IEU-CEPA Berpotensi Hapus Gap Tarif RI-Vietnam, Investasi Padat Karya Bisa Bergeser ke Indonesia
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com ā Implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dinilai dapat mengubah posisi Indonesia dalam persaingan perdagangan dengan Vietnam di pasar Eropa.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengatakan pemberlakuan IEU-CEPA berpotensi memperkecil bahkan menghilangkan kesenjangan tarif sejumlah produk padat karya Indonesia dibandingkan Vietnam ketika masuk ke pasar Eropa.
Saat ini, produk padat karya Indonesia masih menghadapi perbedaan tarif sekitar 10 persen dibandingkan produk Vietnam di pasar Eropa. Kondisi tersebut membuat produk Indonesia menghadapi beban tarif yang lebih tinggi dalam mengakses pasar tersebut.
Namun, jika IEU-CEPA dapat mulai berlaku sesuai harapan pada tahun depan, kesenjangan tarif tersebut berpotensi hilang.
āKalau sekarang tarif kita ke Eropa misalnya untuk padat karya itu selisihnya 10 persen. Lumayan kan? Tahun depan hopefully 10 persen itu tidak akan ada lagi. Jadi kita sama dengan Vietnam,ā ujar Mari dalam kegiatan Kontan Economic & Demographic Forum di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Gap Tarif RI-Vietnam Berpotensi Hilang
Perbedaan tarif menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya saing produk ketika memasuki pasar negara atau kawasan tujuan ekspor.
Dalam konteks produk padat karya Indonesia dan Vietnam, selisih tarif sekitar 10 persen di pasar Eropa menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia.
IEU-CEPA diharapkan dapat mengurangi kesenjangan tersebut sehingga produk Indonesia memiliki akses tarif yang lebih setara dengan produk Vietnam.
Penyetaraan akses tersebut tidak hanya berpotensi memberikan dampak terhadap perdagangan, tetapi juga dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi baru.
Menurut Mari, sektor padat karya menjadi salah satu bidang yang dapat memperoleh peluang dari perubahan akses pasar tersebut.
Peluang Relokasi Investasi ke Indonesia
Mari mengatakan penyetaraan tarif dengan Vietnam dapat memperkuat peluang Indonesia untuk menarik relokasi investasi ke sektor-sektor padat karya.
Relokasi investasi menjadi penting karena perusahaan akan mempertimbangkan berbagai faktor ketika menentukan lokasi produksi, termasuk akses pasar dan biaya yang harus ditanggung ketika produknya diekspor.
Load more