News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kontrak dengan Persib Selesai, Maung Bandung Gagal Terima Hadiah FIFA Atas Terpilihnya Frans Putros di Skuad Irak Piala Dunia?

Persib sendiri belum melepas Frans Putros maupun mengucapkan selamat atas pencapaiannya mewakili Irak di Piala Dunia 2026.
Senin, 1 Juni 2026 - 20:39 WIB
Pemain Timnas Irak, Frans Putros saat selebrasi Persib Bandung juara Super League 2025-2026
Sumber :
  • Instagram/@fransputros

Jakarta, tvOnenews.com - Kontrak pemain Irak, Frans Putros bersama Persib telah selesai per tanggal 31 Mei 2026. Namun sang pemain justru menjadi bagian dari skuad Timnas Irak untuk Piala Dunia tepat satu hari setelah kontraknya dengan Persib selesai. 

Persib sendiri belum melepas Frans Putros maupun mengucapkan selamat atas pencapaiannya mewakili Irak di Piala Dunia 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam gelaran Piala Dunia 2026 kali ini, FIFA memperkenalkan program yang menguntungkan bagi klub demi melancarkan prestasi pemainnya untuk tim nasional. 

Adalah Club Benefits Programme, menjadi cara FIFA untuk memuluskan langkah klub demi melepas pemainnya membela tim nasional. 

FIFA bahkan menyiapkan dana total 355 juta dolar AS atau Rp6,34 triliun untuk didistrubiskan pada klub-klub. 

Dilansir dari laman Give Me Sports, dengan dana ini, FIFA memberikan kompensasi pada klub ketika ada pemain yang tampil di Piala Dunia, termasuk ketika tampil di babak Kualifikasi Piala Dunia. 

Frans Putros sempat dibawa Irak untuk tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2026, termasuk pertandingan menentukan di babak play off antar konfederasi yang mengantarkan Irak ke Piala Dunia. 

Lalu bagaimana jika Persib dan Frans Putros akhirnya berpisah, apakah Persib tetap mendapatkan kompensasi dari FIFA. 

Jawabannya adalah iya, Persib akan tetap mendapatkan kompensasi dengan FIFA yang memberi kompensasi pada klub yang pernah dibela dalam dua tahun terakhir. Untuk kasus Frans Putros, maka klub lamanya, Port FC turut kecipratan dana tersebut. 

FIFA menjelaskan bahwa pembayaran untuk pemain yang tampil di putaran final akan dihitung mulai 10 hari sebelum laga pembuka hingga pertandingan terakhir yang dijalani tim nasional masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski besaran resmi per hari belum diumumkan, sejumlah laporan menyebut FIFA kemungkinan akan menggunakan skema pembayaran sekitar 11.000 dolar AS per hari atau setara Rp196,3 juta per hari untuk setiap pemain.

Jika angka tersebut benar diterapkan, maka sebuah klub bisa memperoleh lebih dari 250.000 dolar AS atau sekitar Rp4,46 miliar hanya dari satu pemain yang tampil di Piala Dunia meski tim nasionalnya tersingkir sejak fase grup.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, karena tidak mengantongi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute mengajak kembali masyarakat Indonesia secara umum untuk menelusuri keteladanan luhur Sang Guru Bangsa, Ahmad Syafii Maarif, melalui rangkaian penyelenggaraan Bulan Buya yang digelar lintas wilayah di Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Jakarta.
KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno

KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno

KBRI Roma menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.
Viral Video Pemalakan Mobil Pelat B di Dago Bandung, KDM Angkat Bicara

Viral Video Pemalakan Mobil Pelat B di Dago Bandung, KDM Angkat Bicara

Kang Dedi Mulyadi (KDM) angkat bicara mengenai video viral dugaan aksi pemalakan terhadap pengendara mobil dengan nomor polisi (pelat) B di kawasan Dago Bandung
Saatnya Raksasa Digital Membayar Keadilan untuk Indonesia

Saatnya Raksasa Digital Membayar Keadilan untuk Indonesia

Oleh: Harris Turino, Kapoksi PDI Perjuangan Komisi XI DPR RI
Soal Pola Pikir Mistis Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih, KDM Inisiasi Kajian Ilmiah

Soal Pola Pikir Mistis Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih, KDM Inisiasi Kajian Ilmiah

Kang Dedi Mulyadi (KDM) menginisiasi penyusunan naskah akademik terhadap dua artefak legendaris, yakni Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sang Hyang Pake.

Trending

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penting agar warganya bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai kritik masukan Dino Patti Djalal agar presiden melakukan diplomasi melalui telepon maupun Zoom meeting dengan negara lain tidak tepat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT