News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

CAF Beri Juara Piala Afrika ke Maroko, Senegal Resmi Ajukan Banding pada CAS

Federasi Sepak Bola Senegal bergerak cepat dengan langsung menolak keputusan ini.
Rabu, 18 Maret 2026 - 14:51 WIB
Ancam Walkout di Tengah Pertandingan, CAF Pertimbangkan Hukuman untuk Pelatih dan Pemain Senegal
Sumber :
  • REUTERS/Siphiwe Sibeko

Jakarta, tvOnenews.com - Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memberi juara Piala Afrika ke Maroko setelah memutuskan Senegal kalah WO 3-0 di babak final.

Federasi Sepak Bola Senegal bergerak cepat dengan langsung menolak keputusan ini. Senegal pun bergerak cepat dengan mengajukan banding pada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Rabu (18/3/2026). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan kontroversial ini muncul setelah CAF menetapkan kemenangan 3-0 untuk Maroko atas Senegal melalui keputusan forfeit dalam partai final yang penuh polemik.

Dilansir dari laman All Afrika, Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) mengaku telah menerima putusan CAF dalam kasus WO itu, mereka dengan tegas mengecam hasil tersebut.

FSF menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang tidak adil, belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak dapat diterima.

Putusan tersebut diambil setelah Komite Banding CAF mengabulkan protes yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF). CAF merujuk pada Pasal 82 dan 84 regulasi kompetisi yang mengatur tentang pelanggaran dan keputusan kalah walkover.

Tak hanya itu, Komite Banding juga membatalkan keputusan awal dari Komite Disiplin CAF dengan alasan adanya kekurangan prosedural, khususnya karena hak Maroko untuk didengar tidak terpenuhi dalam proses sebelumnya.

Kondisi tersebut membuka jalan bagi peninjauan ulang kasus yang pada akhirnya merugikan Senegal.

Namun, pihak Senegal menolak menerima keputusan tersebut begitu saja. Dalam pernyataan resminya, FSF menegaskan bahwa mereka tidak sepakat baik terhadap proses maupun hasil akhir yang dikeluarkan CAF.

Menurut mereka, keputusan tersebut bukan hanya berdampak pada hasil pertandingan, tetapi juga mencederai integritas sepak bola Afrika secara keseluruhan.

FSF menilai putusan tersebut memunculkan kekhawatiran serius terkait tata kelola, keadilan, serta konsistensi dalam proses disipliner di level tertinggi sepak bola Afrika.

Sebagai respons, Senegal memastikan akan segera membawa kasus ini ke CAS di Lausanne dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Senegal siap menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai hak dan kepentingan sepak bola Senegal.

Jika kasus ini diterima oleh CAS, maka sengketa akan bergeser dari ranah internal CAF ke panggung arbitrase olahraga internasional. Hal ini membuka peluang adanya perubahan keputusan, sebagaimana pernah terjadi dalam sejumlah kasus besar di dunia sepak bola.

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Kasus dugaan rasisme Marc Klok memanas usai laporan Bhayangkara FC. Klok membantah keras dan ungkap kronologi sebenarnya versinya. Eks rekan Messi pasang badan
Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak tegas jika ada perusahaan tambang batu kapur pabrik semen di Karawang Selatan yang melanggar aturan lingkungan.
Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM merespons soal lintasan kereta Ampera Bekasi yang diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas).
5 Weton Ini Diramal Bakal Naik Jabatan dan Bikin Gebrakan dalam Kariernya pada Tanggal 3 Mei 2026

5 Weton Ini Diramal Bakal Naik Jabatan dan Bikin Gebrakan dalam Kariernya pada Tanggal 3 Mei 2026

Apakah karier Anda akan melesat tajam atau justru mendapatkan peluang bisnis baru yang menggiurkan? Inilah lima weton yang diprediksi akan mendulang sukses besar di tanggal 3 Mei 2026.

Trending

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak tegas jika ada perusahaan tambang batu kapur pabrik semen di Karawang Selatan yang melanggar aturan lingkungan.
Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM merespons soal lintasan kereta Ampera Bekasi yang diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas).
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kesal lintasan kareta Ampera Bekasi diduga kembali dikuasai oleh oknum Organisasi Masyarakarat (ormas) pasca terjadi kecelakaan
Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Amerika Selatan, John Herdman Tertarik?

Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Amerika Selatan, John Herdman Tertarik?

Raja assist eks kasa teratas Amerika Selatan ini berpeluang dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia. Ia tak lama lagi eligible sesuai dengan aturan FIFA.
Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan dikabarkan menggandeng kekasih baru di momen spesialnya. Di momen tersebut, ia diisukan mengajak serta Inka Andestha, seorang pengusaha skincare.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT