Bos Wasit FIFA Pierluigi Collina Bela Francois Letexier Soal Kontroversi Argentina Kalahkan Mesir di Piala Dunia 2026
- IMAGN IMAGES via Reuters/Brett Davis
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina pasang badan terkait keputusan Francois Letexier di pertandingan Argentina vs Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ia menilai, keputusan sang wasit sudah tepat.
Sebelumnya Argentina berhasil melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 usai menang dramatis dari Mesir dengan skor 3-2 di babak 16 besar, yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta pada Rabu (8/7/2026).
Mesir saat itu unggul lebih dulu lewat gol yang dilesakkan Yasser Ibrahim (15') dan Mostafa Ziko (67'). Namun mampu dibalas oleh Argentina di menit-menit akhir.
La Albiceleste mampu memecah kebuntuan lewat tandukkan Cristian Romero (79'), lalu digandakan oleh Lionel Messi (83') serta Enzo Fernandez di masa injury time (90+3'), yang membuat Argentina menang 3-2 dan lolos ke babak delapan besar.
Namun kemenangan Argentina menuai kontroversi karena dua keputusan wasit Francois Letexier. Ia sempat menganulir gol Mostafa Ziko (67') saat Mesir unggul 1-0, karena menganggap Marwan Attia melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez.
Kemudian ia dianggap mengabaikan klaim penalti Mohamed Salah. Saat itu Salah dijatuhkan oleh Julian Alvarez di kotak penalti. Francois Letexier memutuskan melanjutkan laga dan menolak mengecek VAR, sehingga memicu protes keras dari pelatih Hossam Hassan, yang menilai Mesir merasa dicurangi.
Kontroversi tersebut pun terus berlarut hingga saat ini. Hal tersebut pun akhirnya membuat Pierluigi Collina selaku Kepala Perwasitan FIFA buka suara.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Sam Navarro
Wasit legendaris itu membela Francois Letexier, dan menilai bahwa keputusan tersebut sudah tepat. Ia menilai bahwa jelas ada pelanggaran terhadap Martinez yang makinya diinjak oleh Attia.
"Contohnya terjadi pada pertandingan Argentina vs Mesir, saat pemain nomor 19 Mesir, Marwan Attia, secara jelas menginjak kaki pemain Argentina nomor 6, Lisandro Martínez," kata Pierluigi Collina, dilansir dari lama resmi FIFA.
"Kami yakin bahwa pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas dari apakah pelanggaran tersebut terlihat "jelas" atau tidak, jika wasit tidak melihatnya secara langsung di lapangan, maka bisa ditinjau melalui VAR," tambahnya.
Wasit legendaris asal Italia itu turut menambahkan bahwa keputusan Francois Letexier sudah tepat dalam mengesahkan gol kemenangan Argentina. Ia menilai bahwa Mohamed Salah terjatuh usai beradu dengan Julian Alvarez dalam kontak yang masih dinilai normal.
"Sebaliknya, jika tak ditemukan pelanggaran dalam proses terciptanya sebuah gol, VAR juga akan menyampaikan hal tersebut kepada wasit. Menginjak kaki lawan merupakan sebuah pelanggaran, sedangkan seorang pemain bertahan yang lebih dulu menyentuh bola kemudian melakukan kontak normal dalam permainan sepak bola tidak dianggap melakukan pelanggaran." jelasnya.
"Contohnya di laga yang sama, wasit dan VAR menilai bahwa kontak yang terjadi antara pemain Mesir nomor 10, Mohamed Salah, dengan pemain Argentina nomor 10, Julián Alvarez, merupakan kontak yang wajar dalam permainan sepak bola." tukasnya.
Ia menehaskan walau menyadari adanya unsur subjektivitas pada keputusan Francois Lexier, namun ia menilai bahwa keputusan yang dibuat oleh sang wasit sudah sesuai.
(nad)
Load more