Daftar 16 Negara yang Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Iran Paling Tragis
- REUTERS/Eloisa Sanchez
tvOnenews.com - Piala Dunia 2026 resmi menuntaskan seluruh pertandingan fase grup pada Minggu (28/6/2026) WIB.
Dari total 48 peserta, sebanyak 32 negara berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar, sedangkan 16 tim lainnya harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.
Empat tim terakhir yang dipastikan tersingkir adalah Skotlandia, Uzbekistan, Korea Selatan, dan Iran.
Masing-masing mengalami nasib berbeda, mulai dari gagal bersaing di klasemen peringkat ketiga terbaik hingga tersingkir secara dramatis akibat gol pada masa injury time.
Berikut daftar lengkap 16 negara yang gagal melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026 beserta perjalanan mereka.
1. Haiti
Haiti menjadi negara pertama yang dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Wakil Karibia tersebut kalah dalam dua pertandingan awal Grup C, yakni 0-1 dari Skotlandia dan 0-3 dari Brasil.
Kekalahan itu membuat peluang mereka lolos tertutup lebih cepat.
Pada laga terakhir, Haiti kembali takluk 2-4 dari Maroko sehingga menutup fase grup tanpa satu kemenangan.
Bagi Haiti, kegagalan ini memperpanjang penantian mereka untuk mencatat prestasi di Piala Dunia sejak debut pada edisi 1974.
2. Turkiye
Turkiye mengalami nasib yang cukup ironis.
Tim asuhan Vincenzo Montella kalah dari Australia (0-2) dan Paraguay (0-1), meski tampil dominan dalam statistik pertandingan.
Dalam dua laga tersebut mereka melepaskan total 62 tembakan, termasuk 32 percobaan saat menghadapi Paraguay, tetapi gagal mencetak satu gol.
Kemenangan 3-2 atas Amerika Serikat di laga terakhir tetap tidak cukup menyelamatkan mereka karena kalah head-to-head dari Australia dan Paraguay.
3. Tunisia
Tunisia menjadi penghuni dasar Grup F setelah menelan tiga kekalahan beruntun.
Mereka dihajar Swedia 1-5, Jepang 0-4, dan Belanda 1-3.
Buruknya performa bahkan membuat federasi memutuskan mengganti pelatih dari Sabri Lamouchi kepada Herve Renard di tengah turnamen, namun perubahan tersebut gagal mengangkat performa tim.
4. Yordania
Debutan asal Timur Tengah ini harus mengakhiri perjalanan bersejarahnya di fase grup.
Yordania kalah 1-3 dari Austria, kemudian menyerah 1-2 kepada Aljazair meski sempat unggul lebih dulu.
Pada laga terakhir, mereka kembali takluk 1-3 dari Argentina sehingga finis tanpa peluang lolos.
5. Panama
Panama dipastikan tersingkir setelah kalah tipis 0-1 dari Kroasia melalui gol Ante Budimir.
Di pertandingan terakhir Grup L, Panama kembali kalah 0-2 dari Inggris sehingga menutup fase grup di dasar klasemen.
6. Qatar
Qatar kembali gagal melewati fase grup.
Mereka kalah 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina pada laga terakhir Grup B.
Meski demikian, Qatar berhasil mencatat sejarah dengan meraih poin pertama mereka di putaran final Piala Dunia berkat hasil imbang melawan Swiss.
7. Republik Ceko
Republik Ceko harus mengakhiri penampilan pertama mereka di Piala Dunia sejak 2006 dengan hasil mengecewakan.
Kekalahan telak 0-3 dari Meksiko membuat mereka hanya mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan dan gagal bersaing memperebutkan tiket ke babak gugur.
8. Curacao
Curacao memang gagal lolos, tetapi tetap mencuri perhatian pada debutnya di Piala Dunia.
Negara kepulauan tersebut hanya mengumpulkan satu poin setelah bermain imbang melawan Ekuador sebelum kalah dari Jerman dan Pantai Gading.
Kiper Eloy Room menjadi salah satu pemain paling menonjol setelah beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang sepanjang turnamen.
Curacao juga mencatat sejarah sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
9. Irak
Irak menutup fase grup tanpa satu poin pun.
Pada laga terakhir, mereka dibantai Senegal 0-5 setelah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-13 akibat kartu merah Rebin Sulaka.
Ini menjadi penampilan kedua Irak di Piala Dunia setelah edisi 1986, namun kembali gagal lolos dari fase grup.
10. Uruguay
Uruguay menjadi salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026.
Skuad asuhan Marcelo Bielsa yang diperkuat Federico Valverde, Darwin Nunez, Rodrigo Bentancur, hingga Manuel Ugarte gagal meraih satu kemenangan pun.
Mereka hanya memperoleh dua poin hasil imbang melawan Arab Saudi dan Cape Verde sebelum kalah dari Spanyol.
Kegagalan Uruguay menjadi sorotan mengingat format baru turnamen memberikan peluang lebih besar untuk lolos.
11. Arab Saudi
Arab Saudi juga harus mengakhiri perjalanan di fase grup.
Mereka hanya mengoleksi dua poin hasil imbang melawan Uruguay dan Cape Verde serta kalah dari Spanyol.
Hasil tersebut membuat Arab Saudi kembali gagal melewati fase grup sejak keberhasilan mereka mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 1994.
12. Selandia Baru
Selandia Baru menutup fase grup dengan kekalahan telak 1-5 dari Belgia.
Satu-satunya momen manis mereka datang melalui gol Elijah Just ke gawang Belgia, yang menjadi satu-satunya gol Selandia Baru sepanjang turnamen.
13. Skotlandia
Skotlandia sempat membuka turnamen dengan kemenangan atas Haiti.
Namun dua kekalahan berikutnya dari Maroko dan Brasil membuat mereka hanya mengumpulkan tiga poin.
Harapan lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik akhirnya pupus setelah Kroasia mengalahkan Ghana pada laga terakhir Grup L.
14. Uzbekistan
Debutan Uzbekistan gagal meraih satu poin pun.
Pada pertandingan terakhir melawan RD Kongo, mereka sebenarnya unggul lebih dahulu melalui Eldor Shomurodov.
Namun lawan bangkit dan menang 3-1 sehingga Uzbekistan menutup debut Piala Dunia dengan tiga kekalahan beruntun.
15. Korea Selatan
Korea Selatan menjadi salah satu tim besar Asia yang gagal melangkah ke babak gugur.
Taeguk Warriors mengoleksi tiga poin hasil kemenangan atas Republik Ceko, tetapi kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan.
Harapan mereka pupus setelah RD Kongo menang atas Uzbekistan dan merebut satu tiket tim peringkat ketiga terbaik.
16. Iran
Iran mengalami salah satu kisah paling dramatis di fase grup.
Team Melli mengakhiri penyisihan dengan tiga hasil imbang dan sempat berada di ambang kelolosan.
Namun, hasil imbang 3-3 antara Austria dan Aljazair membuat wakil Afrika tersebut mengumpulkan empat poin dan merebut tiket terakhir ke babak 32 besar.
Ironisnya, Iran sebenarnya nyaris memastikan kemenangan atas Mesir pada laga sebelumnya.
Gol Shoja Khalilzadeh pada masa injury time sempat memicu selebrasi para pemain dan suporter.
Namun setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena offside sehingga Iran hanya meraih hasil imbang.
Sebelum meninggalkan Seattle, para pemain Iran bahkan meninggalkan pesan di ruang ganti sebagai bentuk terima kasih kepada masyarakat setempat sekaligus mengingatkan pentingnya sportivitas dalam sepak bola.
(tsy)
Load more