News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Skandal Naturalisasi Malaysia Meledak! 7 Pemain Resmi Dilarang Bela Harimau Malaya Selamanya

Sepak bola Malaysia kembali diterpa kabar buruk setelah keputusan dari Court of Arbitration for Sport (CAS) mempertegas sanksi terhadap tujuh pemain yang terlibat dalam kasus naturalisasi ilegal.
Minggu, 8 Maret 2026 - 01:46 WIB
Ilustrasi pemain naturalisasi Malaysia.
Sumber :
  • instagram FAM Malaysia

Jakarta, tvOnenews.com - Sepak bola Malaysia kembali diterpa kabar buruk setelah keputusan dari Court of Arbitration for Sport (CAS) mempertegas sanksi terhadap tujuh pemain yang terlibat dalam kasus naturalisasi ilegal. 

Putusan ini mempertahankan hukuman yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA dan berdampak besar terhadap masa depan tim nasional Malaysia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Jenderal Asian Football Confederation (AFC), Windsor Paul John, mengonfirmasi bahwa tujuh pemain tersebut kemungkinan besar tidak akan bisa lagi memperkuat tim nasional Malaysia, bahkan setelah menjalani hukuman larangan bermain selama 12 bulan.

Tujuh pemain yang dimaksud adalah Hector Hevel, Imanol Machuca, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, serta Gabriel Palmero. Mereka dinyatakan terlibat dalam penggunaan dokumen naturalisasi yang tidak sah saat proses pendaftaran untuk tim nasional Harimau Malaya.

CAS memutuskan bahwa ketujuh pemain tersebut tetap menjalani skorsing selama 12 bulan untuk pertandingan resmi. Namun, larangan tersebut tidak berlaku untuk aktivitas klub sehingga para pemain masih diperbolehkan berlatih atau tampil bersama klub masing-masing selama masa hukuman berlangsung.

Meski demikian, persoalan yang lebih besar muncul setelah masa skorsing selesai. AFC menegaskan bahwa para pemain tersebut tetap tidak memenuhi syarat untuk membela tim nasional Malaysia.

“Hingga saat ini, setelah 12 bulan, kemungkinan besar ketujuh pemain ini tidak akan dapat bermain untuk tim nasional Harimau Malaya menyusul keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga,” ujar Windsor Paul John.

Kabar tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi Football Association of Malaysia (FAM). Pasalnya, para pemain naturalisasi tersebut sebelumnya dianggap sebagai bagian penting dalam upaya memperkuat skuad Harimau Malaya di level internasional.

Sementara itu, pengacara olahraga Malaysia, Nik Erman Nik Roseli, menjelaskan bahwa peluang para pemain tersebut untuk membela Malaysia sebenarnya masih ada, namun melalui proses yang panjang dan rumit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, masalah utama adalah ketujuh pemain tersebut tidak memiliki garis keturunan Malaysia.

“Para pemain ini tidak memenuhi syarat untuk mewakili Malaysia bahkan setelah menyelesaikan larangan 12 bulan mereka. Mereka masih tidak memiliki darah Malaysia,” jelas Nik Erman.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT