A Sampai Z Cara Kerja Kamera Wasit, Tampilkan POV Pengandil di Piala Dunia 2026
- IMAGN IMAGES via Reuters/Jessie Alcheh
Jakarta, tvOnenews.com - Gebrakan di Piala Dunia 2026 tak hanya soal jumlah tuan rumah serta penambahan tim peserta, tapi juga teknologi yang diterapkan FIFA dalam ajang paling bergengsi di dunia ini.
Salah satu teknologi yang digunakan FIFA adalah kamera wasit yang memberikan pengalaman baru bagi suporter sepak bola untuk menyaksikan point of view (POV) pengandil di lapangan.
FIFA memperkenalkan teknologi dengan nama 'Referee Body Camera'. Kamera ini dipasang di tubuh wasit sebagai bagian dari inovasi terbaru untuk meningkatkan kualitas siaran pertandingan sekaligus membantu publik memahami setiap keputusan yang diambil pengadil lapangan.
Teknologi tersebut memungkinkan penonton menyaksikan pertandingan dari sudut pandang wasit secara langsung.
Kamera berukuran kecil dan ringan itu dipasang di bagian kepala wasit sehingga mampu merekam sekaligus mengirimkan gambar serta suara beresolusi tinggi secara real-time selama pertandingan berlangsung.
Untuk Piala Dunia 2026, FIFA juga menggandeng Lenovo dalam mengembangkan algoritma stabilisasi gambar agar tayangan yang dihasilkan dari kamera wasit menjadi lebih nyaman disaksikan oleh penonton.
Kehadiran kamera tubuh wasit bertujuan menjembatani perbedaan sudut pandang antara pengadil lapangan dengan penonton, pelatih, maupun pemain yang selama ini hanya melihat pertandingan melalui siaran televisi atau dari tribun stadion.
Melalui tayangan dari perspektif orang pertama (first-person view), FIFA berharap publik dapat memahami tekanan yang dihadapi wasit saat harus mengambil keputusan penting hanya dalam hitungan detik, termasuk dalam momen-momen yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Selain memperkaya pengalaman menonton, teknologi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis pertandingan, membantu proses pelatihan wasit, hingga mengurangi tindakan intimidasi maupun pelecehan terhadap perangkat pertandingan.
Dalam penggunaannya, kamera tersebut dipasang sedemikian rupa agar mengikuti arah pandangan wasit selama memimpin pertandingan.
Rekaman gambar dan suara kemudian dikirim secara langsung menggunakan jaringan nirkabel yang aman, baik melalui frekuensi radio maupun jaringan 4G dan 5G terenkripsi. Tayangan tersebut dapat digunakan oleh host broadcaster sebagai bagian dari siaran langsung maupun dimanfaatkan oleh sistem Video Assistant Referee (VAR).
FIFA menjelaskan bahwa tayangan dari kamera wasit dapat ditampilkan secara langsung atau dimasukkan dalam tayangan ulang (replay) untuk memberikan konteks tambahan kepada penonton mengenai sebuah insiden di lapangan.
Untuk momen-momen yang bersifat normal sebelum, selama, maupun setelah pertandingan, rekaman video dan audio umumnya dapat langsung ditayangkan kepada publik.
Namun, untuk situasi yang dianggap sensitif, seperti keributan antarpemain, pelanggaran keras, cedera serius, maupun insiden kontroversial lainnya, tayangan harus terlebih dahulu melalui proses persetujuan sebelum dapat disiarkan.
Selain mengirimkan gambar secara langsung, kamera tersebut juga menyimpan seluruh rekaman di dalam perangkat. Rekaman itu nantinya dapat dimanfaatkan setelah pertandingan sebagai bahan evaluasi, pelatihan wasit, hingga dokumentasi.
Sebelum diterapkan di Piala Dunia 2026, teknologi ini telah melalui serangkaian uji coba. Penggunaan kamera tubuh wasit pertama kali mendapat persetujuan resmi dari International Football Association Board (IFAB) dalam Rapat Umum Tahunan 2025.
FIFA kemudian melakukan pengujian awal secara tertutup pada ajang FIFA Intercontinental Cup 2024 untuk melihat manfaat perspektif baru yang dihasilkan kamera tersebut.
Pengujian berikutnya dilakukan menjelang FIFA Club World Cup 2025 dengan fokus pada kualitas video dan audio, kecepatan pengiriman gambar, kenyamanan perangkat saat dikenakan wasit, aspek keselamatan, hingga integrasi teknologi dengan sistem siaran pertandingan.
Setelah seluruh tahapan uji coba dinilai berhasil, kamera tubuh wasit akhirnya digunakan pada setiap pertandingan FIFA Club World Cup 2025. Rekaman dari perspektif wasit pun disisipkan dalam siaran langsung sehingga penonton dapat melihat berbagai insiden di lapangan dari sudut pandang yang selama ini belum pernah ditampilkan.
Load more