News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov Buka Peluang Melatih di Indonesia usai FIFA Series 2026: Terasa seperti Rumah

Pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, membuka peluang untuk melatih di Indonesia. Sang pelatih berusia 49 tahun mengaku merasa seperti pulang ke rumah.
Selasa, 31 Maret 2026 - 12:43 WIB
Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov dan Marin Petkov
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, membuka peluang untuk melatih di Indonesia. Sang pelatih berusia 49 tahun mengaku merasa seperti pulang ke rumah.

Bulgaria berhasil meraih gelar juara FIFA Series 2026, yang diadakan di Jakarta. Pada pertandingan final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3/2026) kemarin, mereka menang tipis dengan skor 1-0.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gol penalti Marin Petkov pada menit ke-38 menjadi penentu kemenangan untuk tim asal Eropa tersebut. Namun, Timnas Indonesia sebenarnya tampil mendominasi di sepanjang laga.

John Herdman berhasil menerapkan permainan yang diinginkan olehnya. Dalam dua kali kesempatan, bahkan, Timnas Indonesia hampir menyamakan skor melalui Ole Romeny dan Rizky Ridho.

Sayangnya, upaya dari kedua pemain bintang itu masih dimentahkan oleh mistar gawang. Bulgaria pun membawa pulang trofi dengan kemenangan tipis 1-0.

Setelah laga, pelatih Aleksandar Dimitrov mengutarakan rasa bahagianya untuk meraih kemenangan. Namun, lebih daripada itu, momen FIFA Series 2026 terasa spesial untuknya.

Dimitrov adalah mantan pemain Persija Jakarta. Dia pernah menjadi asisten untuk Ivan Kolev saat menjabat di Timnas Indonesia pada Piala Asia 2007 silam.

Ketika ditanyai oleh wartawan setelah laga, Dimitrov mengakui rasa cintanya terhadap Indonesia. Baginya, momen ini adalah sebuah kepulangan ke rumah.

Bintang Timnas Indonesia Kevin Diks dan pemain Bulgaria
Bintang Timnas Indonesia Kevin Diks dan pemain Bulgaria
Sumber :
  • X @timnasindonesia

Namun, pada saat ini, dirinya baru mulai menjabat sebagai pelatih tim senior Bulgaria. Dia baru dipromosikan pada akhir tahun 2025 lalu.

Dimitrov masih berupaya fokus membangun fondasi bersama Bulgaria. Namun, dia juga menyadari bahwa suatu hari nanti pasti jabatannya akan berakhir di Bulgaria.

Dia pun memngindikasikan ketersediaan untuk kembali ke Indonesia suatu hari nanti. Sebab, baginya, Indonesia seperti rumah kedua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Seperti yang telah saya sebutkan berkali-kali selama beberapa hari ini, saya mencintai Indonesia dan ini seperti rumah kedua bagi saya. Saya selalu merasa sangat diterima dan sangat istimewa di sini,” kata Dimitrov dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).

“Tetapi saat ini, mulai hari ini, semua energi saya terfokus pada melatih Tim Bulgaria dan saya tidak ingin terganggu atau memikirkan hal lain. Saya sepenuhnya menyadari bahwa setiap masa jabatan sebagai pelatih memiliki awal dan juga akhir,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Data Desil Dinilai Tak Selalu Gambarkan Kondisi Warga, DPRD Surabaya Dorong Verifikasi Lapangan

Data Desil Dinilai Tak Selalu Gambarkan Kondisi Warga, DPRD Surabaya Dorong Verifikasi Lapangan

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menilai data desil belum selalu menggambarkan kondisi ekonomi warga di lapangan.
Periksa Istri Bupati Pemalang, KPK Dalami Hasil Penggeledahan hingga Penyiapan Uang yang Dibawa Anom Widyantoro saat OTT

Periksa Istri Bupati Pemalang, KPK Dalami Hasil Penggeledahan hingga Penyiapan Uang yang Dibawa Anom Widyantoro saat OTT

Istri Bupati dimintai keterangan KPK soal dugaan penyiapan uang yang diamankan pada saat peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Anom Widyantoro.
DPR Buka Ruang Aspirasi Desa, AKSI Siap Dukung Program Prabowo: Membangun Indonesia dari Desa

DPR Buka Ruang Aspirasi Desa, AKSI Siap Dukung Program Prabowo: Membangun Indonesia dari Desa

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Sari Yuliati membuka Rapat Kerja Nasional AKSI di Ruang Pustakaloka, Gedung
DPR Terima Aspirasi Kades AMJ, Bahas Kepastian Pilkades 2027 dan Penjabat Kades

DPR Terima Aspirasi Kades AMJ, Bahas Kepastian Pilkades 2027 dan Penjabat Kades

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Pimpinan DPR RI Sari Yuliati dan Saan Mustopa menerima audiensi Koordinator Nasional Kades AMJ di Ruang Abdul Muis,
MUF Genjot Adopsi Kendaraan Listrik, Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi dengan Dealer

MUF Genjot Adopsi Kendaraan Listrik, Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi dengan Dealer

MUF bersama Bank Mandiri dan dealer otomotif menggelar pengalaman EV dan hybrid di Bali untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di Pulau Dewata lebih massif.
AHY Jelaskan Maksud Omongan Kekuasaan Ada Batasnya dalam Pidato Politiknya, Khawatir Ada yang Salah Tafsir

AHY Jelaskan Maksud Omongan Kekuasaan Ada Batasnya dalam Pidato Politiknya, Khawatir Ada yang Salah Tafsir

Terkait pidato politiknya, AHY menegaskan bahwa bahwa Partai Demokrat memiliki posisi yang jelas, yakni mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Trending

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Kakak sulung Fajar Sahrudin atau Stewie (31), Deni Purwandi menyebut adik bungsunya sangat tertutup dan sulit dihubungi sejak kecil hingga sebelum tewas di GBK.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT