Kata-kata Berkelas Lamine Yamal usai Nyanyian Islamofobia Terdengar di Laga Spanyol Vs Mesir, Bintang Barcelona: Saya Muslim, Alhamdulillah
- REUTERS/Albert Gea
Jakarta, tvOnenews.com - Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, akhirnya angkat bicara terkait insiden nyanyian bernuansa Islamofobia yang mencoreng laga antara Spanyol kontra Mesir yang berakhir imbang 0-0, Rabu (1/4/2026). Pemain berusia 18 tahun itu hanya tampil di babak pertama sebelum ditarik keluar saat jeda dan terlihat menunjukkan ekspresi kecewa saat berada di bangku cadangan.
Sepanjang pertandingan yang digelar di Stadion RCDE, terdengar beberapa kali teriakan bernada provokatif yang berbunyi “Siapa yang tidak melompat adalah Muslim”. Aksi tersebut langsung menuai sorotan karena dinilai mencederai nilai sportivitas dan merusak atmosfer pertandingan internasional.
Usai laga berakhir, Lamine Yamal tampak meninggalkan lapangan lebih dulu tanpa ikut dalam sesi penghormatan bersama rekan setimnya. Sikap itu semakin memperlihatkan kekecewaan mendalam yang dirasakannya atas insiden yang terjadi di tribun penonton.
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, tidak tinggal diam dan secara tegas mengecam tindakan tersebut dalam pernyataannya setelah pertandingan. Ia menilai bahwa perilaku diskriminatif seperti itu tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola modern.
Keesokan harinya, Yamal meluapkan emosinya melalui media sosial Instagram. Ia menyebut para pelaku sebagai orang-orang bodoh dan rasis, sekaligus menegaskan sikapnya terhadap segala bentuk diskriminasi.
Berikut pernyataan lengkap Lamine Yamal yang dikutip dari akun Instagram pribadinya pada Rabu (1/4/2026):
Saya seorang Muslim, alhamdulillah.
Kemarin di stadion, terdengar nyanyian "siapa pun yang tidak melompat adalah seorang Muslim". Saya tahu itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan ditujukan secara pribadi kepada saya, tetapi sebagai seorang Muslim, itu tetap tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi.
Saya mengerti bahwa tidak semua penggemar seperti itu, tetapi kepada mereka yang meneriakkan hal-hal tersebut: menggunakan agama sebagai ejekan di lapangan membuat Anda bodoh dan rasis. Sepak bola adalah untuk dinikmati dan disorak-sorai, bukan untuk tidak menghormati orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini.
Meskipun begitu, terima kasih kepada semua yang datang untuk mendukung kami, sampai jumpa di Piala Dunia.
Load more