Percaya Takhayul, Presiden Argentina Tolak Hadir di Final Piala Dunia 2026 Demi Jaga Ritual Keberuntungan Lionel Messi Cs
- REUTERS/Paul Childs
tvOnenews.com - Presiden Argentina Javier Milei mengambil keputusan yang cukup mengejutkan menjelang partai puncak Piala Dunia 2026.
Alih-alih hadir langsung di Stadion MetLife, New Jersey, untuk menyaksikan duel Argentina melawan Spanyol, Milei memilih tetap berada di kediaman resminya karena percaya pada sebuah ritual keberuntungan yang telah ia jalani sepanjang turnamen.
Mengutip laporan Associated Press (AP), Milei menegaskan dirinya tidak akan datang ke stadion meski final Piala Dunia diperkirakan turut dihadiri sejumlah tokoh penting dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Jerome Miron
Saat ditanya apakah ia akan berangkat ke Amerika Serikat untuk menyaksikan pertandingan secara langsung, Milei memberikan jawaban tegas.
"Sama sekali tidak. Saya akan terus mengikuti semua pertandingan dari Olivos," ujar Milei kepada radio El Observador, seperti dikutip AP.
Percaya Takhayul, Javier Milei Tak Ingin Mengubah Ritual Keberuntungan
Keputusan tersebut bukan disebabkan oleh kesibukan kenegaraan ataupun alasan keamanan.
Milei mengaku sengaja mempertahankan "cábala", sebuah tradisi atau ritual keberuntungan yang sangat melekat dalam budaya sepak bola Argentina.
Menurutnya, sejak awal Piala Dunia 2026 ia selalu menyaksikan pertandingan Timnas Argentina dari Istana Kepresidenan Olivos. Hasilnya, Lionel Messi dan rekan-rekannya selalu berhasil meraih kemenangan.
- Instagram @afaseleccion
Karena itulah, Milei memilih tidak mengubah kebiasaan yang diyakininya membawa keberuntungan bagi Albiceleste.
Ia bahkan mengaku tetap akan mengenakan jaket tebal yang sama seperti saat menyaksikan pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Milei menceritakan bahwa saat laga melawan Swiss ia sempat melepas jaket tersebut karena merasa kepanasan. Tidak lama kemudian Argentina kebobolan.
"Saya akan menonton pertandingan ini seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya. Tidak ada alasan untuk mengubah apa pun ketika semuanya berjalan dengan baik," ujar Milei.
Tradisi "Cábala" Sudah Mengakar di Argentina
Kepercayaan terhadap cábala bukan hal baru di Argentina. Dalam budaya sepak bola negara tersebut, banyak pendukung memiliki ritual tertentu yang diyakini membawa keberuntungan bagi tim kesayangannya.
Sebagian suporter memilih mengenakan jersey yang sama sepanjang turnamen, duduk di tempat yang sama ketika menonton pertandingan, menyantap makanan tertentu sebelum kick-off, hingga berkumpul dengan kelompok teman yang sama setiap kali Argentina bermain.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Nathan Ray Seebeck
Apabila tim mereka menang, kebiasaan tersebut akan terus dipertahankan hingga kompetisi berakhir.
Ritual serupa juga pernah diakui oleh para pemain Timnas Argentina.
Selama Piala Dunia 2022 di Qatar, beberapa pemain disebut memiliki kebiasaan turun dari bus dengan urutan yang sama, menempati kursi tertentu di ruang ganti, hingga mendengarkan daftar putar musik yang tidak pernah berubah sebelum memasuki lapangan.
Berawal dari Kepercayaan sejak Piala Dunia 1990
Menurut laporan Associated Press, para presiden Argentina memang telah lama menghindari kehadiran langsung di pertandingan Piala Dunia.
Kepercayaan tersebut bermula pada Piala Dunia 1990 ketika Presiden Carlos Menem mengunjungi skuad Argentina sebelum laga pembuka melawan Kamerun. Tak disangka, sang juara bertahan justru kalah 0-1.
Sejak saat itu, Menem dijuluki "mufa", istilah dalam budaya Argentina yang merujuk pada sosok pembawa sial.
Peristiwa tersebut kemudian melahirkan keyakinan bahwa presiden yang sedang menjabat sebaiknya tidak hadir langsung saat Timnas Argentina berlaga di Piala Dunia.
Kini, menjelang final melawan Spanyol, Milei memilih mempertahankan tradisi tersebut.
Banyak pendukung Albiceleste justru mendukung keputusannya karena percaya ritual yang dijalankan selama turnamen telah mengiringi langkah Argentina hingga mencapai partai final.
Selain memperebutkan trofi Piala Dunia 2026, laga melawan Spanyol juga menjadi kesempatan emas bagi Lionel Messi untuk mengukir sejarah.
Jika mampu mempertahankan gelar juara dunia, Argentina akan menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang sukses menjuarai Piala Dunia secara beruntun. (asl)
Load more