Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Misteri 4 Bintang Uruguay di Piala Dunia 2026

Alasan mengapa Uruguay diizinkan menggunakan empat bintang pada seragam Piala Dunia 2026 milik mereka meskipun hanya memenangkan turnamen tersebut dua kali akhirnya terungkap.
Selasa, 16 Juni 2026 - 14:56 WIB
Persiapan Uruguay di Piala Dunia
Sumber :
  • REUTERS/Paola Chiomante

Jakarta, tvOnenews.com – Alasan mengapa Uruguay diizinkan menggunakan empat bintang pada seragam Piala Dunia 2026 milik mereka meskipun hanya memenangkan turnamen tersebut dua kali akhirnya terungkap.

Piala Dunia 2026 baru berjalan kurang dari seminggu dan sudah terbukti menjadi turnamen yang tak terlupakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meksiko sebagai tuan rumah meraih kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan dalam pertandingan pembuka yang diwarnai tiga pemain dikeluarkan dari lapangan, sementara tim-tim seperti AS, Skotlandia, Australia, dan Jerman juga meraih kemenangan besar.

Sementara itu, tim favorit Spanyol ditahan imbang 0-0 oleh Tanjung Verde dalam pertandingan yang mungkin merupakan kejutan terbesar di turnamen sejauh ini, seperti dikutip dari Sportbible.

Beberapa negara belum memainkan pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia 2026, termasuk Uruguay yang akan memulai kampanye mereka dengan pertandingan melawan Arab Saudi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa dini hari, 16 Juni.

Negara Amerika Selatan itu kemudian akan menghadapi Tanjung Verde yang sedang dalam performa terbaik pada 21 Juni sebelum bermain melawan Spanyol dalam pertandingan terakhir babak penyisihan grup pada 27 Juni mendatang.

Di semua pertandingan, para penggemar yang menonton pasti akan bertanya-tanya mengapa lambang Uruguay memiliki empat bintang meskipun negara tersebut hanya memenangkan dua Piala Dunia FIFA dalam sejarahnya.

Beberapa dekade lalu Uruguay memenangkan Piala Dunia 1930 dan 1950, mengalahkan sesama tim Amerika Selatan, Argentina dan Brasil, di setiap pertandingan. Namun, mereka juga dinobatkan sebagai juara di Olimpiade 1924 dan 1928 di Paris dan Amsterdam.

Karena pada tahun-tahun tersebut belum ada Piala Dunia FIFA, Uruguay berpendapat bahwa kemenangan mereka di Olimpiade telah menobatkan mereka sebagai juara dunia dan oleh karena itu mereka berhak mendapatkan tambahan dua bintang.

Kontroversialnya, keempat bintang itu kemudian menempatkan Uruguay di atas negara tetangga dan rival beratnya, Argentina, serta negara-negara seperti Prancis dan Spanyol.

Ide untuk menempatkan bintang pada seragam nasional sebagai simbol kemenangan di Piala Dunia pertama kali dilakukan oleh Brasil pada 1974, ketika mereka menempatkan bintang di atas lencana untuk memperingati tiga kemenangan mereka di Trofi Jules Rimet, yang mendahului Piala Dunia.

Sejak itu, Brasil telah menambahkan dua bintang lagi ke seragam mereka, untuk Piala Dunia 1994 dan 2002, menjadikan mereka tim internasional paling berprestasi dengan lima bintang.

Namun, Uruguay mengikuti jejak tersebut setelah memasukkan empat gelar juara dunia mereka ke dalam lambang mereka sejak 1991.

Meskipun FIFA awalnya tampak setuju dengan keputusan tersebut, 30 tahun kemudian badan pengatur itu meminta Puma, produsen perlengkapan Uruguay saat itu, untuk menghapus keempat bintang tersebut.

Namun, setelah Uruguay memberikan bukti untuk mendukung keputusan mereka, FIFA akhirnya menerima pilihan mereka untuk menggunakan empat bintang dan hal itu tetap berlaku hingga sekarang.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cara Menyikapi Tahun Baru Islam 1448 H, Begini Menurut Ustaz Adi Hidayat

Cara Menyikapi Tahun Baru Islam 1448 H, Begini Menurut Ustaz Adi Hidayat

Memasuki 1 Muharram 1448 H, begini pesan Ustaz Adi Hidayat tentang bagaimana seharusnya umat Muslim menyambut dan memaknai Tahun Baru Islam.
Jembatan Gantung Rusak, 2.000 Warga di Mukomuko Terisolasi, Ekonomi dan Pendidikan Lumpuh

Jembatan Gantung Rusak, 2.000 Warga di Mukomuko Terisolasi, Ekonomi dan Pendidikan Lumpuh

Kerusakan jembatan gantung sepanjang 80 meter di Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan pemerintahan bagi hampir 2.000 warga setempat.
Pelatih Timnas Iran Blak-blakan Mengaku Diminta Segera Tinggalkan AS Usai Mainkan Laga Perdana di Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Iran Blak-blakan Mengaku Diminta Segera Tinggalkan AS Usai Mainkan Laga Perdana di Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, berjalan dengan sulit untuk Timnas Iran, bukan hanya di dalam lapangan tapi juga dari luar lapangan.
Detik-detik Mengerikan Rumah Wakil Bupati Deli Serdang Ditembak OTK, Lom Lom Suwondo: Kemungkinan Ada Motif Intimidasi

Detik-detik Mengerikan Rumah Wakil Bupati Deli Serdang Ditembak OTK, Lom Lom Suwondo: Kemungkinan Ada Motif Intimidasi

Baru-baru ini beredar detik-detik mengerikan rumah dinas Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo ditembak oleh orang tidak dikenal (OTK). Untuk diketahui,
Wakil Kepala BGN Angkat Bicara soal Nasib 21.801 Motor Listrik yang Terlanjur Dibeli: Uang Negara Sudah Keluar

Wakil Kepala BGN Angkat Bicara soal Nasib 21.801 Motor Listrik yang Terlanjur Dibeli: Uang Negara Sudah Keluar

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, BGN akan menghentikan pengadaan barang-barang yang tidak diperlukan.
Dipercaya Datangkan Berkah, Warga Sidoarjo Antusias Rebut Gunungan dalam Tradisi Larung Sesaji 1 Suro

Dipercaya Datangkan Berkah, Warga Sidoarjo Antusias Rebut Gunungan dalam Tradisi Larung Sesaji 1 Suro

Ratusan warga Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, menggelar tradisi Suro’an dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H.

Trending

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Mencuat kabar terkait Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukumnya eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Sontak
Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Seorang wasit yang memiliki rekam jejak pernah memimpin pertandingan di kompetisi Liga Indonesia Shaun Evans sempat menjadi sorotan tajam di Piala Dunia 2026 ..
Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Kabar mengejutkan datang dari kontestan Piala Dunia 2026. Timnas Haiti terpaksa harus mengganti desain jersey yang sedianya bakal mereka gunakan sepanjang ... -
Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam mulai curiga Timnas Indonesia akan kedatangan dua pemain naturalisasi baru. Ada yang dari Jerman dan dari Belanda. Siapakah calon pemain tersebut?
Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Satu unggahan Instagram pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner membuat sang istri, Jennifer Coppen mengamuk setelah sehari melaksanakan pernikahan di Bali.
Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Skor akhir 0-0 membuat Tanjung Verde sukses mencuri perhatian dunia setelah menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol pada laga Grup H, Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi publik bertajuk "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta berakhir ricuh. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT