GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Atlet Adalah Pahlawan Nasional: Alasan Mengapa Timnas Korea Selatan Dihujat usai Tereliminasi dari Piala Dunia 2026

Lalu, mengapa reaksi masyarakat Korea Selatan begitu keras, bahkan menjurus pada kebencian terhadap tim nasional mereka sendiri yang gagal di Piala Dunia 2026?
Rabu, 1 Juli 2026 - 16:13 WIB
Son Heung-min usai laga Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS/Eloisa Sanchez

tvOnenews.com - Piala Dunia 2026 menjadi mimpi buruk yang berakhir getir bagi tim nasional sepak bola Korea Selatan.

Langkah Taegeuk Warriors harus terhenti prematur di babak penyisihan grup setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Afrika Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekalahan ini bukan sekadar hasil di papan skor, melainkan sebuah kegagalan sistemik yang membuat Korea Selatan gagal melaju ke babak 32 besar.

Sontak, hasil ini memicu gelombang kritik pedas dari publik hingga media Negeri Ginseng. Tak hanya itu saja, kekecewaan warga Korea Selatan juga mencapai titik didih, bahkan tak sedikit influencer hingga masyarakat biasa yang terekam kamera terlihat menangis karena kegagalan timnasnya di edisi Piala Dunia kali ini.

Lantas, mengapa reaksi masyarakat Korea Selatan begitu keras, bahkan menjurus pada kebencian terhadap tim nasional mereka sendiri?

 

Atlet adalah pahlawan nasional

Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min
Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min
Sumber :
  • REUTERS/Paul Childs

Untuk memahami kemarahan publik, kita harus melihat bagaimana masyarakat Korea Selatan memandang sosok atlet, terutama yang punya prestasi serta pengaruh luar biasa di level internasional.

Di Negeri Ginseng, atlet bukanlah sekadar penghibur di lapangan hijau. Mereka dipandang sebagai pahlawan nasional yang mengemban kehormatan negara. Salah satu atlet yang disematkan gelar "pahlawan nasional" ini adalah Song Heung-min yang menjadi salah satu legenda sepak bola dunia di gelaran Piala Dunia 2026.

Son Heung-min juga mendapat gelar tersebut karena karier dan prestasi internasionalnya yang membanggakan, serta pengaruhnya baik di dalam maupun luar negeri.

The Athletic dalam artikelnya berjudul Man in the mask Son ready in time to be Korea’s super hero (2022) menyebut, bahwa Son Heung-min bukan hanya ikon dan pemain sepak bola terbaik, tapi juga seorang pahlawan nasional, yang bahkan bagi beberapa orang lebih populer daripada boy group BTS.

"Orang-orang mengaguminya karena kepribadiannya yang sama (luar biasanya) seperti bakatnya di lapangan," tulis The Athletic, dikutip Rabu (1/7/2026).

Ekspresi kekecewaan Son Heung-min dan pemain Korea Selatan di Piala Dunia 2026.
Ekspresi kekecewaan Son Heung-min dan pemain Korea Selatan di Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • REUTERS/Raquel Cunha

Gelar "pahlawan nasional" sendiri disematkan bukan tanpa sebab. Menurut jurnal Nationalism and the Representation of National Sport Heroes in 1990s South Korea (2021), berdasarkan pencarian kata "국민 영웅" (re: gugmin-yeong-ung) di Naver Library Search, istilah "pahlawan nasional" awalnya digunakan untuk menggambarkan tokoh-tokoh terkenal dari negara lain, seperti Aung San dan Sukarno.

Lalu, istilah tersebut pertama kali digunakan untuk merujuk pada orang Korea (dengan prestasi membanggakan) adalah ketika Kyunghyang Shinmun menyematkannya kepada sosok Park Chan Ho di tahun 1997 lalu. Park Chan Ho sendiri dikenal sebagai salah satu legenda olahraga bisbol dari Korea Selatan.

Jurnal yang sama juga menjelaskan tentang bagaimana sosok Hwang Young-cho, peraih medali emas maraton Olimpiade Musim Panas 1992 dan Asian Games 1994, sebagai sosok "pahlawan nasional".

Tak hanya prestasinya yang membanggakan, tapi juga bagaimana Hwang Young-cho sangat mewakili "orang Korea", baik itu secara fisik maupun sikapnya.

 

Dengan demikian, ketika seorang atlet atau tim nasional mengenakan seragam kebanggaan, mereka memikul ekspektasi jutaan orang.

Kegagalan di panggung sebesar Piala Dunia tidak dianggap sebagai "bagian dari permainan" semata. Ketika performa mereka di lapangan tidak sebanding dengan ekspektasi nasionalis tersebut, kekecewaan publik pun dengan mudah berubah menjadi hujatan yang menuntut pertanggung jawaban.

 

Beban sejarah dan ekspektasi yang tinggi

Korea Selatan di bawah arahan STY mampu kalahkan Jerman di Piala Dunia 2018.
Korea Selatan di bawah arahan STY mampu kalahkan Jerman di Piala Dunia 2018.
Sumber :
  • koreaherald, aljazeera, newstraittimes

Kemarahan suporter juga berakar dari rekor emas yang pernah ditorehkan Korea Selatan di masa lalu. Korea Selatan telah lama memposisikan diri sebagai kekuatan utama sepak bola Asia.

Pencapaian legendaris saat menembus babak semifinal Piala Dunia 2002 menjadi tolok ukur standar bagi tim nasional. Sejak saat itu, publik bak selalu menuntut Taegeuk Warriors untuk tampil dominan dan mampu menaklukkan tim-tim kuat dunia.

Sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia, Korea Selatan juga sudah pernah mencatatkan sejumlah rekor membanggakan dengan menumbangkan tim-tim kuat. Sebut saja seperti saat mereka menumbangkan Jerman (Piala Dunia 2018) dan Portugal (Piala Dunia 2022).

Ketika mereka gagal melaju melewati fase grup, seperti yang terjadi di edisi 2026 ini, publik merasa tim nasional telah mengalami kemunduran yang tidak dapat diterima. Kegagalan ini dianggap sebagai noda yang mencoreng sejarah panjang keberhasilan mereka.

 

Pada akhirnya, hujatan yang diterima Timnas Korea Selatan bukanlah semata-mata karena kebencian, melainkan manifestasi dari kecintaan yang terluka.

Harapan yang terlalu besar terhadap standar prestasi yang telah ditetapkan di masa lalu membuat masyarakat Korea Selatan sulit menerima realita ketika tim kebanggaannya harus angkat koper lebih awal. (ism)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

9 Promo Minuman Kopi saat HUT RI ke-81 17 Agustus 2026: Ada Fore, Kopken Sampai Point Coffee

9 Promo Minuman Kopi saat HUT RI ke-81 17 Agustus 2026: Ada Fore, Kopken Sampai Point Coffee

Inilah daftar promo minuman kopi yang tawarkan diskon besar-besaran dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026. Ada Fore hingga Kopi Kenangan.
Belasungkawa Internasional Mengalir untuk NTT Pascagempa M7,7, Rusia dan UAE Turut Berduka

Belasungkawa Internasional Mengalir untuk NTT Pascagempa M7,7, Rusia dan UAE Turut Berduka

Kedutaan Besar Federasi Rusia di Jakarta menyampaikan belasungkawa yang tulus atas jatuhnya korban jiwa serta kerusakan akibat gempa bumi di Provinsi NTT.
Bangladesh Diam-diam Punya Rekam Jejak Bagus, Bakal Jadi Batu Sandungan Baru Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026?

Bangladesh Diam-diam Punya Rekam Jejak Bagus, Bakal Jadi Batu Sandungan Baru Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026?

Keputusan mengejutkan diambil Timnas India yang memilih mundur dari gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 demi memprioritaskan laga persahabatan melawan raksasa dunia ...
15 Wilayah Perbatasan Negara akan Gelar Upacara HUT ke-81 RI Serentak, BNPP: Wujud Kehadiran Negara

15 Wilayah Perbatasan Negara akan Gelar Upacara HUT ke-81 RI Serentak, BNPP: Wujud Kehadiran Negara

BNPP RI akan menggelar Upacara HUT ke-81 RI di 15 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) secara serentak. Upacara Kemerdekaan ini juga sebagai wujud kehadiran negara di wilayah perbatasan.
Ribuan Warga Makassar Ikuti Jalan Sehat Anti Mager dan Kirab Karnaval HUT ke-81 RI

Ribuan Warga Makassar Ikuti Jalan Sehat Anti Mager dan Kirab Karnaval HUT ke-81 RI

Ribuan ribuan peserta mengikuti Jalan Sehat Anti Mager dan Kirab Karnaval Kemerdekaan yang dipusatkan di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan
Rosan Beberkan Alasan Utama Jakarta dan Bali Jadi Lokasi PFII

Rosan Beberkan Alasan Utama Jakarta dan Bali Jadi Lokasi PFII

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani bocorkan alasan utama di balik penentuan lokasi PFII yang akan diadakan di Jakarta dan Bali

Trending

Onepride MMA Future Champ Taekwondo Series Segera Bergulir, Hampir 100 Atlet Cilik Ikut Seleksi

Onepride MMA Future Champ Taekwondo Series Segera Bergulir, Hampir 100 Atlet Cilik Ikut Seleksi

Onepride MMA Future Champ Taekwondo Series bakal segera bergulir. Tercatat hampir 100 atlet cilik mengikuti seleksi yang berlangsung di Ibis Style Jakarta Sunter, Jakarta Utara, pada Minggu (16/8/2026).
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Langsung Terima Kabar Buruk usai Ramai-Ramai Dihujat Fans Ajax Amsterdam

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Langsung Terima Kabar Buruk usai Ramai-Ramai Dihujat Fans Ajax Amsterdam

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, langsung menerima kabar buruk seusai tampil untuk Ajax Amsterdam. Sang penjaga gawang panen hujatan setelah tampil di Liga Konferensi Eropa.
Ole Romeny dan Justin Hubner Cs Justru Dapat Peringatan dari Pelatih Fortuna Sittard usai Raih Kemenangan Perdana di Eredivisie

Ole Romeny dan Justin Hubner Cs Justru Dapat Peringatan dari Pelatih Fortuna Sittard usai Raih Kemenangan Perdana di Eredivisie

Fortuna Sittard meraih kemenangan perdana di Eredivisie 2026/2027 usai taklukkan SC Cambuur dengan skor 3-1. Dua pemain Timnas Indonesia tampil sebagai starter.
Amorim Tolak Rafael Leao, AC Milan Banting Harga Jadi Rp760 Miliar untuk Lepas Sang Bintang

Amorim Tolak Rafael Leao, AC Milan Banting Harga Jadi Rp760 Miliar untuk Lepas Sang Bintang

Masa depan Rafael Leao di AC Milan kembali menjadi sorotan. Rossoneri kini disebut siap melepas sang winger dengan harga sekitar 40 juta euro.
Bisa Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia, Bek 190 Cm Berdarah Surabaya Ini Resmi Gabung Klub Kasta Teratas Eropa

Bisa Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia, Bek 190 Cm Berdarah Surabaya Ini Resmi Gabung Klub Kasta Teratas Eropa

Kabar terbaru dari pemain keturunan Indonesia di Belgia, Luc Marijnissen. Bek tengah itu resmi tinggalkan FCV Dender dan melanjutkan karier bersama KV Mechelen.
Rapor Pemain Timnas Indonesia di Eropa: Kevin Diks Bungkam Aston Villa, Fortuna Sittard Mengerikan di Eredivisie

Rapor Pemain Timnas Indonesia di Eropa: Kevin Diks Bungkam Aston Villa, Fortuna Sittard Mengerikan di Eredivisie

Sejumlah penggawa Timnas Indonesia kembali menunjukkan taji bersama klubnya masing-masing di daratan Eropa pada Sabtu (15/8/2026) malam hingga Minggu (16/8/2026
Ternyata Ini Penyebab Gempa di Provinsi NTT, Bencana yang Memakan Puluhan Korban

Ternyata Ini Penyebab Gempa di Provinsi NTT, Bencana yang Memakan Puluhan Korban

Gempa sebelumnya terjadi di NTT, hari ini (16/8) terjadi di Sumatera Utara. Ternyata getarannya sampai di pulau lain, seperti Sulawesi hingga Malaysia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT