News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

A Sampai Z Cara Kerja Kamera Wasit, Tampilkan POV Pengandil di Piala Dunia 2026

Salah satu teknologi yang digunakan FIFA adalah kamera wasit yang memberikan pengalaman baru bagi suporter sepak bola untuk menyaksikan point of view (POV) pengandil di lapangan. 
Jumat, 3 Juli 2026 - 05:15 WIB
POV Wasit di Pertandingan Piala Dunia
Sumber :
  • IMAGN IMAGES via Reuters/Jessie Alcheh

Jakarta, tvOnenews.com - Gebrakan di Piala Dunia 2026 tak hanya soal jumlah tuan rumah serta penambahan tim peserta, tapi juga teknologi yang diterapkan FIFA dalam ajang paling bergengsi di dunia ini. 

Salah satu teknologi yang digunakan FIFA adalah kamera wasit yang memberikan pengalaman baru bagi suporter sepak bola untuk menyaksikan point of view (POV) pengandil di lapangan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

FIFA memperkenalkan teknologi dengan nama 'Referee Body Camera'. Kamera ini dipasang di tubuh wasit sebagai bagian dari inovasi terbaru untuk meningkatkan kualitas siaran pertandingan sekaligus membantu publik memahami setiap keputusan yang diambil pengadil lapangan.

Teknologi tersebut memungkinkan penonton menyaksikan pertandingan dari sudut pandang wasit secara langsung. 

Kamera berukuran kecil dan ringan itu dipasang di bagian kepala wasit sehingga mampu merekam sekaligus mengirimkan gambar serta suara beresolusi tinggi secara real-time selama pertandingan berlangsung.

Untuk Piala Dunia 2026, FIFA juga menggandeng Lenovo dalam mengembangkan algoritma stabilisasi gambar agar tayangan yang dihasilkan dari kamera wasit menjadi lebih nyaman disaksikan oleh penonton.

Kehadiran kamera tubuh wasit bertujuan menjembatani perbedaan sudut pandang antara pengadil lapangan dengan penonton, pelatih, maupun pemain yang selama ini hanya melihat pertandingan melalui siaran televisi atau dari tribun stadion.

Melalui tayangan dari perspektif orang pertama (first-person view), FIFA berharap publik dapat memahami tekanan yang dihadapi wasit saat harus mengambil keputusan penting hanya dalam hitungan detik, termasuk dalam momen-momen yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.

Selain memperkaya pengalaman menonton, teknologi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis pertandingan, membantu proses pelatihan wasit, hingga mengurangi tindakan intimidasi maupun pelecehan terhadap perangkat pertandingan.

Dalam penggunaannya, kamera tersebut dipasang sedemikian rupa agar mengikuti arah pandangan wasit selama memimpin pertandingan.

Rekaman gambar dan suara kemudian dikirim secara langsung menggunakan jaringan nirkabel yang aman, baik melalui frekuensi radio maupun jaringan 4G dan 5G terenkripsi. Tayangan tersebut dapat digunakan oleh host broadcaster sebagai bagian dari siaran langsung maupun dimanfaatkan oleh sistem Video Assistant Referee (VAR).

FIFA menjelaskan bahwa tayangan dari kamera wasit dapat ditampilkan secara langsung atau dimasukkan dalam tayangan ulang (replay) untuk memberikan konteks tambahan kepada penonton mengenai sebuah insiden di lapangan.

Untuk momen-momen yang bersifat normal sebelum, selama, maupun setelah pertandingan, rekaman video dan audio umumnya dapat langsung ditayangkan kepada publik.

Namun, untuk situasi yang dianggap sensitif, seperti keributan antarpemain, pelanggaran keras, cedera serius, maupun insiden kontroversial lainnya, tayangan harus terlebih dahulu melalui proses persetujuan sebelum dapat disiarkan.

Selain mengirimkan gambar secara langsung, kamera tersebut juga menyimpan seluruh rekaman di dalam perangkat. Rekaman itu nantinya dapat dimanfaatkan setelah pertandingan sebagai bahan evaluasi, pelatihan wasit, hingga dokumentasi.

Sebelum diterapkan di Piala Dunia 2026, teknologi ini telah melalui serangkaian uji coba. Penggunaan kamera tubuh wasit pertama kali mendapat persetujuan resmi dari International Football Association Board (IFAB) dalam Rapat Umum Tahunan 2025.

FIFA kemudian melakukan pengujian awal secara tertutup pada ajang FIFA Intercontinental Cup 2024 untuk melihat manfaat perspektif baru yang dihasilkan kamera tersebut.

Pengujian berikutnya dilakukan menjelang FIFA Club World Cup 2025 dengan fokus pada kualitas video dan audio, kecepatan pengiriman gambar, kenyamanan perangkat saat dikenakan wasit, aspek keselamatan, hingga integrasi teknologi dengan sistem siaran pertandingan.

Setelah seluruh tahapan uji coba dinilai berhasil, kamera tubuh wasit akhirnya digunakan pada setiap pertandingan FIFA Club World Cup 2025. Rekaman dari perspektif wasit pun disisipkan dalam siaran langsung sehingga penonton dapat melihat berbagai insiden di lapangan dari sudut pandang yang selama ini belum pernah ditampilkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

Ramalan keuangan dan karier 12 shio besok, 11 Oktober 2026. Shio Naga, Monyet, dan Kuda berpeluang dibanjiri rezeki serta peluang baru.
Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Persaingan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026 kini berjalan semakin ketat dengan bangkitnya Marc Marquez dan Ducati.
Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghidangkan kuliner khas Sunda saat menjamu para delegasi investor Jepang. KDM juga berbincang-bincang mengenai filosofi kebahagiaan dan ritme kerja antara orang Sunda dan orang Jepang.
Cara Tepat Mencegah Sakit Influenza A, Satu Kebiasaan Baik Ini Jangan Dilupakan

Cara Tepat Mencegah Sakit Influenza A, Satu Kebiasaan Baik Ini Jangan Dilupakan

Ternyata ada cara tepat untuk mencegah influenza A. Hal ini dijelaskan oleh Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni.
Pastikan Jajal Yordania, Suriah Dikaitkan Jadi Lawan Kedua Timnas Indonesia di FIFA Matchday Edisi November 2026

Pastikan Jajal Yordania, Suriah Dikaitkan Jadi Lawan Kedua Timnas Indonesia di FIFA Matchday Edisi November 2026

Yordania telah lebih dahulu mengumumkan jadwal pertandingan di FIFA Matchday edisi November dengan menjamu Timnas Indonesia dan Australia.
Lembaga Penjamin Simpanan: Tiga Badan Perkreditan Rakyat di DIY Dilikuidasi, Klaim Simpanan Nasabah Capai Rp58,51 Miliar

Lembaga Penjamin Simpanan: Tiga Badan Perkreditan Rakyat di DIY Dilikuidasi, Klaim Simpanan Nasabah Capai Rp58,51 Miliar

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat tiga Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Daerah Istimewa Yogyakarta telah dicabut izin usahanya hingga 30 September 2026.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT