Timnas Putri Iran Tolak Nyanyi Lagu Kebangsaan di Piala Asia di Tengah Konflik Iran-Israel
- X/samanthataghoy
Meski kalah, Jafari tetap memberikan apresiasi kepada timnya yang berhasil tampil di putaran final Piala Asia Wanita untuk kedua kalinya.
"Kami tahu ini pertandingan sulit karena Korea adalah salah satu tim terkuat di Asia,” ucapnya.
Kekalahan tersebut menempatkan Iran dalam posisi sulit di fase grup, namun para pemain tetap bertekad melanjutkan perjuangan.
Laga berikutnya akan menjadi penentu nasib mereka untuk bisa bertahan di turnamen ini.
Perjuangan Perempuan Iran di Dunia Sepakbola
Di balik sorotan atas aksi diam ini, perjuangan perempuan Iran di dunia sepakbola bukanlah hal baru.
Pemerintah Republik Islam Iran selama ini menerapkan aturan ketat terhadap perempuan dalam olahraga.
Kaum perempuan masih dilarang menonton pertandingan di stadion, dan para pemain wajib mengenakan hijab syar’i saat bertanding.
Kasus tragis Sahar Khodayari pada 2019 menjadi simbol perlawanan terhadap diskriminasi tersebut.
Ia nekat menyamar menjadi laki-laki demi menonton klub favoritnya, Esteghlal FC, di Stadion Azadi, Teheran.
Setelah tertangkap dan dijatuhi hukuman enam bulan penjara, Khodayari memutuskan membakar dirinya.
Aksi bakar diri itu memicu kecaman internasional dan membuat pemerintah Iran sempat mengizinkan perempuan menonton langsung pertandingan sepakbola untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.
Namun, pada 2022, insiden serupa terjadi di Mashhad, ketika perempuan yang sudah memegang tiket justru disemprot gas merica oleh aparat saat mencoba masuk ke stadion.
Kini, aksi diam Timnas Putri Iran di Piala Asia 2026 kembali menegaskan bahwa perjuangan perempuan Iran belum berakhir. (adk)
Load more