Beda Nasib dari Folarin Balogun, Bek Inggris Malah Kena Tambahan Sanksi Larangan Bermain Imbas Kartu Merah
- REUTERS/Daniel Becerril
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Inggris menerima kabar buruk setelah beknya, Jarell Quansah mendapatkan tambahan sanksi larangan bermain yang berimbas pada absennya di dua laga Piala Dunia 2026.
Nasib berbeda dialami Jarell Quansah ketika sama-sama mendapatkan kartu merah langsung seperti striker Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Ketika sanksi larangan bermain Folarin Balogun ditunda setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trumpt turun tangan, Inggris malah kembali kehilangan Jarell Quansah akibat tambahan sanksi larangan bermain.
Jarell Quansah menerima kartu merah di laga kontra Meksiko setelah melakukan pelanggaran keras pada Jesus Gallardo.
Dilansir dari laman BBC, Komite Disiplin FIFA menganggap pelanggaran tersebut masuk dalam kategori pelanggaran dengan serius yang menyebabkan pemain Bayer Leverkusen itu mendapatkan hukuman tambahan satu pertandingan di samping larangan satu pertandingan yang sudah diterimanya.
Artinya, dia akan kembali absen dalam pertandingan melawan Norwegia pada Minggu (12/7/2026) dini hari mendatang dan laga semifinal jika Inggris akhirnya mengalahkan Erling Haaland cs.
Saat ini, FA Inggris mengajukan banding walau dalam peraturan turnamen tak ada jalan untuk menggugat larangan tersebut.
Inkonsistensi FIFA pun menjadi sorotan dengan kejadian yang juga terjadi di babak 16 besar ketika Amerika Serikat bertemu dengan Belgia.
Striker Amerika Serikat, Folarin Balogun diusir karena pelanggaran serius pada pemain Bosnia Herzegovina dan seharusnya mendapatkan larangan bermain di dua pertandingan.
Namun pemain berusia 25 tahun ini mendapatkan keringanan dari FIFA dengan hanya mendapatkan satu larangan bermain dengan menangguhkan sanksi tersebut selama 12 bulan.
Donald Trump mengakui dia menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau kembali kartu merah tersebut.
FIFA pun angkat suara bahwa tak ada intervensi yang dilakukan oleh Donald Trump dengan mengeluarkan regulasi sebagai dasar ditundanya sanksi tersebut.
Kritikan pun diberikan tak hanya peserta Piala Dunia seperti Belgia, tapi juga UEFA hingga pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel.
Setelah kasus Folarin Balogun, Prancis pun mencoba peruntungan dengan mengajukan banding kartu kuning atas Michael Olise yang akhirnya ditolak oleh FIFA. (hfp)
Load more