Argentina Terancam Sanksi FIFA Jelang Final Piala Dunia 2026, Aksi Nyeleneh Pemain Albiceleste usai Kalahkan Inggris Jadi Penyebab
- IMAGN IMAGES via Reuters/Dale Zanine
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA mulai menyelidiki aksi para pemain Argentina setelah laga semifinal Piala Dunia 2026. Sorotan muncul usai mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas".
Spanduk tersebut dibentangkan sesaat setelah Argentina menaklukkan Inggris 2-1. Kemenangan dramatis itu sekaligus mengantar Albiceleste melaju ke final menghadapi Spanyol.
Kalimat "Las Malvinas son Argentinas" berarti "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina". Wilayah itu hingga kini masih menjadi sengketa kedaulatan antara Argentina dan Inggris.
Aksi tersebut langsung memicu perhatian publik internasional. FIFA pun memastikan sedang mempelajari seluruh laporan pertandingan sebelum mengambil keputusan.
"Sesuai prosedur standar, Komite Disiplin Independen FIFA sedang mengevaluasi laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh keadaan yang relevan," bunyi pernyataan resmi FIFA.
FIFA menegaskan keputusan terkait kemungkinan sanksi akan mengacu pada Kode Disiplin FIFA. Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai langkah yang akan diambil.
Insiden serupa sebenarnya pernah terjadi pada 2014. Saat itu, Federasi Sepak Bola Argentina didenda 20 ribu poundsterling karena membentangkan spanduk dengan pesan yang sama.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Nathan Ray Seebeck
Kala itu, FIFA menilai aksi tersebut melanggar aturan mengenai aktivitas politik dalam sepak bola. Kasus tersebut kini kembali menjadi perhatian setelah terulang di Piala Dunia.
FIFA juga pernah menghukum pemain Korea Selatan, Park Jong-woo, seusai Olimpiade London 2012. Hukuman itu dijatuhkan karena ia membentangkan spanduk bernuansa politik.
Usai laga perebutan medali perunggu, Park mengangkat spanduk bertuliskan "Dokdo adalah wilayah kami". Dokdo, atau Liancourt Rocks, merupakan gugusan pulau yang diperebutkan Korea Selatan dan Jepang.
Akibat aksinya tersebut, FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain dalam dua pertandingan. Sanksi itu membuat Park harus absen pada dua laga kualifikasi Piala Dunia.
Sementara itu, pemerintah Inggris ikut merespons insiden tersebut. Juru bicara Perdana Menteri Inggris kembali menegaskan posisi negaranya terkait Kepulauan Falkland.
"Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah," tegasnya, dikutip dari BBC.
Di sisi lain, Presiden Argentina Javier Milei menilai tindakan para pemain masih bisa dipahami. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa sepak bola tidak boleh dicampuradukkan dengan urusan diplomasi.
Load more