News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Resmi! CAS Kabulkan Sebagian Banding, Begini Nasib 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia

CAS menguatkan hukuman skors 12 bulan bagi tujuh pemain dalam kasus dokumen naturalisasi Malaysia. FAM juga tetap wajib membayar denda sekitar Rp6,2 miliar.
Kamis, 5 Maret 2026 - 19:23 WIB
Ilustrasi pemain naturalisasi Malaysia.
Sumber :
  • instagram FAM Malaysia

Jakarta, tvOnenews.com - Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) mengabulkan sebagian banding yang diajukan tujuh pesepak bola naturalisasi Malaysia terkait kasus pemalsuan dokumen dalam proses kelayakan yang melibatkan Football Association of Malaysia (FAM). Keputusan tersebut diumumkan di Lausanne, Swiss, pada Kamis (5/3/2026).

Dalam putusannya, CAS tetap mempertahankan hukuman larangan bermain selama 12 bulan bagi para pemain tersebut. Namun, sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA mengalami perubahan sehingga mereka masih diperbolehkan menjalani latihan serta mengikuti aktivitas sepak bola non-pertandingan bersama klub masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tujuh pemain yang terseret dalam kasus ini adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Mereka sebelumnya diproses karena diduga terlibat dalam penggunaan dokumen yang tidak sah saat menjalani proses naturalisasi untuk membela tim nasional Malaysia.

Sementara itu, banding yang diajukan FAM secara terpisah tidak dikabulkan oleh CAS. Dengan demikian, federasi sepak bola Malaysia tersebut tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp6,2 miliar.

Kasus ini bermula pada tahun 2025 ketika FAM mendekati tujuh pemain asing tersebut untuk kemungkinan dinaturalisasi dan memperkuat tim nasional Malaysia. Setelah proses administrasi berjalan, para pemain tersebut akhirnya memperoleh paspor Malaysia.

Namun pada 25 September 2025, komite disiplin FIFA memutuskan bahwa FAM dan para pemain melanggar Kode Disiplin FIFA. Pelanggaran tersebut berkaitan dengan penggunaan dokumen yang dianggap tidak sah dalam proses naturalisasi dan penentuan kelayakan pemain.

FIFA menilai para pemain tidak memiliki hubungan yang sah dengan Malaysia yang dapat menjadi dasar memperoleh kewarganegaraan untuk bermain di level internasional. Putusan tersebut kemudian dikuatkan kembali oleh komite banding FIFA pada 3 November 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat keputusan itu, masing-masing pemain dikenai denda 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp35,6 juta. Selain itu, mereka juga dijatuhi hukuman larangan selama 12 bulan dari seluruh aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola.

FAM dan para pemain kemudian mengajukan banding bersama ke CAS pada 5 Desember 2025. Dalam proses banding tersebut, FAM mengakui adanya “kekurangan kelembagaan” dalam pengelolaan kasus tersebut.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Persoalan ini bermula ketika anak dari pelaku yang diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus diduga mengambil jajanan di kantin sekolah tanpa membayar..
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT