Omar Artan Sudah Tidak 'Mengganggur' Lagi
- REUTERS/Feisal Omar
Jakarta, tvOnenews.com – Badan Pengatur Sepakbola Eropa atau UEFA mengumumkan bahwa Wasit FIFA asal Somalia, Omar Artan, akan memimpin pertandingan Piala Super antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa.
Ia sebelumnya terpilih sebagai salah satu perwakilan wasit Afrika untuk Piala Dunia 2026, tetapi ditolak oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) di Bandara Internasional Miami dan dipulangkan ke Turki.
Omar Artan menegaskan bahwa ia "memiliki dokumen dan visa yang sah", namun pemerintahan Trump mengklaim ia ditolak masuk karena "sedang mencari izin masuk ke Amerika Serikat".
Keputusan tersebut memicu kemarahan luas di dunia sepak bola, dengan banyak pihak yang mendukung wasit tersebut sebagai bentuk solidaritas.
UEFA pun menunjukkan dukungan mereka dengan mempercayakan salah satu pertandingan paling bergengsi di awal musim mendatang kepadanya.
Setelah ditolak oleh petugas perbatasan AS, badan pengatur sepak bola Eropa (UEFA) telah mengonfirmasi kalau Artan bakal memimpin pertandingan Piala Super pada Agustus 2026 di Salzburg, Austria. UEFA mengonfirmasi penunjukan tersebut dalam sebuah pernyataan resminya.
"Setelah berdiskusi dengan konfederasi saudaranya, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), UEFA resmi menunjuk Wasit Somalia Omar Artan untuk memimpin Piala Super UEFA 2026, yang akan berlangsung pada 12 Agustus di Salzburg antara Juara Liga Champions UEFA Paris Saint-Germain dan Juara Liga Europa UEFA Aston Villa FC".
Keputusan untuk menunjuk Artan sebagai wasit pertandingan Piala Super UEFA telah dibuat dalam kerangka Nota Kesepahaman (MoU) yang baru-baru ini ditandatangani antara UEFA dan CAF untuk mendorong kerja sama di berbagai bidang, termasuk perwasitan.
UEFA dan CAF dipersatukan oleh komitmen bersama untuk mengembangkan sepak bola di semua tingkatan dan mempromosikan nilai-nilai inti persatuan, kesetaraan, dan non-diskriminasi.
"Omar Artan adalah wasit muda yang luar biasa namun sudah berpengalaman, yang telah membuktikan dirinya di level kompetisi tertinggi Konfederasi Sepak Bola Afrika. Sepak bola diciptakan untuk menghubungkan orang. Saya berterima kasih kepada teman saya, Presiden CAF Patrice Motsepe, atas dukungannya yang antusias terhadap inisiatif kami," ungkap Presiden UEFA Alexander Ceferin, seperti dikutip dari Express, Kamis, 11 Juni 2026.
Load more