Ngeri! Pelaku Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Terancam Hukuman Cambuk
- Instagram - Malaysia NT
Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial (JSJK) Kepolisian Kerajaan Malaysia, Datuk Rusdi Mohd Isa, menegaskan bahwa hukuman berat menanti pihak yang terlibat dalam pemalsuan dokumen pemain Timnas Malaysia. Kasus ini menjadi sorotan besar karena dinilai mencoreng marwah sepak bola dan harga diri bangsa.
Skandal naturalisasi ilegal membuat Malaysia berada dalam tekanan besar dari berbagai arah, baik di dalam negeri maupun internasional. Tujuh pemain bersama Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dijatuhi sanksi tegas oleh FIFA akibat pelanggaran serius tersebut.
Upaya pemulihan reputasi terus dilakukan oleh FAM dengan menempuh jalur hukum ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional atau CAS. Namun demikian, langkah tersebut belum mampu menutup dampak besar berupa pengurangan poin FIFA yang dialami Harimau Malaysia.
Pihak berwenang kini fokus memburu aktor utama di balik skandal memalukan tersebut sebagai bagian dari upaya membersihkan nama sepak bola Malaysia. Kepolisian Kerajaan Malaysia memastikan proses investigasi dilakukan secara menyeluruh dan profesional.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 45 laporan resmi telah diterima pihak kepolisian terkait dugaan pemalsuan dokumen tersebut. FAM pun telah melayangkan laporan sesuai rekomendasi Komite Investigasi Independen (IIC).
Mengutip laporan media Makan Bola, sanksi yang mengancam pelaku tergolong sangat berat, yakni hukuman penjara hingga 10 tahun serta hukuman cambuk. Langkah keras ini dinilai sepadan dengan pelanggaran serius yang menyangkut kehormatan negara.
Datuk Rusdi Mohd Isa juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai spekulasi yang beredar. Ia memastikan aparat penegak hukum bekerja maksimal untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
Menurut Rusdi, seluruh bukti penting telah dikantongi dan tindakan tegas akan segera diambil dalam waktu dekat. Semua langkah tersebut dilakukan demi mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.
"PDRM (Kepolisian Kerajaan Malaysia) mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi," ujar Rusdi.
"Meyakinkan mereka bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan transparansi."
"Integritas investigasi selalu diprioritaskan untuk memastikan keadilan tanpa melindungi pihak mana pun," imbuhnya.
Sebelumnya, FIFA secara resmi menyatakan tujuh pemain Timnas Malaysia tidak memenuhi syarat secara hukum untuk membela negara tersebut. Mereka adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Load more