Padahal Belum Pernah Menang, Kok Bisa Tanjung Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?
- IMAGN IMAGES via Reuters/Troy Taormina
tvOnenews.com - Perjalanan Tanjung Verde (Cape Verde) menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di Piala Dunia 2026.
Meski tidak meraih satu kemenangan pun sepanjang fase grup, negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika itu justru berhasil memastikan tiket ke babak 32 besar.
Keberhasilan tersebut langsung menjadi perbincangan karena Blue Sharks mampu melaju ke fase gugur pada penampilan perdana mereka di putaran final Piala Dunia.
Bahkan, mereka kini tercatat sebagai salah satu negara dengan populasi paling kecil yang pernah lolos ke fase knockout turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Lantas, bagaimana Tanjung Verde bisa lolos meski belum pernah menang?
Tanjung Verde mengakhiri perjalanan di Grup H dengan koleksi tiga poin hasil dari tiga pertandingan yang semuanya berakhir imbang.
Mereka mengawali turnamen dengan hasil mengejutkan setelah menahan salah satu favorit juara, Spanyol, tanpa gol.
Pada laga kedua, Tanjung Verde kembali menunjukkan mental luar biasa dengan bangkit dari ketertinggalan untuk memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Uruguay.
Nasib mereka kemudian ditentukan pada pertandingan terakhir saat menghadapi Arab Saudi.
Dalam duel yang berlangsung ketat, kedua tim bermain imbang 0-0.
Meski gagal mencetak gol, tambahan satu poin tersebut sudah cukup membawa pasukan Bubista finis di posisi kedua klasemen Grup H.
Kelolosan mereka juga dibantu kemenangan Spanyol atas Uruguay pada pertandingan lain.
Hasil tersebut memastikan Spanyol menjadi juara grup dengan tujuh poin, sedangkan Tanjung Verde mengungguli Uruguay dan Arab Saudi dalam perebutan posisi runner-up.
Kenapa Bisa Lolos Meski Tanpa Kemenangan?
Format Piala Dunia 2026 berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Turnamen yang kini diikuti 48 negara membagi peserta ke dalam 12 grup.
Dua tim teratas dari setiap grup otomatis lolos ke babak 32 besar, ditambah delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Artinya, kemenangan memang sangat penting, tetapi konsistensi mengumpulkan poin juga menjadi faktor penentu.
Tanjung Verde berhasil mengoleksi tiga poin tanpa sekali pun kalah.
Sementara Uruguay hanya mengumpulkan dua poin dari dua hasil imbang dan satu kekalahan, sedangkan Arab Saudi juga gagal meraih kemenangan sepanjang fase grup.
Dengan demikian, tiga hasil seri sudah cukup mengantarkan Blue Sharks melaju ke fase gugur.
Sebenarnya Tanjung Verde memiliki peluang besar untuk mengakhiri fase grup dengan kemenangan saat menghadapi Arab Saudi.
Jamiro Monteiro beberapa kali mengancam gawang lawan. Peluang terbaiknya hadir setelah berhasil melewati Saud Abdulhamid, tetapi tembakan mendatarnya masih mampu ditepis kiper Mohammed Al-Owais.
Pada babak kedua, Monteiro kembali memperoleh kesempatan emas setelah menerima umpan tarik Wagner Pina. Namun penyelesaiannya kembali digagalkan Al-Owais.
Kevin Pina juga nyaris membawa Tanjung Verde unggul melalui tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang hanya melenceng tipis.
Menjelang akhir laga, Laros Duarte dan Nuno da Costa juga gagal memanfaatkan peluang matang yang mereka miliki.
Meski gagal mencetak gol, hasil imbang tetap disambut penuh sukacita karena memastikan sejarah baru bagi sepak bola Tanjung Verde.
Sebelum turnamen dimulai, tidak banyak yang menjagokan Tanjung Verde mampu bersaing di grup yang dihuni Spanyol dan Uruguay.
Namun tim besutan Bubista tampil sangat disiplin sepanjang fase grup.
Organisasi pertahanan yang rapi, transisi cepat, serta penampilan solid para pemain membuat mereka sukses meredam serangan lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas mereka.
Menariknya lagi, Tanjung Verde menjadi satu-satunya tim debutan yang berhasil menyelesaikan fase grup tanpa mengalami kekalahan.
Prestasi tersebut memperlihatkan perkembangan pesat sepak bola negara yang berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa itu, yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan di level Afrika maupun internasional.
Tantangan Berat Sudah Menanti Argentina
Perjalanan indah Tanjung Verde kini memasuki babak yang jauh lebih sulit.
Pada babak 32 besar, Blue Sharks dijadwalkan menghadapi juara bertahan Argentina di Miami pada 3 Juli 2026.
Di atas kertas, Lionel Messi dan kolega jelas lebih diunggulkan. Namun performa Tanjung Verde sepanjang fase grup membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan.
Mereka telah berhasil menahan Spanyol, bangkit saat menghadapi Uruguay, dan menjaga clean sheet melawan Arab Saudi.
Apa pun hasil nanti, Tanjung Verde sudah menciptakan salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026.
Dari tim yang semula dipandang hanya sebagai pelengkap, mereka kini mampu membawa negara kecil bersaing di panggung sepak bola dunia.
(tsy)
Load more