bek berusia 32 tahun yang memiliki pengalaman panjang di sepak bola Eropa. Karier profesionalnya banyak dihabiskan di Italia, dengan catatan membela klub-klub seperti Benevento, Empoli, hingga Sion di Swiss.
Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah saat menjadi bagian dari skuad Benevento yang promosi ke Serie A pada 2020, ketika klub tersebut dilatih Filippo Inzaghi.
Barba dikenal sebagai pemain bertahan yang fleksibel. Meski posisi utamanya bek kiri, ia juga kerap dimainkan sebagai bek tengah. Karakter bermainnya mengandalkan ketenangan, pengalaman, serta kemampuan membaca permainan, kualitas yang membuatnya tetap diminati meski telah memasuki usia matang sebagai pesepak bola.
Hubungan masa lalu dengan Filippo Inzaghi kembali menjadi faktor penting dalam rumor transfer kali ini. La Repubblica menyebut Palermo, klub Serie B yang kini ditangani Inzaghi, tertarik merekrut Barba.
“Di lini pertahanan juga ada opsi Federico Barba (32 tahun), yang saat ini bermain untuk Persib di Indonesia dan pernah meraih promosi ke Serie A bersama Inzaghi saat di Benevento pada 2020,” tulis media tersebut.
- Instagram @persib
Palermo, Pescara, dan Persaingan Klub Serie B
Ketertarikan terhadap Barba tidak hanya datang dari Palermo. Media Il Centro melaporkan bahwa Pescara juga aktif memburu tanda tangan sang bek, meski harus bersaing dengan Palermo dan Avellino.
Menurut Il Centro, Pescara bahkan disebut paling agresif dalam upaya mendatangkan Barba, dengan skema peminjaman sebagai opsi realistis.
Jurnalis Italia Nicolo Schira turut menguatkan kabar tersebut. Melalui akun media sosialnya, ia menyebut bahwa Barba tinggal selangkah lagi kembali ke Italia dan tengah menjalin pembicaraan lanjutan dengan Pescara.
Il Centro pada 30 Desember 2025 juga melaporkan bahwa manajemen Pescara bekerja secara diam-diam untuk merampungkan transfer bek berusia 32 tahun itu.
Kepercayaan diri Pescara didukung oleh faktor personal. Direktur olahraga Pasquale Foggia mengenal Barba dengan baik sejak sama-sama berada di Benevento pada periode 2018–2023.
Foggia juga merupakan sosok yang terlibat dalam perekrutan Barba saat Benevento promosi ke Serie A di bawah arahan Inzaghi.
Untung Rugi bagi Persib Bandung
Bagi Persib Bandung, potensi kepergian Federico Barba menghadirkan dilema. Dari sisi teknis, Persib jelas kehilangan salah satu pilar penting lini belakang.
Musim ini, Barba tampil konsisten di BRI Super League dengan catatan 10 penampilan dan tiga gol, kontribusi yang cukup signifikan untuk seorang bek. Di level Asia, ia juga berperan dalam lima laga AFC Champions League Two, termasuk satu assist yang membantu Persib lolos ke babak 16 besar.
Namun dari sisi manajemen, keputusan melepas Barba dengan status pinjaman hingga akhir musim 2025/2026 juga memiliki pertimbangan tersendiri.
Barba disebut mengalami homesick dan ingin lebih dekat dengan keluarganya di Eropa. Selain itu, kepindahannya ke Pescara, klub yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi Serie B, memberi tantangan baru bagi sang pemain tanpa harus memutus hubungan sepenuhnya dengan Persib.
Persib sendiri masih berada di puncak klasemen sementara BRI Super League, sehingga stabilitas tim menjadi faktor krusial. Kepergian Barba tentu menuntut kesiapan opsi pengganti yang sepadan, baik dari pemain yang ada maupun rekrutan baru.
Di sisi lain, jika Barba berkembang dan mendapatkan menit bermain reguler di Italia, Persib juga berpotensi diuntungkan secara reputasi dan hubungan internasional.
Situasi ini menempatkan Persib di persimpangan jalan: mempertahankan kekuatan tim demi ambisi juara, atau memberi ruang bagi pemain untuk melanjutkan karier sesuai kebutuhan personal dan profesional. Yang jelas, saga Federico Barba menjadi salah satu cerita transfer paling menarik yang melibatkan Persib Bandung musim ini. (udn)
Load more