Lionel Scaloni Tegaskan Argentina Tak Punya Persiapan Khusus untuk Final Piala Dunia 2026 Kontra Spanyol
- REUTERS/Dylan Martinez
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, memilih pendekatan yang tidak biasa menjelang partai puncak Piala Dunia 2026.
Alih-alih memberikan perlakuan khusus karena akan memainkan laga terbesar di level sepak bola internasional, ia justru meminta para pemain memandang duel melawan Spanyol layaknya pertandingan biasa.
Sikap tersebut diambil bukan tanpa alasan. Lionel Scaloni ingin seluruh pemain Argentina tetap fokus pada permainan di lapangan dan tidak larut dalam besarnya tekanan yang selalu mengiringi sebuah final Piala Dunia.
Menurutnya, terlalu memikirkan status laga sebagai partai perebutan gelar justru bisa menjadi bumerang. Fokus yang terpecah dinilai dapat mengganggu performa tim ketika pertandingan berlangsung.
Karena itu, persiapan Argentina tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Seluruh program latihan tetap berjalan sesuai rencana dengan tujuan menjaga kondisi fisik dan mental para pemain.
Pendekatan tersebut juga didukung oleh kepercayaan diri yang sedang dimiliki skuad Albiceleste. Argentina datang ke final setelah memperlihatkan mental juara sepanjang fase gugur, termasuk ketika berhasil membalikkan keadaan secara dramatis di semifinal.
Saat menghadapi Inggris, Argentina sempat berada dalam posisi tertinggal hingga menit ke-84. Namun, dua gol pada penghujung pertandingan membawa Lionel Messi dan kawan-kawan menang 2-1 sekaligus memastikan tiket menuju partai final.
Dengan modal tersebut, Scaloni optimistis timnya mampu kembali tampil kompetitif saat menghadapi Spanyol. Meski begitu, ia tetap mengakui bahwa lawan yang akan dihadapi memiliki kualitas yang sangat tinggi.
"Kami mempersiapkan pertandingan ini seperti pertandingan lainnya," ujar Scaloni, dikutip dari laman resmi FIFA, Minggu (19/7/2026).
"Meski ini adalah final Piala Dunia, pada akhirnya tetap saja sebuah pertandingan sepak bola. Kami harus tampil sebaik mungkin jika ingin menang. Kami tidak ingin terlalu memikirkan fakta bahwa ini adalah final Piala Dunia karena hal itu justru bisa mengganggu fokus," tambahnya.
Scaloni menilai kondisi timnya menjelang pertandingan berada dalam situasi yang positif. Walau masih melihat adanya ruang untuk berkembang, ia merasa para pemain telah menunjukkan karakter yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.
Pelatih berusia 48 tahun itu juga menyadari bahwa gaya bermain Argentina kini sudah dipahami banyak lawan. Meski demikian, ia justru menganggap kemampuan timnya untuk terus meraih kemenangan di tengah situasi tersebut sebagai pencapaian yang luar biasa.
"Kami berada dalam kondisi yang bagus, meski tentu masih ada ruang untuk berkembang. Kami menghadapi lawan yang sangat kuat, dan Spanyol juga pasti sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kami," kata Scaloni.
"Lagi pula, cara bermain Argentina bukan lagi rahasia. Semua orang tahu bagaimana kami bermain. Justru karena itu, pencapaian tim ini terasa semakin luar biasa," sambungnya.
Di balik keberhasilan Argentina melangkah ke final, ada satu momen yang menarik perhatian publik usai laga semifinal melawan Inggris. Lionel Messi terlihat memeluk Scaloni cukup lama sebelum mengucapkan kalimat "pure history" kepada sang pelatih.
Ketika diminta menjelaskan makna ucapan tersebut, Scaloni justru memilih mengalihkan sorotan kepada kapten timnya. Menurutnya, pencapaian Messi yang masih mampu membawa Argentina ke final di usia yang tidak lagi muda merupakan sesuatu yang patut diapresiasi.
"Bisa mencapai final Piala Dunia pada usia 39 tahun adalah pencapaian yang luar biasa. Karena itulah saya selalu mengatakan bahwa kita harus menikmati setiap momennya," ucap Scaloni.
Scaloni kemudian mengingatkan bahwa Argentina pernah merasakan masa-masa sulit setelah Diego Maradona pensiun. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh pecinta sepak bola menikmati setiap kesempatan menyaksikan Lionel Messi masih mengenakan seragam Albiceleste.
"Kami sangat merasakan kehilangan Diego Maradona setelah ia pensiun. Sekarang Messi masih bersama kami, dan kita harus menghargai setiap hal yang masih ia lakukan," tambah dia.
Performa Messi di Piala Dunia 2026 memang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Argentina melaju hingga final. Kapten Albiceleste itu tercatat selalu berkontribusi dalam terciptanya gol pada setiap pertandingan yang dijalani timnya sepanjang turnamen.
Terbaru, Messi menyumbangkan dua assist saat Argentina menyingkirkan Inggris di semifinal. Tambahan tersebut membuat La Pulga kini mengoleksi 12 assist dan menjadi pencetak assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Tak hanya piawai menciptakan peluang, Messi juga masih bersaing dalam perebutan Sepatu Emas. Delapan gol yang sudah dicetak membuatnya tetap berpeluang menjadi top skor Piala Dunia 2026, sekaligus mengejar rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen yang kini dipimpin Kylian Mbappe dengan 22 gol, sementara Messi telah mengoleksi 21 gol.
(igp/hfp)
Load more