Gianni Infantino Sayangkan Kegagalan Wasit Somalia Pimpin Piala Dunia Gagal Masuk AS Karena Visa
- SFF
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino menyayangkan kegagalan wasit Piala Dunia, Omar Artan yang gagal memimpin turnamen paling bergengsi di dunia ini hanya karena visanya ditolak oleh Amerika Serikat.
Somalia, tempat asal wasit Omar Artan menjadi daftar hitam negara yang masuk ke Amerika Serikat. Akibat daftar tersebut, sang wasit tak mendapatkan visa yang membuatnya gagal menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin Piala Dunia.
Kasus tersebut ternyata memicu kecaman dari berbagai pihak di dunia internasional.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengakui situasi yang dialami Omar Artan merupakan hal yang tidak diharapkan. Namun, ia menegaskan FIFA bukan pihak yang memiliki kewenangan atas kebijakan pemerintah suatu negara.
"Situasinya memang disayangkan. Tetapi kami tidak mengendalikan semuanya. Kami berusaha, kami berdiskusi, dan kami akan terus berbicara," kata Gianni Infantino dilansir dari laman Indy100, dikutip Rabu (11/6/2026)
"Mungkin terkadang ada baiknya untuk tenang dan rileks. Kami mengerjakan semuanya dan mencoba menyelesaikan semuanya. Kadang-kadang, mulai berteriak dan marah justru memberikan efek sebaliknya dalam menemukan solusi," lanjutnya.
Presiden FIFA itu juga menegaskan bahwa organisasinya selalu berusaha mencari jalan keluar dalam setiap persoalan yang muncul, namun tidak memiliki kekuasaan untuk mengatur pemerintah maupun aparat keamanan suatu negara.
"Percayalah ketika saya mengatakan ini, atau jangan percaya jika Anda mau, kami selalu berusaha mencari solusi. Kami bukan raja dunia yang bisa mengatur pemerintah dan aparat kepolisian; kami adalah organisasi olahraga," tegas Infantino.
Pernyataan mengenai kata "rileks" yang dilontarkan Infantino kemudian kembali dipertanyakan oleh para jurnalis. Menanggapi hal tersebut, pria asal Swiss tersebut memberikan analogi terkait kemungkinan Piala Dunia Wanita 2035 yang diproyeksikan berlangsung di Inggris.
"Pada 2035, saya pikir Piala Dunia Wanita akan berlangsung di Inggris. Apakah menurut Anda wajar jika FIFA mendikte pemerintah Inggris mengenai siapa yang boleh masuk ke negara tersebut dan siapa yang tidak? Saya tidak tahu, mungkin menurut Anda itu normal," ujarnya.
Infantino juga menekankan bahwa faktor keamanan selalu menjadi prioritas utama sehingga keputusan pemerintah harus dihormati.
"Dunia kita adalah dunia yang sangat agresif, dan keamanan berada di atas segalanya. Anda harus menghormati keputusan tersebut," katanya.
Ia kemudian meluruskan maksud dari pernyataan "chill" yang sebelumnya menuai perdebatan.
"Ketika saya mengatakan 'tenang', saya tidak bermaksud 'tenang dan tidak melakukan apa-apa', maksud saya adalah percayalah kepada kami."
"Kami selalu mencoba membuat situasi menjadi sepositif mungkin dan mencari solusi. Terkadang kami berhasil, terkadang tidak," pungkasnya.
Load more