FIFA Selidiki Perayaan Kontroversial Argentina, Final Piala Dunia 2026 Bisa Terdampak
- IMAGN IMAGES via Reuters/Jerome Miron
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Argentina dibayangi ancaman sanksi dari FIFA menjelang final Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia itu tengah mempelajari laporan pertandingan setelah para pemain Albiceleste melakukan perayaan yang memicu kontroversi usai mengalahkan Inggris.
Perayaan tersebut terjadi sesaat setelah Argentina memastikan kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris pada babak semifinal. Hasil itu membawa sang juara bertahan melaju ke partai final untuk menghadapi Spanyol.
Usai peluit panjang dibunyikan, para pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas". Aksi tersebut langsung menjadi sorotan karena berkaitan dengan sengketa wilayah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Malvinas, atau yang dikenal sebagai Kepulauan Falkland, merupakan wilayah seberang laut milik Inggris di Samudra Atlantik yang berada dekat dengan Argentina. Sengketa atas wilayah tersebut bahkan pernah memicu perang antara kedua negara pada 1982 yang dimenangkan Inggris.
FIFA belum mengambil keputusan terkait insiden tersebut. Namun, organisasi itu memastikan laporan pertandingan sedang dipelajari sebelum menentukan langkah selanjutnya.
"Berdasarkan prosedur standar yang berlaku, Komite Disiplin FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh situasi yang berkaitan dengan laga tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut berdasarkan Kode Disiplin FIFA," ujar FIFA dalam pernyataan tertulisnya, seperti dikutip BBC pada Jumat (17/7/2026).
Kasus serupa ternyata pernah melibatkan Asosiasi Sepak Bola Argentina. Pada 2014, FIFA menjatuhkan denda sebesar 20.000 poundsterling setelah para pemain Argentina membentangkan spanduk yang sama dalam laga persahabatan melawan Slovenia.
Saat itu, FIFA menilai tindakan tersebut melanggar aturan mengenai aktivitas politik dan perilaku tim. Keputusan tersebut menjadi salah satu preseden yang kini kembali menjadi sorotan.
Menurut laporan BBC, FIFA umumnya baru menjatuhkan hukuman disiplin beberapa pekan setelah sebuah turnamen berakhir. Meski demikian, situasi kali ini dinilai berbeda karena insiden terjadi dalam pertandingan Piala Dunia.
Kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari dunia politik Inggris. Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, mendesak FIFA memberikan hukuman tegas kepada para pemain Argentina.
Davey bahkan meminta agar para pemain yang membentangkan spanduk tersebut dilarang tampil pada final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Ia menilai FIFA perlu menerapkan standar yang sama seperti pada kasus yang pernah terjadi di Eropa.
Politikus Inggris itu mengaitkan insiden tersebut dengan keputusan UEFA terhadap Alvaro Morata dan Rodri. Kedua pemain Spanyol itu sebelumnya dijatuhi larangan bermain satu pertandingan setelah meneriakkan kalimat "Gibraltar milik Spanyol" saat perayaan juara Euro 2024.
Gibraltar merupakan wilayah di bagian selatan Spanyol yang berada di bawah kekuasaan Inggris sejak abad ke-18. Hingga kini, wilayah tersebut masih menjadi objek klaim pemerintah Spanyol.
BBC juga mengingatkan bahwa FIFA pernah menjatuhkan sanksi larangan bermain dalam kasus serupa. Gelandang Korea Selatan, Park Jong-woo, dihukum larangan bermain dua pertandingan setelah membentangkan spanduk bertuliskan "Dokdo adalah wilayah kami" pada Olimpiade London 2012, terkait sengketa Pulau Dokdo yang diklaim Jepang dan Korea Selatan.
Kini, perhatian tertuju pada keputusan FIFA terhadap Argentina. Apabila badan sepak bola dunia itu memutuskan menjatuhkan sanksi sebelum laga puncak, persiapan Albiceleste menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026 berpotensi terganggu.
(igp)
Load more