Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap Alasan FIFA Izinkan Argentina Kenakan Ban Lengan Hitam, tetapi Menolak Permintaan Serupa dari Prancis

Terungkap! Ternyata ini alasan FIFA memberikan izin kepada Argentina untuk kenakan ban lengan berkabung, tetapi menolak permintaan serupa yang diajukan Prancis.
Selasa, 14 Juli 2026 - 22:45 WIB
FIFA Tak Beri Hukuman pada Argentina yang Nyanyikan Chant di Ruang Ganti
Sumber :
  • REUTERS/Amanda Perobelli

tvOnenews.com - Keputusan FIFA menjelang semifinal Piala Dunia 2026 kembali memicu perdebatan.

Badan sepak bola dunia itu memberikan izin kepada Timnas Argentina untuk mengenakan ban lengan hitam sebagai tanda berkabung, sementara permintaan serupa yang diajukan Timnas Prancis sebelumnya justru ditolak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perbedaan keputusan tersebut membuat sebagian penggemar mempertanyakan konsistensi FIFA. Bahkan, muncul anggapan di media sosial bahwa Argentina memperoleh perlakuan istimewa selama turnamen berlangsung.

Timnas Argentina di Piala Dunia 2026
Timnas Argentina di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • Instagram @afaseleccion

Kontroversi bermula ketika Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengajukan permohonan agar para pemain mengenakan ban lengan hitam untuk mengenang meninggalnya Antonio Ubaldo Rattin.

Sosok yang wafat pada usia 89 tahun itu merupakan legenda sepak bola Argentina sekaligus mantan kapten tim nasional pada Piala Dunia 1962 dan 1966.

FIFA kemudian menyetujui permintaan tersebut. Lionel Messi dan rekan-rekannya pun diizinkan mengenakan ban lengan hitam saat menghadapi Swiss di perempat final.

Izin itu juga tetap berlaku ketika Argentina tampil menghadapi Inggris pada babak semifinal.

Di sisi lain, Timnas Prancis mengalami situasi berbeda.

Skuad Timnas Prancis di Piala Dunia 2026
Skuad Timnas Prancis di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • IMAGN IMAGES via Reuters/Winslow Townson

Federasi Sepak Bola Prancis sebelumnya meminta izin agar para pemain mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk penghormatan kepada ibu pelatih Didier Deschamps yang meninggal dunia di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Kepergian sang ibu membuat Deschamps sempat meninggalkan Amerika Serikat dan absen mendampingi tim saat laga fase grup melawan Norwegia.

Federasi Prancis bahkan berencana menggelar mengheningkan cipta sebelum pertandingan.

Namun, FIFA tidak mengabulkan permohonan tersebut. Sebagai gantinya, penghormatan hanya dilakukan secara sederhana ketika asisten pelatih Guy Stephan membawa karangan bunga ke lapangan sebelum pertandingan dimulai.

Perbedaan keputusan itu ternyata berkaitan dengan regulasi FIFA mengenai penggunaan ban lengan berkabung di ajang Piala Dunia.

Argentina akan melawan Inggris di babak semifinal Piala Dunia
Argentina akan melawan Inggris di babak semifinal Piala Dunia
Sumber :
  • IMAGN IMAGES via Reuters/Nathan Ray Seebeck

Dalam aturannya, setiap tim tidak diperbolehkan mengenakan ban lengan hitam atas inisiatif sendiri. Seluruh permohonan harus diajukan kepada FIFA dan akan dievaluasi berdasarkan alasan yang disampaikan.

Dalam kasus Argentina, FIFA menilai penghormatan tersebut ditujukan kepada Antonio Ubaldo Rattin yang merupakan tokoh penting dalam sejarah sepak bola Argentina sekaligus memiliki kaitan langsung dengan sejarah Piala Dunia.

Karena alasan itu, permintaan AFA dinilai memenuhi kriteria sehingga mendapat persetujuan.

Sementara itu, meski kehilangan ibu Didier Deschamps merupakan duka yang mendalam, FIFA menganggap penghormatan tersebut bersifat personal dan tidak berkaitan langsung dengan tokoh sepak bola.

Hal itulah yang menjadi dasar penolakan terhadap permintaan Federasi Sepak Bola Prancis.

Perbedaan perlakuan tersebut memang memunculkan berbagai spekulasi.

Namun, berdasarkan penjelasan regulasi yang berlaku, keputusan FIFA didasarkan pada objek penghormatan yang diajukan masing-masing federasi, bukan semata-mata karena negara yang mengajukan permohonan. (asl)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alasan Gus Yahya Mau Maju Lagi Jadi Ketum PBNU, Anggap Dinamika Internal Biasa Saja: Banyak Orang yang Kepengin

Alasan Gus Yahya Mau Maju Lagi Jadi Ketum PBNU, Anggap Dinamika Internal Biasa Saja: Banyak Orang yang Kepengin

Gus Yahya blak-blakan mengaku ingin maju lagi jadi Ketum PBNU meski terdapat berbagai dinamika internal. Ia merasa perlu menyelesaikan agenda yang telah dibangun.
Hasil Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026: Unggul Atas Prancis, Spanyol Injakkan Satu Kaki di Partai Puncak

Hasil Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026: Unggul Atas Prancis, Spanyol Injakkan Satu Kaki di Partai Puncak

Hasil babak pertama semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua tim kandidat juara, Spanyol vs Prancis Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu 16 Juli.
Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Sidang perdana gugatan hak asuh yang diajukan Ruben Onsu dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (15/7/2026).
Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Gus Miftah disinggung dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Melongok Sumber Kekayaan Gus Miftah, Namanya Kini Terseret dalam Sidang Kasus Korupsi DJKA

Melongok Sumber Kekayaan Gus Miftah, Namanya Kini Terseret dalam Sidang Kasus Korupsi DJKA

Nama pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah kembali menjadi perhatian, usai namanya disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi DJKA.
Inilah Susunan Pemain Prancis Melawan Spanyol

Inilah Susunan Pemain Prancis Melawan Spanyol

Didier Deschamps kembali mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan menurunkan kekuatan terbaik melawan Spanyol.

Trending

31 Saksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung oleh Taufik Hidayat Diperiksa, Penyidikan Masih Berlangsung

31 Saksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung oleh Taufik Hidayat Diperiksa, Penyidikan Masih Berlangsung

Sebanyak 31 saksi diperiksa dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR yang diduga dilakukan oleh Taufik Hidayat.
Link Live Streaming Semifinal Piala Dunia 2026: Spanyol Hadapi Prancis untuk Perebutkan Satu Tiket ke Partai Puncak

Link Live Streaming Semifinal Piala Dunia 2026: Spanyol Hadapi Prancis untuk Perebutkan Satu Tiket ke Partai Puncak

Link Live Streaming Semifinal Piala Dunia 2026, Rabu 15 Juli, akan menyajikan duel dua tim kandidat juara, Spanyol Vs Prancis di AT&T Stadium, Amerika Serikat.
Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Sidang perdana gugatan hak asuh yang diajukan Ruben Onsu dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (15/7/2026).
Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Gus Miftah disinggung dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Melongok Sumber Kekayaan Gus Miftah, Namanya Kini Terseret dalam Sidang Kasus Korupsi DJKA

Melongok Sumber Kekayaan Gus Miftah, Namanya Kini Terseret dalam Sidang Kasus Korupsi DJKA

Nama pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah kembali menjadi perhatian, usai namanya disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi DJKA.
Inilah Susunan Pemain Prancis Melawan Spanyol

Inilah Susunan Pemain Prancis Melawan Spanyol

Didier Deschamps kembali mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan menurunkan kekuatan terbaik melawan Spanyol.
Resmi Jadi Pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri Bertekad Mengalahkan Red Sparks Musim Depan

Resmi Jadi Pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri Bertekad Mengalahkan Red Sparks Musim Depan

Bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri, resmi kembali ke negeri ginseng untuk memperkuat Hyundai Hillstate pada Liga Voli Korea musim depan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT